
Suara klakson dari taxi online dan juga ojek online saling bersaut-sautan membuat Alya tersenyum bahagia karena saat ini dia sudah berada di negara kelahirannya yang sudah lama sekali dia rindukan.
Alya, Aciel dan Lili saat ini sudah berada di indonesia, setelah berdebat dengan Kenan dan juga Belinda yang awalnya tidak setuju dengan rencana Alya, akhirnya Alya bisa meyakinkan kedua orang tuanya dan membuat mereka percaya kalau Alya akan baik-baik saja.
Alya juga meminta kedua orang tuanya untuk menutup semua informasi tentang keberadaan Alya, Alya juga mengubah namanya menjadi Arabella dan tinggal di suatu kota di jawa timur.
Sepupu Lili, Liam Alexander sudah menyiapkan rumah kontrakan untuk Alya tinggali beberapa waktu ke depan, dan saat ini mereka sedang menunggu Liam menjemput mereka.
“Kak Al laper? Mau makan dulu aja?” tanya Lili saat melihat wajah Alya yang sedikit pucat.
“Engga laper, aku cuma capek aja, bisa duduk dulu ga?” tanya Alya.
“Boleh kak, ayo duduk di kursi itu aja.” Tunjuk Lili sambil menggandeng Alya ke tempat duduk.
“Li, saudara kamu lama amat sih?” tanya Aciel yang ikut kesal karena hari itu memang benar-benar panas.
“Sabar kak, Indonesia macet jadi dia pasti kejebak macet.” Balas Lili.
Aciel ikut duduk di sebelah Alya sambil kedua matanya mencari seseorang yang akan menjemputnya.
Sampai akhirnya beberapa saat kemudian ada seorang laki-laki tampan yang sedang berjalan ke arah mereka.
“Kakak!” seru Lili sambil berdiri dan senyum lebar yang merekah.
Lili segera berlari memeluk tubuh Liam dengan erat karena memang mereka berdua sudah lama sekali tidak bertemu.
“Lama ga ketemu kamu makin cantik aja ya..” puji Liam yang membuat Lili tersenyum senang karena mendapat pujian dari kakak sepupunya.
Liam memiliki postur tubuh yang tinggi dan kekar, kulitnya berwarna kuning langsat dengan tekstur wajah yang tegas dan mata yang tajam membuatnya semakin terlihat sempurna.
“Kak, ini kak Alya istrinya kak Arsen, dan ini adiknya kak Alya namanya kak Aciel.” Ucap Lili saling mengenalkan semua orang.
“Ah jadi ini istrinya Arsen? Cantik!" puji Liam yang membuat Alya menatap tidak suka kepada Liam.
Aciel pun menatap tidak suka kepada Liam karena baru pertama bertemu tapi laki-laki yang ada di hadapannya ini sudah berani menggoda kakaknya.
__ADS_1
Sedangkan Lili yang melihat ekspresi tidak suka dari wajah Aciel dan Alya langsung menyikut perut Liam agar berhenti menggoda Alya.
"Maaf ya, kak Liam memang suka seperti itu, tapi sebenarnya dia baik kok." ucap Lili.
"Kamu yakin kak Al aman sama laki-laki ini?" tanya Aciel.
"Al? Siapa Al? Yang aku tahu namanya Arabella, dan mulai saat ini aku dan semua orang memanggilnya Bella." balas Liam dengan wajah yang berubah serius.
Ah benar juga! Saat ini nama Alya adalah Arabella dan mereka sepakat akan memanggil Alya dengan sebutan Bella. Tentu saja hal ini sudah di rundingkan lebih dulu dan di setujui oleh pihak-pihak terkait dengan menghilangnya Alya.
(Mulai sekarang author akan memanggil Alya dengan nama Bella / Arabella ya kakak-kakak semua, ingat-ingat yaa namanya BELLA.. Selamat membaca kembali..)
"Bisakah kita langsung pergi saja? Aku sudah lelah berada di sini, kepalaku pusing." ucap Alya.
"Ah iya, kak Bella kan lagi hamil pasti lelah sekali di perjalanan tadi." ucap Lila.
