
Mobil Alya sudah terparkir rapih di parkiran khusus pemilik apartment, Arsenio melepas seatbeltnya lalu menoleh ke arah Alya yang ternyata sudah tertidur pulas bahkan sampai mulutnya terbuka sedikit.
“Ck! Bagaimana bisa ada wanita yang tidru dengan mulut terbuka seperti itu, apa dia tidak takut ada lalat yang masuk ke dalam sana?” gumam Arsenio sambil menatap geli ke arah Alya.
Untung hanya mulutnya yang terbuka, kalau sampai iler keluar dari mulutnya mungkin seketika itu juga Arsenio langsung muntah karena jijik.
“Woy! Bangun udah sampe.” Ucap Arsenio sambil mendorong tubuh Alya pelan.
Namun ternyata dorongan Arsenio tidak mempan kepada Alya, buktinya wanita itu masih tertidur tanpa terusik sedikit pun membuat Arsenio menghela nafas panjang. Dia kembali mendorong Alya dengan sedikit kencang kali ini sampai kepala Alya terbentur kaca jendela mobil.
Arsenio yang tidak sengaja membuat kepala Alya terbentur itu langsung membuat wajah melihat ke luar jendela, sedangkan Alya yang kepalanya terbentur langsung terbangun sambil merintih kesakitan.
“Aw! Sakit sekali.” Ucap Alya dengan suara seraknya, dia membuka matanya perlahan lalu melihat ke luar jendela dan beralih meoleh ke arah Arsenio.
“Kita sudah sampai?” tanya Alya.
“Hem, kau tidur dari tadi aku tidak tega membangunkanmu.” Jawab Arsenio berbohong.
“Kalau kepalaku tidak terbentur mungkin aku masih tidur tadi, baiklah terimakasih karena sudah mengantarku sampai rumah.” Ucap Alya yang di balas deheman oleh Arsenio.
“Oh iya, kamu pulang naik apa? Kalau ga ada kendaraan kamu bisa pakai mobilku, tapi kamu harus memberikan KTP mu kepadaku.” Ucap Alya yang membuat Arsenio terkekeh.
“Kenapa kamu ketawa?” tanya Alya.
“Apa kamu takut mobilmu ini aku curi sampai aku harus memberikan KTP kepadamu?” tanya Arsenio.
“Sedia payung sebelum hujan tidak masalah kan? Siapa tau mobil mahal mu yang kemarin itu pinjam ke temanmu.” Ucap Alya dengan santainya.
Lagi-lagi ucapan Alya membuat Arsenio tidak percaya sampai dia ingin tertawa kencang namun dia tahan.
__ADS_1
“Sudahlah jangan di lanjutkan lagi, ayo sebaiknya kamu cepat masuk ke dalam, aku juga akan tidur di sini dan besok baru aku meminta asistenku untuk menjemputku.” Ucap Arsenio.
“Kau tidur di sini? Kenapa?” tanya Alya sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya dan tanpa sadar dia memundurkan tubuhnya sampai hampir jatuh karena dia sudah membuka pintu mobil tadi.
“Waaa!!!” teriak Alya karena hampir terjatuh jika tidak di tahan oleh Arsenio yang sudah meraih tangannya.
“Hati-hati! Kenapa kamu ceroboh sekali sih!” ketus Arsenio yang langsung menarik tangan Alya hingga wanita itu duduk dengan benar lagi.
“Ini gara-gara kamu aku jadi hampir terjatuh kan! Kamu ngapain mau tidur di sini?” tanya Alya dengan tatapan curiga.
“Jangan menatapku seperti itu, apa kamu lupa kalau aku juga tinggal di apartment di sebelahmu? Ayo keluar.” Ucap Arsenio yang langsung membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.
Alya hanya mengangguk sedikit, bisa-bisanya dia lupa kalau laki-laki itu juga memiliki apartment tepat di sebelahnya.
Alya segera keluar dari mobilnya, tidak lupa dia mengambil kunci mobilnya yang di taruh di atas dashboard oleh Arsenio.
Alya berlari kecil untuk menyusul Arsenio yang sudah berjalan hampir sampai di pintu lift, memang langkah laki-laki itu sangat besar sampai sulit untuk di ikuti perempuan.
