DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 58


__ADS_3

Akhirnya Alya pun selesai membersihkan diri, dia juga sudah memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Lili tadi.


“Kak Al? Kakak baik-baik saja?” tanya Lili saat melihat Alya sudah keluar dari kamar mandi.


“Aku tidak apa-apa kok.” Balas Alya yang berusaha untuk menutupi masalah yang sedang dia hadapi.


Karena bagaimana pun juga Lili adalah sepupu Arsen, tentu saja Lili pasti akan membela sepupunya.


“Kak, aku tau kakak ada masalah, aku janji tidak akan mengatakan apa-apa pada siapa-siapa.” Ucap Lili sambil menggenggam tangan Alya dengan lembut.


Alya lebih dulu menghela napas panjang sebelum akhirnya dia menceritakannya kepada Lili tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Tanpa bicara panjang lebar, Alya langsung mengambil ponselnya dan memberitahu video yang baru saja di kirim oleh orang yang tidak dia kenal kepada Lili.


Lili dengan serius melihat dan mendengar kata demi kata yang di ucapkan orang yang ada di dalam video itu, dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di tebak.


“Kak, aku tahu kalau orang yang ada di video itu adalah kak Arsen dan kak Anjali, tapi aku yakin sekali kalau kak Arsen sangat mencintai kakak.” Ucap Lili setelah selesai melihat video itu.


“Tidak Lili, aku yakin kalau Arsen hanya berpura-pura selama ini, semua yang dia lakukan untukku hanyalah pura-pura.” Ucap Alya yang tidak ingin lagi menerima pendapat siapa pun saat itu.


“Tidak kak, percayalah padaku, kak Arsen bukanlah laki-laki yang suka berpura-pura. Begini saja, bagaimana kalau kakak memantau lebih dulu sikap kak Arsen selama ini, toh kakak juga belum hamil kan?” ucap Lili.


“Terlambat Li, aku sudah sejak beberapa bulan ini memantau sikap Arsen, tapi malah bukti ini yang aku dapatkan, lagi pula aku... Saat ini aku sedang hamil.” Balas Alya.


“Aku mohon Lili, aku tahu kamu adalah sepupu Arsen, tapi sebagai wanita bisakah kamu mengerti dengan keadaanku?” ucap Alya sedikit memohon.


Mendengar ucapan Alya membuat Lili akhirnya menghela napas panjang berusaha untuk mengerti dengan keadaan alya dan tidak mengatakan apa pun lagi.


“Kakak sudah hamil? Kak Arsen mengetahui hal itu?” tanya Lili.


“Arsen tidak mengetahui apa pun tentang kehamilanku Li, jadi karena itu aku mohon padamu bantu aku untuk pergi dari negara ini.” Ucap Alya.


“Pergi dari negara ini? Kakak yakin?” tanya Lili.


“Aku yakin, aku harus yakin karena aku ingin melindungi anakku, dunia Arsen juga terlalu gelap Li, aku tidak mau anakku nantinya masuk ke dalam dunia gelap seperti Arsen.” Ucap Alya.


“Keluarga kakak bagaimana? Apa kakak tidak kasihan dengan mereka?” tanya Lili.

__ADS_1


“Aku akan mengirim mereka pesan untuk terakhir kalinya, aku ingin menjauh dulu dari semuanya sampai aku bisa mendidik anak-anakku dengan baik dan menjadi diri yang lebih baik lagi.” Ucap Alya.


“Bagaimana kalau kembali ke Indonesia kak? Di sana ada sepupu dari papi, aku akan meminta bantuannya untuk menjagamu selama kakak mengandung.” Ucap Lili.


“Apa aku tidak menyusahkan dia? Aku tidak ingin yang lain, aku hanya minta tolong untuk di carikan tempat tinggal dan pekerjaan saja, karena aku harus bekerja mulai dari nol lagi, terlebih aku tidak bisa bekerja dalam keadaan hamil karena kantor tidak menerima pegawai yang sedang mengandung.” Ucap Alya.


Tenang aja kak, percaya padaku dia pasti akan mengatur semuanya.” Ucap Lili.


“Aku juga memiliki keluarga di sana, aku takut mereka akan menemukanku.”


“Tidak akan, kita akan memulai untuk mengubah identitas kakak.” Ucap Lili.


Sebenarnya Lili tidak ingin melakukan apa yang di inginkan Alya, tapi ini semua demi kebaikan Alya dan anak di dalam perutnya, Lili akan membujuk Alya lagi nanti setelah dia menenangkan diri.


“Bisakah aku tidur di sini dulu hari ini? Besok aku akan meminta adikku untuk menjemputku.” Ucap Alya.