"Aku tidak terbiasa dengan panggilan Bella, bisakah aku tetap memanggilmu kak Al?" tanya Aciel.
"Engga El! Kamu harus tetap memanggilku Bella, bukankah kita sudah sepakat sebelumnya?" tegas Bella.
dia hanya bisa menuruti apa yang di katakan oleh sang kakak.
“Sudah, ayo kita berangkat, mobilku
ada di depan sana.” Ucap Liam.
Ketiga orang itu berjalan mengikuti Liam dan masuk ke dalam mobil Liam. Sampai akhirnya mereka semua tiba di sebuah rumah yang terlihat sederhana namun terkesan elegan membuat senyum di bibir Bella merekah karena rumah yang ada di hadapannya adalah rumah yang selalu dia impikan.
“Bagaimana? Suka?” tanya Liam saat melihat senyum di bibir Bella.
Bella yang awalnya tersenyum seketika langsung merubah raut wajahnya menjadi dingin seperti tadi.
“Not bad.” Balas Bella sambil berjalan ke arah rumah yang akan dia tinggali kedepannya.
“Jangan jutek aja, kamu cantik banget kalo lagi tersenyum.” Teriak Liam namun tidak di gubris oleh Bella.
__ADS_1
Sedangkan di belakang, Aciel menatap tidak suka ke arah Liam, dan hal itu bisa di lihat oleh Lili yang hanya bisa menghela napas panjang.
“Kamu yakin kakakku aman di sini dengan laki-laki itu?” tanya Aciel kepada Lili.
“Percayalah padaku kak, kak Bella akan aman di sini dengan kak Liam.” Balas Lili.
“Cih! Aku tidak suka dengan nama Bella! Namanya jelek!” gumam Aciel dengan wajah yang cemberut sambil membawa barang-barang Bella ke dalam rumah.
Sedangkan Lili yang mendengar gumaman Aciel hanya bisa menggelengkan kepala sambil lalu berjalan mengikuti Aciel dari belakang.
Di dalam rumah, Bella melihat ke sekeliling ruangan yang tertata rapih dan memiliki dekorasi yang sempurna tanpa perlu di ubah lagi.
“Ini semua kamu yang menyiapkan?” tanya Bella kepada Liam.
“Tentu saja, Lili bilang kamu adalah desainer pakaian, yah walaupun tidak ada hubungannya tapi aku tahu kamu pasti suka desain elegan seperti ini.” Jelas Liam.
Bella hanya menggelengkan kepala lalu kembali melihat semua dekorasi di dalam rumah itu.
“Rumah ini hanya satu lantai dan memiliki dua kamar, satu kamar untukmu dan satu lagi untuk anakmu kelak.” Jelas Liam kembali.
“Aku juga sudah menempel kartu namaku di kulkas, simpanlah nomer ku agar mudah untuk menghubungiku kalau ada apa-apa, tidak perlu sungkan.” Lanjutnya.
Bella hanya mengangguk mengiyakan ucapan Liam yang terus menjelaskan tentang semuanya yang ada di rumah itu.
"Kamu juga ga perlu khawatir untuk memeriksa kehamilan mu, di dekat sini ada posyandu yang tiap bulannya memang di adakan gratis untuk para warga, kamu bisa memeriksakan kehamilanmu di sana."
"Di dekat sini juga ada rumah sakit yang cukup bagus, aku akan mengantarmu jika kamu ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut."
Bella yang awalnya cemberut langsung tersenyum tipis sambil menoleh ke arah Liam, walaupun orangnya memang blak-blakan tapi Liam adalah orang yang baik.
"Terimakasih, maaf karena aku sudah merepotkan kamu." ucap Bella yang akhirnya berbicara dengan lembut.
"Duh rasanya tenang banget telingaku denger suara kamu lembut gitu." ucap Liam yang mulai merayu.
"Gausah gombal! Berani deket-deket sama kakak gue, gue hajar lo!" ketus Aciel yang kali ini lebih berani karena dia merasa Liam adalah virus yang akan menempel pada kehidupan kakaknya.
__ADS_1