“Bukankah seharusnya kamu yang berterimakasih karena aku sudah mengantarmu ke danau dan menjadi supirmu kemari?” balas Arsenio.
Alya hanya berdecak kesal lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, sedangkan Arsenio menatap sinis ke arah Alya sambil geleng-geleng kepala.
Keduanya keluar dari lift saat tiba di lantai apartment mereka, langkah keduanya terhenti saat melihat laki-laki yang paling keduanya tidak sukai ada di depan apartment Alya.
Dengan jengah Alya berjalan sambil memberikan tatapan tajam ke arah laki-laki itu.
“Al, kamu dari mana aja? Kenapa kamu harus pergi sama laki-laki ini sih hah?” ucap Tommy yang langsung megintrogasi Alya.
“Kenapa emang? Kayaknya kamu udah ga punya hak lagi ngatur aku mau pergi sama laki-laki manapun juga!” balas Alya dengan ketus.
__ADS_1
“Al, kok kamu bilangnya gitu sih? Kamu ini tunangan aku, ya pasti lah aku ngelarang kamu keluar sama laki-laki lain selain aku.”
“Oh, aku ga boleh keluar sama laki-laki lain tapi kamu dengan bebasnya bawa cewek keluar masuk kamar kamu?” tanya Alya.
Tommy tidak terkejut lagi mendengar ucapan Alya, dia tau kalau Alya pasti tau sesuatu tentang hubungannya dengan Teresa, tapi sebisa mungkin Tommy berusaha untuk mengelak dan mencari alasan.
“Tidak Al, kamu mengatakan hal yang kamu lihat waktu di apartmentku? Itu semua tidak sesuai dengan apa yang kamu pikirkan Al.” ucap Tommy.
“Apanya yang tidak seperti di pikiranku Tom? Memang apa yang di lakukan seorang pria dan wanita di dalam satu kamar sambil tertawa mesra?” tanya Alya.
“Waktu itu Tere baru saja menemaniku membeli hal-hal yang di butuhkan untuk pertunangan kita, dia kan sahabat kamu jadi aku yakin dia pasti tau selera kamu makanya aku meminta bantuannya.” Jelas Tommy.
Wajah Alya berubah, yang tadinya kesal seketika langsung menatap tidak percaya kepada ucapan Tommy.
“Benarkah? Kalian berdua hanya menyiapkan perlengkapan pertunangan?” tanya Alya seperti percaya dengan ucapan Tommy.
Hal itu membuat Arsenio mengerutkan keningnya sambil menatap ke arah Alya dari belakang, sedangkan Tommy yang merasa mendapatkan kepercayaan Alya kembali langsung tersenyumpenuh kemenangan dan mengangguk dengan cepat.
“Iya Al, iya sayang, kemarin itu Tere hanya membantuku untuk menyiapkan acara pertunangan kita, kita berdua sama sekali tidak memiliki hubungan lebih dari teman.” Ucap Tommy kembali meyakinkan.
“Jadi selama ini aku hanya salah paham saja?” tanya Alya yang langsung di balas anggukan oleh Tommy.
“Jadi kalian berdua tidak selingkuh?” tanya Alya kembali yang lagi-lagi hanya di balas anggukan oleh Tommy.
“Tapi gimana ya, aku udah ga mau lagi sama kamu soalnya aku udah punya pengganti kamu.” Ucap Alya dengan santainya.
“A-apa? Maksud kamu apa Al?” tanya Tommy yang tidak mengerti dengan maksud ucapan Alya.
“Apa ucapanku tadi kurang jelas Tom? Aku sudah memiliki laki-laki yang lebih dari segalanya dari pada kamu, aku sudah tidak membutuhkanmu lagi saat ini jadi kamu dan Tere bisa bersama.” Ucap Alya dengan santainya.
__ADS_1
“Tidak, aku dan Tere tidak memiliki hubungan apa-apa jadi untuk apa kita bersama Al? aku hanya ingin bersamamu saja.” Ucap Tommy.
“Maaf Tom, tapi aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini Tom.. Terimakasih karena kamu sudah mengajarkan aku banyak hal, mengajarkan aku tentang mencintai seseorang sampai terlihat bodoh, mengajari aku tentang sakitnya sebuat pengkhianatan, terimakasih.” Ucap Alya sambil tersenyum.