
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Aciel tiba di apartment Lili, dia langsung menekan bel beberapa kali sampai akhirnya Lili membukakan pintu untuknya.
“Kak El, masuklah.” Ucap Lili yang memang sudah menunggu Aciel sejak tadi.
Ya, sebenarnya saat Alya menghubungi Aciel, di dalam hati Lili dia bersorak gembira dan jantungnya berdegup kencang, dia menunggu kedatangan El karena dia ingin melihat wajah El yang sudah lama tidak dia lihat.
Aciel yang ada di depan pintu hanya bisa melotot dan mematung sambil menatap Lili dari atas ke bawah sampai atas lagi.
Sedangkan Lili yang di lihat oleh Aciel sampai seperti itu hanya bisa tersipu malu karena dia merasa kalau Aciel mulai tertarik dengannya dan menyadari kecantikannya. Namun seketika mata Lili melotot sempurna saat dia menunduk dan melihat kalau ternyata saat ini dia masih mengenakan baju handuknya.
“Yaampun!” teriak Lili yang langsung berlari masuk ke dalam tanpa mempersilahkan Aciel masih ke dalam lebih dulu.
Sedangkan Aciel hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Lili sambil menahan pintu agar tidak kembali tertutup dan terkunci otomatis.
Aciel segera masuk ke dalam apartemen Lili dan menyusuri apartemen untuk mencari keberadaan sang kakak.
“Kak, kak Al?” panggil Aciel sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
“El? El, kakak di sini.” Ucap Alya yang langsung berdiri agar sang adik bisa melihatnya.
Aciel menoleh ke asal suara dan langsung berlari menghampiri sang kakak dan memeluknya dengan erat, lalu Aciel melepaskan pelukannya dan meneliti mata kakaknya yang membengkak.
“Kak? Mata kakak bengkak, kakak habis menangis?” tanya Aciel sambil meneliti wajah sang kakak.
“El, kakak mau pergi, kakak mau memulai hidup yang baru.” Ucap Alya yang membuat Aciel mengerutkan keningnya.
“Maksudnya gimana kak? Kakak sama kak Arsen mau pindah negara makanya kakak nangis?” tanya Aciel yang masih belum mengerti dengan maksud ucapan kakaknya.
Namun Alya langsung menggelengkan kepala tanpa menjawab pertanyaan sang adik.
Sampai akhirnya Lili yang sudah berganti pakaian dan juga memoles make up tipis di wajahnya itu berdehem membuat Aciel dan Alya menoleh ke arahnya.
“Ehemm... Aku bisa menjelaskan semuanya kepada kak El, biakan kak Al duduk.” Ucap Lili.
__ADS_1
Aciel mengangguk dan langsung menyuruh sang kakak duduk di kursi makan agar mereka bisa mengobrol dengan santai.
Setelah duduk, akhirnya Lili menceritakan semua yang terjadi kepada Alya dan Arsen, Aciel hanya menyimak dengan seksama, lalu dia juga sesekali menoleh ke arah kakaknya yang hanya diam dengan wajah sedih.
“Baiklah, anggap saja ini aku lakukan untukmu dan calon keponakanku kak, aku akan membantumu meminta ijin kepada papi dan mami, aku juga akan menyuruh semua orang untuk tutup mulut, tapi aku mau kamu berjanji satu hal kepadaku.” Ucap Aciel dengan wajah serius.
“Apa?” tanya Alya.
“Jangan pernah putus hubungan denganku, kau harus terus menghubungiku dan kau harus mengijinkan aku mengunjungimu kapan pun aku mau.” Ucap Aciel.
“Tentu saja, tapi beberapa bulan ini jangan mengunjungi aku karena Arsen pasti akan terus melihat pergerakan keluarga kita.” Ucap Alya yang di balas anggukan oleh Aciel.
Sebenarnya Aciel sudah mulai menyukai kakak iparnya itu, namun setelah apa yang di lakukannya kepada kakak kesayangannya entah itu benar atau tidak, Aciel tetap saja ikut merasa emosi dan ingin sekali memberi pelajaran kepada Arsen.
Hanya saja tidak ada yang bisa di lakukan oleh anak baru lulus kuliah sepertinya di bandingkan dengan Arsen yang sudah berpengalaman di bidang bisnis selama bertahun-tahun.