“Tentu saja, tidur lah di sini kak, tapi sebelum itu aku akan memesankan makan malam untukmu.” Ucap Lili.


“Tidak perlu, aku sempat makan beberapa camilan tadi di pesta.” Ucap Alya.


“Tapi kak, kamu harus makan malam demi anakmu, dia butuh asupan makanan juga.” Ucap Lili.


“Iya kak, aku punya roti kok ada di meja makan.”


“Kalau begitu aku akan makan roti saja kalau lapar, kamu tidurlah jangan perdulikan aku.” Alya menyuruh Lili untuk tidur, tapi Lili tidak bisa membiarkan Alya begitu saja.


“Kakak tidur di sini aja aku akan tidur di kamar sebelah, tapi biarkan aku di sini untuk menemani kakak sampai kakak tertidur.” Ucap Lili.


“Aku tidak apa-apa Li, percayalah aku tidak akan melakukan hal yang membuat anakku dalam bahaya.” Ucap Alya yang di balas anggukan oleh Lili.


Dengan terpaksa akhirnya Lili membiarkan Alya untuk tidur sendiri di dalam kamar walaupun sebenarnya hatinya sangat was-was.


***


Sedangkan di sisi lain, Arsen yang masih asik mengobrol dengan rekan bisnisnya itu baru tersadar saat Teresa kembali dan menggandeng tangan rekan bisnisnya itu.


“Kamu habis dari mana sayang?” tanya laki-laki yang sudah tidak muda lagi itu.

__ADS_1


“Aku habis melihat drama yang sangat seru.” Balas Teresa sambil tersenyum dan melirik ke arah Arsen.


Arsen tidak mengerti maksud dari lirikan Teresa, dia mengira wanita itu hanya berusaha untuk menggodanya saja. Tiba-tiba dia teringat kalau sudah terlalu lama meninggalkan Alya sendirian, terlebih di acara ramai seperti ini pasti Alya tidak nyaman berada di sana.


“Saya tinggal dulu tuan, saya harus menyusul pasangan saya.” Ucap Arsen yang langsung pamit pergi dari sana.


Teresa sengaja tidak mengatakan apa pun kepada Arsen, dia sekarang tahu kalau Arsen hanya berpura-pura menyukai Alya dan membuat Alya jatuh cinta kepadanya. Dan itu adalah kesempatan untuknya mendekati Arsen dan membuatnya jatuh cinta.


“Gue akan ngebuat hidup lo hancur Alya!” batin Teresa di dalam hatinya sambil melihat ke arah punggung Arsen yang sudah mulau menjauh.


Di sisi lain Arsen mulai mencari keberadaan Alya di taman maupun di kolam renang, namun tidak ada tanda-tanda dari Alya di mana-mana membuat Arsen mulai khawatir.


Dengan segera Arsen mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Alya, namun sayangnya ponsel Alya tidak aktif yang membuat Arsen semakin kelabakan.


“Al, kamu di mana?” gumam Arsen yang hanya bisa berjalan mondar mandir sambil mencoba untuk menghubungi Alya terus menerus.


Sampai akhirnya Arsen sadar kalau sesuatu pasti sudah terjadi, Arsen lebih dulu menghubungi keluarga Alya.


“Halo.” Ucap Arsen saat telfonya di angkat oleh Aciel.


“Halo kak? Ada apa?” tanya Aciel karena memang Arsn jarang sekali menghubungi Aciel kalau tidak terlalu penting.


“Apa Alya ada di sana?” tanya Arsen.


“Kak Al? Bukankah kak Al bersama kakak? Kenapa malah menghubungiku?” tanya Aciel.


“Ah begitu, masalahnya aku dan Alya memang sedang berada di pesta, tapi sepertinya dia jalan-jalan sampai aku tidak bisa menemukannya, aku pikir dia pulang ke sana karena memang jarak hotel dan rumah kalian dekat.” Jelas Arsen.


“Tidak ada kak Al sama sekali di sini kak, apa kakak dan kak Al sedang bertengkar?” tanya Aciel.


“Tidak, kami baik-baik saja kok.” Balas Arsen.


“Mungkin kak Al mencari camilan kak, biasanya kak Al memang mencari camilan enak kalau berada di pesta.” Ucap Aciel.


“iya kamu benar, aku akan mencarinya ke dalam lagi.” Balas Arsen.


“Segera hubungi aku kalau ada sesuatu ya kak.” Ucap Aciel.

__ADS_1


“Hemm.” Balas Arsen yang langsung mematikan poselnya.


Setelah menghubungi Aciel dan ternyata tidak ada Alya di sana membuat Arsen semakin khawatir, malam itu hujan turun dan cuacanya sangat dingin, dia takut kalau Alya kedinginan di suatu tempat.


__ADS_2