DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 46


__ADS_3

Setelah berjalan menyusuri hutan mini itu akhirnya Alya dan Arsen kembali ke villa mereka bersama-sama dengan bergandengan tangan.


Melihat Alya dan Arsen sudah datang membuat Ferdinand dan Daisy berdiri untuk melihat mereka, namun saat Ferdinand mau menghampiri mereka berdua, Daisy langsung menghentikannya.


“Tidak usah khawatir, lihatlah mereka bergandengan tangan, dan itu tandanya mereka sudah berbaikan sekarang.” Ucap Daisy.


Ferdinand mengalihkan pandangannya ke arah tangan Alya dan Arsen, lalu dia bisa bernafs lega melihat keduanya sudah berbaikan bahkan bergandengan tangan.


Saat Alya dan Arsen masuk ke dalam villa, keduanya terkejut karena ada Ferdinand dan Daisy di dalam villa mereka.


“Loh kak Ferdi sama kak Daisy ada di sini?” tanya Alya.


“Kalian berdua nunggu kita?” sambung Arsen.


“Tuan Ferdi khawatir tuan akan membuat nona Alya ketakutan tuan.” Balas Daisy.


“Ketakutan kenapa? emangnya aku bakal gigit dia?” tanya Arsen menatap dengan tajam ke arah Ferdinand.


“Bukan karena itu, tapi kamu kan suka maksa orang buat nurutin apa yang kamu mau, kalo Alya nolak nanti kamu malah maksa dia dan buat Alya ketakutan.” Jelas Ferdinand.


Mendengar penjelasan dari Ferdinand membuat Arsen kesal, namun Alya yang sudah tau kalau Arsen adalah orang yang pemaksa hanya mengangguk setuju.


“Kamu kok ngangguk?” tanya Arsen yang melihat Alya mengangguk.


“Karena emang kamu suka maksa, jadi aku setuju dengan ucapan kak Ferdi, untung tadi kamu ga maksa aku, kalo maksa yang ada aku kabur.” Balas Alya.


Arsen hanya memanyunkan bibirnya, lalu memalingkan wajahnya menatap tajam ke arah Ferdinand membuat yang di tatap tajam itu langsung mengalihkan pandangannya.


“Kalian belum sarapan kan? Kita sarapan ber empat aja di halaman villa ini yuk.” Ajak Ferdinand mengalihkan pembicaraan.


“Boleh tuh kak, aku siapin mejanya dulu ya biar ga kotor.” Balas Alya dengan semangat.


“Aku aja nona Al, lebih baik kamu beristirahat saja.” Sahut Daisy.


“Kak, bisa ga di luar kantor jangan panggil aku pake kata nona? Panggil Alya aja sama kayak kak Ferdi manggil aku.” Protes Alya kepada Daisy.

__ADS_1


“Baiklah aku akan berusaha.” Balas Daisy sambil tersenyum.


“Ayo kak, aku bantu bersihin, biar Arsen sama kak Ferdi yang ngambil sarapan buat kita.” Ajak Alya sambil menggandeng tangan Daisy dan menariknya ke halaman depan.


Melihat Alya dan Daisy sudah berjalan keluar, Arsen dan Ferdinand saling memandang satu sama lain karena tidak tau harus melakukan apa.


“Kenapa kita jadi lihat-lihatan begini?” tanya Ferdinand.


“Terus kita harus apa?” tanya Arsen.


“Ya keluar minta kepala koki menyiapkan sarapan untuk kita.” Balas Ferdinand.


“Oh iya kamu benar!” sahut Arsen yang langsung berjalan ke arah tempat makan.


Ferdinand hanya bisa menggelengkan kepala, dia tidak percaya sang bos besar seperti Arsen bisa bertingkah bodoh juga.


Daisy terus menatap ke arah Alya yang fokus merapihkan kursi taman, sesekali dia tersenyum menganggumi wajah cantik Alya yang terlihat sempurna.


Alya yang menyadari kalau sejak tadi Daisy sedang melihatnya langsung menoleh dengan wajah penuh tanda tanya.


“Kamu sangat cantik Al, pantas saja tuan Arsen bisa langsung jatuh cinta padamu, aku yang perempuan saja sudah jatuh cinta padamu.” Ucap Daisy.


“Apaan sih kak, kenapa kakak tiba-tiba jadi gombal sih?” ucap Alya yang tersipu malu.


“Aku serius loh Al.” balas Daisy.


