
Seketika ponsel yang ada di tangan Alya terjatuh dan tubuh Alya seketika bergetar hebat sambil tangan kanannya memegang dadanya yang terasa sesak.
Sedangkan di sisi lain, Teresa tersenyum puas mendengar percakapan di dalam video itu.
“Rasain lo! Sekarang lo yang terpuruk Alya.” Gumam Teresa sambil tersenyum puas.
***
Teresa keluar dari persembunyiannya dan segera menghampiri Alya yang masih berusaha untuk mengatur napasnya yang terasa sesak.
Prok,, prok,, prok.. suara tepuk tangan dari Teresa membuat Alya langsung mengalihkan pandangannya dan terkejut saat melihat keberadaan Teresa.
“Ini adalah karma Alya, kamu terlalu sombong Alya, kamu meninggalkan Tommy dan membuat keluarganya bangkrut dan membuat hidupku ikut sengsara.” Ucap Teresa.
Alya tidak mengatakan apa-apa, yang dia lakukan hanya menangis sambil menahan sesak di dadanya. Akhirnya Alya berlari meninggalkan Teresa yang terus berbicara tidak jelas.
Alya terus berlari meninggalkan pesta tanpa mengatakan apa-apa kepada Arsen, Alya sendiri pun tidak tahu mau ke mana, kalau pulang atau ke apartmentnya sendiri Arsen pasti akan tahu dan menghampirinya, jadi dia hanya berjalan tanpa arah tujuan dengan air mata yang bercucuran.
Alya terus berjalan sampai petir bergemuruh membuat Alya semakin ketakutan, dan tiba-tiba saja hujan deras turun padahal tadi cuaca masih terlihat cerah tanpa mendung sama sekali. Hujan saat itu seperti mengerti kalau Alya sedang tidak baik-baik saja.
“Hiksss,, hikss,, kenapa? kenapa aku harus mengalami patah hati untuk kedua kalinya?” ucap Alya yang terus berjalan dengan lunglai.
Tinnn,, tinnn.. Suara klakson mobil terus berulang kali di sebelah Alya, namun Alya sama sekali tidak mendengarnya dan memutuskan untuk terus berjalan tanpa memperdulikan suara klakson yang terus berbunyi.
“Kak! Kak Al!” teriak seseorang yang akhirnya membuat Alya menoleh ke asal suara.
Alya menyipitkan kedua matanya untuk melihat siapa yang memanggilnya, karena pemandangannya terhalang oleh air hujan yang terus mengalir melewati wajahnya.
Orang yang memanggil Alya pun langsung keluar dari mobil menggunakan payung dan langsung menghampiri Alya dan memayunginya agar tidak kehujanan.
“Kak, kakak kenapa hujan-hujanan begini sih?” tanya wanita itu yang tidak lain adalah Lili.
__ADS_1
“Li? Hikkss,, Li,, kenapa kamu ada di sini? Hikss..” ucap Alya yang berusaha untuk menghentikan tangisannya.
“Ayo masuk ke dalam mobil aja ya kak.” Ucap Lili yang tidak banyak bicara dan langsung mengajak Alya masuk ke dalam mobil.
Liliana adalah orang yang sangat mengerti perasaan orang lain, jadi dia tidak banyak bertanya dan langsung menyuruh Alya masuk ke dalam mobil agar tidak kehujanan dan malah berujung sakit.
Sepanjang perjalanan Lili pun tidak bertanya apapun kepada Alya karena dia ingin Alya untuk menenangkan diri lebih dulu.
“Kakak mau ke mana?” tanya Lili sambil menoleh ke arah Alya.
“Ke mana aja asal ga kembali.” Balas Alya dengan tatapan lurus ke depan.
Lili tau pasti Alya membutuhkan tempat untuk menenangkan dirinya, jadi Lili memutuskan untuk membawa Alya ke apartmentnya yang ada di sana.
“Ayo turun kak, ini adalah apartmentku.” Ucap Lili saat mereka sudah tiba di parkiran apartment Lili.