Hanya inilah yang bisa dia lakukan, dia ingin membuat kakaknya tenang terlebih saat ini dia sedang mengandung, Aciel tidak ingin membuat kakaknya memikirkan banyak hal, itulah kenapa dia menuruti keinginan kakaknya begitu saja.
“Tidak, aku ingin pergi secepatnya.” Balas Alya dengan penuh keyakinan.
“Baiklah kalau begitu, aku akan mengantar kakak membeli kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan agar kakak tidak perlu berbelanja yang akan membahayakan diri kakak dan keponakanku.” Ucap Aciel.
Alya mengangguk mengiyakan ucapan Aciel, dia akan menuruti apapun yang di katakan adiknya yang penting dia segera pergi dari negara itu.
Alya dan Lili sudah siap untuk pergi, Lili akan terus mengikuti Alya, bahkan Lili sendiri yang akan mengantarkan Alya ke tempat kakak sepupunya.
hingga tibalah mereka di sebuah supermarket yang cukup besar di sana, Aciel dan Lili turun dari mobil untuk berbelanja, sedangkan Alya sengaja tidak ingin ikut, dia hanya meminta susu untuk ibu hamil dan beberapa perlengkapan lainnya yang akan dia butuhkan di tempat baru.
Alya takut kalau Arsen akan menemukannya jika dia ikut keluar dari mobil, maka dari itu Alya memilih untuk diam di dalam mobil.
***
Di tempat lain...
__ADS_1
Brakk!! Brakk!! Seseorang melempar semua barang yang ada di dalam ruang kerjanya ke bawah hingga menimbulkan suara kegaduhan yang membuat semua orang yang ada di dalam rumah mendengar.
semua orang di keluarga itu sedang menikmati sarapan mereka masing-masing, mereka semua termasuk oma Nani tidak mengetahui kalau Alya sejak semalam menghilang, karena Arsen pulang ke rumah saat tengah malam dan semua orang sedang tertidur jadi semua tidak tahu kalau Arsen pulang ke Mansion utama sendirian.
"Arsen kenapa sih!?" ketus Luci yang merasa sarapannya terganggu.
"Entah, coba kamu lihat." Balas oma Nani.
"What? Oma nyuruh Luci lihat? Oma mau Luci di tendang sama Arsen?" balas Luci kesal.
"Kenapa ga Oma aja yang lihat sana, Oma kan yang paling dekat sama Arsen." celetuk Lucas.
"Ya palingan lagi ribut sama istrinya." ucap Arthur dengan santainya.
Mendengar jawaban Arthur membuat oma Nani seketika melotot, dia takut kalau Arsen akan melukai Alya jika memang mereka berdua sedang bertengkar.
Brak! Seketika Oma Nani langsung berdiri dari meja makan sambil menggebrak meja membuat semua orang terkejut.
"Yaampun mom! Kenapa mommy ngagetin gitu sih?" ucap Chyntia sambil mengelus dada.
"Oma mau ke atas dulu lihat situasi." ucap oma Nani.
"Pakai kursi rodanya Oma, jangan sampai Oma terjatuh." Ucap Luci yang masih mengkhawatirkan keadaan Omanya.
Oma Nani baru ingat, dia akhirnya duduk di kursi rodanya dan meminta perawatnya untuk mendorongnya.
Sebenarnya Oma Nani bisa berdiri dan berjalan sendiri, hanya saja oma Nani pernah terjatuh karena tiba-tiba merasa pusing, itulah alasan kenapa Oma Nani selalu duduk di kursi rodanya dan hanya sesekali saja dia berdiri dan berjalan sendiri.
Semua orang melihat kursi roda Oma Nani masuk ke dalam lift, setelah itu mereka semua kembali menikmati sarapan mereka tanpa merasa kepo dengan apa yang sedang terjadi di atas.
Karena sejak dulu Arsen sering kali melakukan hal seperti itu, namun jika ada yang mendekatinya atau bertanya mereka pasti akan mendapat amukan dari Arsen.
Itulah tidak ada yang berani dan mau tahu tentang kehidupan Arsen selama ini.
__ADS_1