“Terimakasih kak, kakak juga sangat cantik dan seksi, kalau kita tidak dekat mungkin aku bisa cemburu sama kakak loh.” Ucap Alya.


“Cemburu? Kenapa harus cemburu?” tanya Daisy heran.


“Kalo di novel-novel kan suaminya selalu selingkuh sama sekretaris pribadinya kak, untung saja waktu pertama kali kita bertemu aku masih belum ada rasa sama Arsen, jadi aku ga curiga hehe.” Jelas Alya dengan polosnya.


Mendengar ucapan polos Alya membuat Daisy tertawa, entah kenapa Alya sangat menggemaskan sampai dia ingin mencubit pipinya yang merah itu.


“Kamu ini kebanyakan baca novel ya? Bisa-bisanya kehidupan pribadi di samain sama novel, ya walaupun di kehidupan ini juga banyak yang seperti itu, tapi percayalah tuan Arsen tidak seperti itu.” Jelas Daisy.

__ADS_1


“Bagaima Arsen di mana kakak?” tanya Alya.


“Hemmm, awalnya aku memang terpesona sama ketampanan dan kegagahan tuan Arsen, aku juga sempat memiliki pikiran untuk mendekati tuan Arsen, yah anggap saja sambil menyelam minum air.” Jelas Daisy.


“Tapi semakin ke sini aku semakin tahu kalau tuan Arsen sangat mencintai kekasihnya, walaupun banyak wanita yang berusaha mendekati dan memang sesekali tuan Arsen sepertinya juga suka ‘jajan’ di luar.”


“Tapi dengar-dengar hanya bermain main saja sih, hanya sebatas main-main saja kok, aku yakin tuan Arsen tidak melakukan hal yang di luar batas, karena aku sering mendengar teman-temannya selalu mengejek Arsen karena tidak mau berhubungan dengan para wanita malam.” Jelas Daisy.


“Kalau Arsen memang secinta itu, bukankah tandanya sampai saat ini Arsen masih mencintai Anjali kak?” tanya Alya.


“Sepertinya begitu, tapi selama ini mereka tidak pernah bertemu, mereka hanya saling menghubungi lewat ponsel itupun jarang karena jadwal mereka yang selalu sahut-sahutan.” Balas Daisy.


Alya hanya mengangguk-angguk mengerti dengan yang di jelaskan oleh Daisy lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


“Kamu juga harus bersiap untuk kedepannya Al.” ucap Daisy yang membuat Alya menghentikan pekerjaannya.


“Bersiap untuk apa kak?” tanya Alya.


“Bersiap dengan banyaknya wanita yang akan menggoda tuan Arsen, kamu harus kuat dan tidak boleh mudah cemburu dengan wanita yang tiba-tiba mendekati tuan Arsen.” Ucap Daisy.


Daisy tersenyum saatmelihat Alya yang hanya diam seperti mencermati maksud dari ucapannya.


“Tuan Arsen adalah laki-laki sukses dan tampan Al, siapa yang tidak mengenal tuan Arsen? Banyak wanita yang mengantri untuk menggodanya, bahkan mereka tidak akan segan untuk menjebak tuan Arsen agar mau tidur dengan mereka.”


“Kamu harus kuat dengan semua itu, kamu harus percaya dengan tuan Arsen, jangan malah menjauhinya atau meninggalkannya karena itu akan membuat para wanita itu semakin merdeka.” Jelas Daisy.


“Ah begitu ya kak? Aku tidak tau apa kedepannya aku kuat jika yang di katakan kak Daisy terjadi, tapi untuk saat ini sepertinya aku masih belum kuat kak, karena melihat Arsen dan mantannya tadi saja sudah membuatku kesal dan pergi begitu saja.” Balas Alya.


“Makanya aku ngasih tau kamu biar kedepannya kamu lebih menguatkan mental untuk menghadapi hal-hal seperti tadi.” Ucap Daisy.


“Siap bos!” seru Alya sambil mengangkat tangan kanannya seperti hormat.


Daisy tersenyum mendengar ucapan Alya, lalu dia kembali membantu Alya merapihkan meja sampai akhirnya Arsen dan Ferdinand datang bersama dengan kepala koki yang membawa makanan mereka menggunakan kereta khusus untuk mengantar makanan.


“Tepat waktu! Makanannya sudah datang.” Ucap Daisy yang di balas anggukan oleh Alya.

__ADS_1


__ADS_2