Alya melihat ke luar lebih dulu lalu dia menoleh ke arah Lili dengan tatapan yang penuh dengan kecurigaan.
“Kakak tenang saja, aku tidak akan mengatakan kepada siapa pun kalau kakak ada di apartmentku.” Ucap Lili yang sudah mengerti dengan ekspresi yang di tunjukkan oleh Alya.
“Ayo kak keluar, aku akan meminjamkan pakaian untuk kakak agar kakak tidak masuk angin.” Ajak Lili.
Alya pun segera menuruti ucapan Lili dan mengikuti Lili dari belakang sampai akhirnya mereka tiba di apartment Lili.
Lili segera menyuruh Alya untuk masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian yang sudah di siapkan oleh Lili.
Alya benar-benar seperti orang yang tidak punya kehidupan, tatapannya kosong saat mengikuti perintah Lili untuk mengganti pakaian.
Lili sengaja meninggalkan Alya untuk mengganti pakaiannya sendiri karena dia juga ingin menyiapkan teh hangat untuk istri sepupunya itu.
Namun saat Lili sudah selesai membuatkan teh hangat untuk Alya, dia heran karena Alya tidak kunjung keluar dari kamarnya. Akhirnya Lili memutuskan untuk menghampiri Alya.
__ADS_1
“Kak, kakak baik-baik saja kan?” tanya Lili sambil mengetuk pintu kamarnya.
Namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam, akhirnya Lili langsung membuka pintu kamarnya yang memang tidak di kunci, ternyata dia tidak bisa menemukan Alya di dalam kamarnya, dan sudah bisa di pastikan kalau Alya pasti berada di dalam kamar mandi.
Lagi-lagi Lili mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil-manggil nama Alya beberapa kali namun tidak ada jawaban sama sekali, akhirnya Lili mencoba untuk menempelkan telinganya di pintu kamar mandi untuk mendengar apakah ada suara di dalam.
Lili semakin khawatir saat dia tidak mendengar suara apapun dari dalam kamar mandi, dan dengan segera Lili langsung membuka pintu kamar mandi yang untungnya tidak di kunci. Lili terkejut saat melihat Alya sedang berada di bath up.
Namun yang membuat Lili terkejut bukanlah hal itu tapi karena kepala Alya masuk ke dalam air dan sepertinya tidak bernapas.
“Kak Al!!!” teriak Lili yang langsung berlari dan menarik tangan Alya dari bath up.
“Yaampun Lili, kamu kok bikin kaget sih?” ucap Alya yang tiba-tiba membuka matanya.
“Kakak, apa yang kakak lakukan?” tanya Lili sambil berusaha untuk mengatur napasnya.
“Aku ga lakuin apa-apa kok cuma mau berendam aja.” Balas Alya dengan santainya.
“Haaaah,, ya ampun kak Al kenapa sih bikin orang jantungan?” ucap Lili.
“Kenapa emangnya? Ada yang salah?” tanya Alya.
“Aku kira kakak nekat dan mau bunuh diri tau!” ketus Lili.
“Bunuh diri? Hahaha, emangnya di mata kamu aku orang yang akan dengan mudahnya bunuh diri?” tanya Alya sambil tertawa sebentar.
“Tau ah, udah sana cepetan mandi dan pakai baju, masih banyak yang mau aku tanyakan sama kakak!” ucap Lili sambil memanyunkan bibirnya.
Lili langsung pergi begitu saja meninggalkan Alya yang masih berendam, sedangkan Alya hanya tersenyum melihat kekhawatiran yang di berikan oleh Lili.
Dia kembali melanjutkan ritual mandinya dengan cepat karena dia tahu Lili pasti benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
Dan benar saja, Lili memang sangat penasaran dengan apa yang terjadi kepada Alya sampai seperti itu.
Seperti saat ini dia terus duduk di tempat tidurnya sambil menunggu Alya keluar dari kamar mandi, entah dia ingin langsung mengintrogasi Alya atau dia di sana karena khawatir Alya akan melakukan hal nekat pada dirinya sendiri.