
Setelah tiba di rumah sakit, Liam dengan cekatan langsung melakukan pendaftaran untuk Bella, sedangkan Bella hanya bisa diam melihat Liam ke sana ke mari untuk melakukan pendaftaran.
Sampai akhirnya nama Bella di sebut dan dengan segera Liam menggandeng Bella sampai masuk ke dalam ruangan.
“Liam, kamu ga perlu gandeng aku kayak tadi, aku ini ibu hamil bukan orang patah kaki yang harus di gandeng.” Bisik Bella kepada Liam.
“Ibu hamil juga bisa jatuh kapan pun dan membahayakan bayinya, jadi ga masalah kan kalau aku bantuin kamu.” Balas Liam.
Bella hanya menghela napas panjang mendengar jawaban dari Liam, Liam memang benar-benar menyebalkan.
“Tapi semua orang melihatku seperti aku sedang mengandung sembilan bulan Liam, aku masih bisa berjalan dengan lancar saat ini. Pokoknya aku ga mau kamu bantuin kayak tadi atau aku ga mau di anter kamu ke sini!” tegas Bella.
“Oke oke baiklah, aku tidak akan seperti tadi lagi, ayo kamu cepat berbaring karena sejak tadi kita menjadi tontonan untuk dokter itu.
Mendengar ucapan Liam membuat Bella langsung menoleh ke arah dokter yang sejak tadi melihat ke arah mereka dengan senyum yang canggung karena dia pikir Bella dan Liam adalah sepasang suami istri yang sedang bertengkar.
Akhirnya Bella segera berbaring di atas tempat tidur untuk pasien dengan relax, sedangkan Liam duduk di kursi yang ada di hadapan meja dokter.
“Sabar ya pak, memang ibu hamil biasanya sensitif sekali apa lagi sama suaminya.” Bisik dokter kandungan itu yang membuat Liam mematung.
“Suami? Dokter itu mengira aku suaminya? Tapi kenapa aku merasa senang?” gumam Liam di dalam hatinya sambil tersenyum tipis tanpa ada orang yang bisa melihatnya.
Dokter segera memeriksa Bella menggunakan USG dan terlihat jelas ada sesuatu berbentuk seperti kacang di layar tersebut, Liam pun bisa melihat dari layar kecil yang ada di depannya karena memang tempat pemeriksaan di halangi oleh sebuah tirai.
"Wah, selamat ya bu pak, bayinya kembar." Ucap dokter tersebut.
"A-apa!? Kembar?" tanya Bella.
"Iya, bayinya kembar dan sekarang sudah masuk Minggu ke 10." jelas dokter.
"Minggu ke 10? Aku kira masih Minggu ke 8." balas Bella.
"Memang para ibu hamil susah menghitung kehamilannya, pokoknya sekarang ibu harus beristirahat yang cukup, jangan terlalu lelah, saya akan memberikan vitamin untuk anda."
Bella hanya tersenyum mendengar penjelasan sang dokter lalu dia beranjak dari tempat tidur dan duduk di sebelah Liam.
__ADS_1
"Selamat, kamu akan langsung mendapatkan dua anak." bisik Liam.
"Terimakasih, dan maaf karena setelah ini bukan hanya aku yang akan merepotkan kamu." balas Bella sambil terkekeh.
"Tidak apa, aku siap di repotkan kok." balas Liam.
Bella hanya tertawa kecil lalu diam saat dokter yang memeriksanya sudah duduk di hadapan mereka.
"Selamat ya, semoga bayi-bayi kalian sehat sampai lahir nanti dan melihat dunia yang penuh tawa dan tangis ini." ucap sang dokter dengan tulus.
"Terimakasih dok." balas Liam.
Namun Bella tidak menjawab, dia malah salah fokus dengan kata-kata 'bayi kalian' yang tadi di ucapkan oleh dokter itu.
"Bayi kalian?" tanya Bella sambil mengerutkan keningnya.
Mendengar pertanyaan Bella membuat dokter tersebut mengerutkan kening tidak mengerti dengan pertanyaan Bella.
