DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 84


__ADS_3

Alya sedang menyiapkan makan malam untuk dia, anak-anaknya dan juga Arsen, Alya berenca untuk memberitahu anak-anaknya tentang rencananya dan Arsen yang ingin kembali bersama dan membawa serta mereka kembali ke Belanda.


Setelah semua siap, Alya segera mengirim pesan kepada Arsen, lalu dia memanggil kedua anaknya yang ada di dalam kamar mereka masing-masing.


“Papa!” seru May dan Jay saat melihat Arsen yang sudah berada di meja makan dengan pakaian santai dan senyum lebarnya.


“Hai anak-anak papa.” Balas Arsen.


Rasanya sangat bahagia melihat anak-anaknya yang sudah semakin besar dan lebih menyenangkan lagi karena mereka berdua sudah mulai membuka hati untuknya.


“Wah, hidangannya banyak banget ma mau ada pesta?” tanya May kepada mamanya.


“Yah bisa di bilang begitu, karena ada yang mau mama bicarakan sama kalian.” Balas Alya yang membuat kedua anaknya mengerutkan keningnya dan saling memandang satu sama lain.


Akhirnya makan malam pun berlangsung dengan tenang karena memang Alya tidak pernah mengijinkan anak-anaknya makan sambil berbicara, selain tidak sopan, hal itu juga bisa membuat mereka tersedak.


Sampai akhirnya makan malam pun selesai, May dan Jay sudah siap untuk mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh mama mereka dengan serius.


“Oke, karena sudah selesai semua mama boleh kan ngomong?” tanya Alya yang di balas anggukan oleh keduanya.

__ADS_1


“Kenapa muka papa sama mama serius beitu sih? May jadi takut deh, kalian musuhan lagi ya?” tanya May tiba-tiba.


“Engga, kita ga musuhan lagi kok sayang.” Sahut Arsen.


“Terus papa sama mama kenapa serius banget mukanya? Terus juga saling liat-liatan, kan May jadi penasaran.” Ucap May.


“Jadi sebenarnya, mama dan papa memutuskan untuk kembali bersama, kami akan menikah lagi.” Ucap Alya yang membuat May dan Jay terkejut bahkan kedua matanya melotot sempurna.


“Beneran ma?” tanya May dan Jay secara bersamaan dan sangat kompak.


“Iya sayang, kalian berdua tau kan kenapa papa dan mama harus menikah lagi?” tanya Alya.


“Anak pintar!” puji Arsen sambil tersenyum bangga.


“May mau dandan yang cantik, May mau nganter mama ke atas pelaminan nanti.” Ucap May dengan semangat.


“Jay juga, Jay juga mau jadi pendamping papa nanti.” Sahut Jay.


“Tentu saja sayang, kalian berdua yang akan mendampingi papa dan mama.” Balas Alya.

__ADS_1


May dan Jay saling bertatapan, keduanya sangat senang sampai jingkrak-jingkrak di kursi mereka masing-masing sambil beberapa kali melakukan tos layaknya orang yang sudah berhasil menjalankan misi.


“Stop dulu, mama juga masih punya pengumuman pening yang lain.” Ucap Alya yang membuat kedua anak kembarnya itu seketika menjadi diam.


“Apa itu ma?” tanya Jay.


“Papa dan mama akan mengadakan acara pernikahan di Belanda sekaligus kita semua akan pindah ke sana setelah kelulusan kalian.” Jelas Alya.


Mendengar ucapan Alya membuat May dan Jay diam sesaat lalu saling menatap satu sama lain. Keduanya senang karena mereka akan mendapatkan keluarga yang utuh, tapi mereka masih belum terima kalau harus pindah ke tempat yang baru.


“Emang papa sama mama ga bisa menikah dan tinggal di sini aja?” tanya May.


“Papa tau kalian butuh waktu buat menerima semuanya, papa juga ga maksa kalian harus mau pindah kok, papa dan mama akan menunggu sampai kalian berdua siap.” Jelas Arsen.


“Tapi May mau papa dan mama menikah secepatnya.” Ucap May sambil menundukkan kepalanya.


“Kami juga akan menikah setelah kalian lulus, masih ada waktu beberapa bulan lagi untuk kalian berpikir, jadi pikirkanlah baik-baik sebelum memutuskan untuk pindah atau tidak oke?” ucap Arsen yang tidak ingin memaksa kedua anaknya untuk ikut bersamanya.


“Oh iya, besok pagi-pagi sekali papa akan kembali ke Belanda untuk mengurus beberapa pekerjaan, jadi besok pagi papa ga bisa sarapan di sini sama kalian.” Lanjut Arsen.

__ADS_1


“Apa!?” teriak May dan Jay yang terkejut dengan kabar kembalinya sang papa ke Belanda.


__ADS_2