DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 12 (MAKAN MALAM TERAKHIR)


__ADS_3

Hari pun mulai petang, pekerjaan Alya yang sebenarnya belum selesai pun terpaksa harus dia sudahi karena janjinya pada Tommy untuk makan malam bersama, awalnya Alya mau membatalkan makan malam itu, namun lagi-lagi Arsenio mengetahui niatnya dan langsung mengirim pesan kepadanya.


“Jangan berani berpikir untuk membatalkan makan malam kalian, hari ini adalah waktunya kamu terbebas dari laki-laki itu!” itu adalah isi pesan dari Arsenio.


Alya tentu saja langsung tergiur karena Arsenio mengatakan kalau hari ini adalah waktu kebebasannya dari pertunangan palsu itu. Jadi dia segera menutup laptopnya dan menyudahi kerjaannya yang masih tersisa beberapa yang belum terselesaikan.


“Pulang Al? Ga di selesein dulu kerjaannya?” tanya Tio.


“Engga Yo, gue ada janji makan malam, duluan ya.” Balas Alya sambil memakai tasnya.


Tio hanya mengangguk kecewa, dia kira malam ini dia akan lembur bersama Alya, tapi ternyata Alya memiliki janji makan malam yang Tio yakini pasti makan malam bersama tunangannya.


Walaupun acara pertunangan Alya dan Tommy di lakukan secara keluarga saja, tapi namanya bangkai tidak akan bertahan lama saat di sembunyikan dan akhirnya semua orang di kantor mengetahui kabar pertunangan Alya dan Tommy.


Alya segera menuju parkiran dan melajukan mobilnya menuju ke salon yang kemarin dia datangi bersama Arsenio, Arsenio yang menyuruh Alya untuk ke salon itu, padahal Alya sudah menolaknya dan mengatakan kalau dia akan berdandan dengan simple saja, namun Arsenio menolak dengan keras.


“Selamat datang nona.” Sambut semua karyawan hotel saat Alya baru saja menutup pintu mobilnya kembali.


Alya menoleh ke kanan dan ke kiri, dia ingin tau apakah ada Arsenio di sini sampai dia di sambut seperti itu, tapi ternyata laki-laki itu tidak ada, dan bisa di pastikan kalau Arsenio yang menghubungi mereka dan mengatakan kalau Alya akan datang.


“Kalian tidak perlu menyambut ku seperti itu.” Ucap Alya.


Dia merasa tidak nyaman kalau harus di sambut seperti itu, art dan pekerja yang ada di rumahnya saja tidak dia ijinkan menyambut seperti itu, dan sekarang dia malah mendapat perlakuan itu dari salon yang baru dua kali ini dia datangi.


“Anda adalah wanita spesial untuk tuan Arsenio, tentu saja anda spesial untuk kami juga nona.” Ucap manager salon tersebut.


“I’m not special.” Ucap Alya dengan pelan.


Alya segera di bimbing untuk duduk di salah satu kursi yang terlihat seperti kursi khusus pelanggan VVIP saja, karena kursi itu sangat mewah berbeda dari kursi yang lainnya.


Alya hanya diam mendapatkan sentuhan demi sentuhan yang di berikan oleh pelayan salon tersebut, dia tidak ingin membuang waktu dengan banyak bertanya dan membantah.

__ADS_1


Kali ini Alya di dandani dengan tampilan yang simple, dia memakai baju crop top berwarna ungu dan hotpants berwarna putih.


Benar-benar berbeda dari penampilannya, walaupun dia adalah desainer tapi dia tidak suka memakai pakaian yang membuatnya menjadi perhatian orang lain, namun kali ini dia terima saja saat di suruh memakai pakaian itu, Alya tau kalau ini adalah terakhir kalinya dia menjadi tunangan Tommy dan dia akan memakai pakaian terbaik.


Walaupun simple, tapi penampilan Alya malam ini sangat mengagumkan, semua orang merasa jatuh cinta kepada Alya yang terlihat sangat cantik.


“Wah, anda cantik sekali nona..”


“Tuan Arsen akan jatuh cinta untuk ke sekian kalinya kepada anda nona."


"Anda adalah wanita yang sempurna nona, cantik rupa dan hatinya."