Sedangkan Liam yang menyadari hal itu langsung menyaut sebelum Bella marah kepadanya.
Pikirnya, sebelum dia malu di hadapan sang dokter, lebih baik dia duluan yang memberitahu.
Namun dokter itu malah mengerutkan keningnya, dia tidak tahu apa maksud dari ucapan Liam, pasalnya tadi saat dokter itu mengatakan kalau Liam suami Bella, Liam hanya diam saja tanpa membantah, sekarang dia sendiri yang bilang kalau bukan suaminya.
Entahlah, dokter itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil bersikap bodo amat karena itu adalah permasalah mereka.
"Baiklah kalau begitu saya sudah memberikan resep yang bisa kalian tebus di apotek rumah sakit ini." ucap dokter tersebut sambil memberikan kertas berisi resep.
"Terimakasih dok." balas Bella dan Liam secara bersamaan.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan kehamilan, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang karen hari sudah mulai gelap.
Awalnya Liam mengajak Bella untuk makan di luar lebih dulu, hanya saja Bella tidak mau dan memilih untuk masak di rumah.
Akhirnya Liam pun mengalah dan dia ikut ke rumah Bella untuk makan masakan Bella.
__ADS_1
Selama ini Liam belum pernah makan masakan Bella karena memang Bella tidak pernah menawarkan dan waktu yang di miliki Liam memang sedikit karena pekerjaannya yang banyak.
"Kamu ngapain ikut turun?" tanya Bella.
"Aku juga kan mau makan Bell." balas Liam.
"Oh sekarang kamu punya waktu?" tanya Bella.
"Punya, makanya aku pengen makan masakan kamu." jawab Liam.
"Baiklah kalau begitu siap-siap menunggu ya." ucap Bella yang di balas anggukan oleh Liam.
Bella segera membuka kunci rumahnya di ikuti oleh Liam di belakangnya.
"Psstt, jeng lihat deh Bu Bella tuh sama laki-laki itu sebenernya punya hubungan apa sih? Suaminya ya?" tiba-tiba saja ada suara bisikan dari tetangga sebelah yang bisa di dengar jelas oleh Bella.
"Laki-laki itu yang punya rumah itu tapi yang nempatin temennya, ya Bu Bella itu." balas Bu RT yang memang tinggal di sebelah.
Di rumah Bu RT memang selalu ramai entah karena tukang sayur keliling yang selalu berhenti di sana, atau karena hanya ingin bergosip saja.
"Kok ibu bolehin sih laki-laki yang bukan mahramnya masuk ke dalam rumah wanita yang tidak ada suaminya?"
"Loh, nak Liam juga biasanya ga pernah sampai masuk ke dalam rumahnya kok, sesekali masuk pun dia di ruang tamu dengan pintu yang terbuka lebar." jelas Bu RT.
"Yah tapi tetep aja kan Bu bahaya kalo ada apa-apa.. Suaminya ke mana sih emang? Cerai mereka?"
"Udah deh ga usah urusin rumah tangga orang, selama tidak merugikan kita lebih baik urus urusan masing-masing aja." ucap Bu RT yang memang sangat baik kepada Bella, dan Bu RT juga sudah mengetahui masalah apa yang di alami Bella saat ini.
Bella hanya mematung di depan pintu rumahnya, begitu juga dengan Liam yang juga mendengar percakapan para tetangga.
"Apa perlu aku menegur mereka?" tanya Liam.
"Tidak perlu! Selama yang mereka bicarakan tidak benar maka kita tidak perlu marah, mereka juga akan tau yang sebenarnya jika sudah saatnya." balas Bella yang melarang Liam untuk menegur ibu-ibu itu.
Begitulah Bella, padahal dia sudah sering kali menjadi bahan omongan oleh ibu-ibu yang ada di komplek itu.
__ADS_1
Namun Bella tetap diam tidak melakukan apa pun karena menurutnya semua yang di katakan mereka akan berbalik kepada mereka sendiri.