Begitulah pujian-pujian yang di lontarkan oleh para karyawan salon tersebut yang membuat Alya geleng-geleng kepala.


Namun Alya memilih untuk diam saja dan tersenyum menanggapi semua pujian yang di lontarkan semua orang.


Setelah di rasa selesai, Alya segera berangkat menuju restoran yang sudah di kirim lokasinya oleh Tommy.


Dan di sinilah Alya, di parkiran salah satu restoran yang cukup mewah di kota mereka.


beberapa kali Alya menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar karena merasa enggan untuk masuk ke dalam restoran tersebut. Namun setelah beberapa saat akhirnya Alya turun dari mobil mewah pemberian papinya yang selama ini dia museumkan di garasi rumah orang tuanya karena menurutnya mobil itu terlalu mewah untuknya.


Semua orang yang ada di restoran itu baik pelayan maupun tamu di sana semua memusatkan penglihatan mereka kepada Alya yang saat ini sedang berjalan dengan sangat keren.


Semuanya terpesona dengan kecantikan Alya, walaupun terlihat sangat santai tapi tetap saja tidak mengurangi kecantikannya.


“Selamat malam nona, reservasi atas nama siapa?” tanya pelayan yang ada di depan pintu dengan ramah.


“Atas nama Tommy.” Balas Alya dengan ramah.


“Silahkan ikuti saya nona.”

__ADS_1


Pelayan tersebut langsung mengantar Alya ke meja yang sudah ada seseorang menunggu di sana. Namun saat Alya sedang berjalan menuju mejanya, dia terkejut saat melihat Arsenio sedang duduk di meja yang berada tidak jauh dari mejanya dan Tommy.


Alya menatap tajam ke arah Arsenio, sedangkan Arsenio menatapnya dengan tersenyum sinis dengan alis yang naik sebelah.


“Silahkan nona.” Ucap pelayan tersebut mempersilahkan Alya untuk duduk.


Tommy yang sudah menunggu langsung menganga dan berdiri tanpa sadar menyambut kedatangan Alya.


“Al? Kamu cantik sekali hari ini.” Ucap Tommy dengan ekspresi yang masih melongo.


Alya hanya tersenyum tipis lalu duduk di hadapan Tommy sambil menyilangkan kaki kanannya di atas paha kirinya dengan anggun.


Tommy segera duduk di kursinya kembali lalu dia segera memanggil pelayan dan mulai memesan makanan.


“Kamu mau makan apa sayang?” tanya Tommy.


Mendengar panggilan sayang yang di lontarkan Tommy benar-benar membuat Alya mual dan ingin sekali dia menyiram laki-laki di hadapannya itu dengan air putih yang ada di meja mereka.


“Apa saja terserah padamu.” Balas Alya dengan senyum yang di paksakan.


Akhirnya Tommy memesankan makanan dan minuman yang sama dengannya, lalu keduanya hanya diam saat pelayan tersebut sedang memproses pesanan mereka.


“Apa kamu sangat sibuk di kantor? Kita jarang sekali bertemu bahkan berkomunikasi, lebih tepatnya kamu selalu saja beralasan sedang menyelesaikan pekerjaan.” Ucap Tommy memulai pembicaraan.


“Aku tidak beralasan, memang kantor ku sedang sibuk sekarang karena akan ada launching model pakaian terbaru untuk musim panas ini.” Jelas Alya.


“Jika kau sibuk terus, lalu kapan kita akan mempersiapkan pernikahan kita?” tanya Tommy dengan serius.


“Ah aku baru ingat kalau dua hari lagi hari pernikahan kita ya? Orang tuaku juga belum mengatakan apapun tentang persiapannya.” Ucap Alya dengan santainya.


“Apa?! Bukankah katanya orang tuamu yang akan mengurus semuanya? Kenapa belum ada persiapan? Pernikahan kita hanya tinggal dua hari saja Alya!” ucap Tommy dengan nada yang mulai meninggi.

__ADS_1


Alya tidak percaya kalau Tommy berteriak padanya, seperti seseorang yang akan kehilangan jackpot yang sudah ada di depan mata membuat Alya semakin kesal di buatnya.


__ADS_2