
Salah satu karyawan sedang menyiapkan presentasi yang akan di perlihatkan kepada Arsenio dan Alya, sedangkan kedua orang itu sudah duduk di kursi yang memang di siapkan untuk mereka, dan karyawan yang lain berdiri semua dengan perasaan was-was.
“Kalian semua duduklah, santai saja aku tidak se kejam Arsen kok.” Ucap Alya sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Alya membuat semua orang menatap kaget dan beberapa orang menatap tidak suka karena Alya tidak sopan sekali memanggil atasan mereka tanpa sebutan tuan.
“Kenapa mereka melihatku seperti itu.” Bisik Alya kepada Arsenio yang ada di sebelahnya.
“Tentu saja mereka melihatmu begitu, mereka tidak tau kamu siapa tapi berani memanggil namaku tanpa embel-embel apapun.” Balas Arsenio.
“Ah begitu ya...”
“Apa perlu aku buat pengumuman kalau kamu adalah istriku? Mereka pasti akan terkejut dan langsung tunduk padamu.” Ucap Arsenio.
“Tidak! Aku tidak mau mereka menerima pendapatku nanti hanya karena statusku sebagai istrimu.” Balas Alya dengan cepat.
Semua orang masih menatap Alya dengan tatapan aneh, Arsenio yang melihat hal itu langsung berdehem membuat semua orang langsung duduk di tempat mereka masing-masing kecuali dua orang yang kursinya di pakai oleh Arsenio dan Alya, mereka berdua tetap berdiri di depan untuk mempresentasikan desain pakaian mereka.
Presentasi pun di mulai, Alya dan Arsenio sama-sama menyimak dengan serius detail demi detail yang di tunjukkan di layar, Alya bahkan menulis kekurangan apa yang ada di desain mereka agar nanti dia mudah untuk menjelaskannya.
Akhirnya presentasi pun selesai, setelah karyawannya selesai mempresentasikan desain mereka, Arsenio menyuruh Alya untuk maju ke depan dan mulai memberikan masukannya kepada semua orang.
Awalnya Alya gugup, tapi dia tidak mau di remehkan apa lagi jika semua orang sudah tau kalau dia adalah istri seorang Arsenio, Alya tidak ingin membuat Arsenio malu.
Alya pun mulai memberikan masukannya, dia menjelaskan secara rinci tentang warna pakaian, model pelipit yang harus di tambahkan agar tidak sama dengan pakaian yang sudah ada, dia juga memberitahu bahan apa yang bagus untuk di gunakan agar pakaian itu terasa nyaman dan masih banyak lainnya.
Mendengar semua penjelasan dari Alya membuat para karyawan yang ada di sana terdiam, beberapa ada yang memuji karena penjelasan Alya sangat spesifik, dan ada beberapa orang juga yang tidak suka karena Alya terlalu hebat.
Sedangkan Arsenio yang sejak tadi duduk sambil memperhatikan penjelasan Alya dengan serius seketika langsung tersenyum sambil bertepuk tangan membuat yang lain menoleh ke arah Arsenio dan ikut bertepuk tangan.
__ADS_1
Alya hanya tersenyum melihat ke arah Arsenio lalu menganggukkan kepalanya sedikit untuk mengatakan kalau dia baik-baik saja dan penjelasannya sudah selesai.
“Bagus! Inilah yang aku inginkah, aku tidak menyalahkan kalian semua, mungkin kalian memang lelah sampai tidak bisa melihat kesalahan-kesalahan kecil.” Ucap Arsenio.
“Tidak tuan, kami tidak lelah sama sekali.” Ucap kepala divisi dengan cepat di balas anggukan oleh yang lainnya.
“Mereka semua lelah, makanya kamu harus memberi mereka semua tiket berlibur untuk merefresh otak mereka.” Sahut Alya yang membuat semua menoleh ke arah Alya dengan mata yang membesar.
Mereka semua tidak percaya Alya malah menyuruh Arsenio yang tidak pernah memberi libur itu memberikan mereka tiket liburan, mungkin bukan liburan yang seperti itu yang akan mereka dapat, tapi liburan untuk selama-lamanya.
“E-engga tuan, kami tidak butuh liburan, sebaliknya kami akan semakin bekerja keraqs agar hal semacam ini tidak terulang kembali.”
“Apa yang di katakan istriku benar, kalian semua harus berlibur dan saat ini aku sedang berbaik hati untuk memberi kalian liburan ke Bali?” ucap Arsenio.
Semua orang di sana tidak percaya dengan ucapan Arsenio, Bali? Bali adalah daerah yang terkenal dengan tempat wisata dan keindahan alamnya, tentu saja mereka yang bertahun-tahun tinggal di Belanda sangat antusias dengan liburan yang akan mereka dapatkan.
Tapi tunggu! Apa yang tadi Arsen katakan? Istri? Ya, Arsen jelas-jelas mengatakan istri tadi dan membuat seisi ruangan geger.
Alya sendiri pun tidak percaya kalau Arsenio tiba-tiba saja mengenalkannya di hadapan para karyawan dengan cara seperti itu.
“Ya, istriku, dia adalah istriku Alya Pradipta Adibrata, wanita cantik yang sangat hebat.” Ucap Arsenio mengenalkan Alya kepada semua orang.
“N-nona, m-maafkan kami karena tidak tau kalau anda adalah istri tuan Arsen.” Ucap kepala divisi yang merasa bersalah.
“Tidak masalah, kalau kalian tahu aku adalah istri Arsen pasti kalian akan sungkan padaku kan?” balas Alya.
“Tidak nona, kami bukan orang yang seperti itu kok.”
“Sudahlah, selesaikan desain kalian, minggu ini kalian akan langsung berangkat ke Bali khusus untuk divisi fashion desain.” Ucap Arsenio yang membuat semua orang yang ada di sana bersorak gembira.
__ADS_1
Setelah memberi pengumuman seperti itu, Arsenio segera mengajak Alya untuk keluar dari sana dan kembali ke ruangannya.
Setelah Alya dan Arsenio pergi, semua karyawan saling menggosip karena kabar tentang pernikahan Arsenio adalah hal yang sangat menakjubkan, mereka mengira Arsenio akan menikah dengan Anjali yang sudah seringkali keluar masuk perusahaan ini, ternyata malah orang lain yang menikah dengan atasan mereka itu.
“Tapi untunglah tuan Arsen tidak jadi menikah dengan nona Anjali, dia sangat sombong dan arogan, dan aura tuan Arsen saat bersamanya juga sangat menyeramkan.” Ucap salah satu karyawan yang ada di sana.
“Ya kamu benar, istri tuan Arsen ini terlihat sangat baik dan juga sangat menghargai orang lain, bahkan dia menyuruh kita untuk berlibur dan tuan Arsen langsung menyetujuinya.” Balas yang lain.
“Iya benar, bukan hanya baik, dia juga sangat pintar dan desainnya juga sangat bagus.”
“Apa dia seorang desainer hebat?”
“Tapi aku tidak pernah melihat atau mengetahuinya.”
“Banyak desainer yang tidak ingin di publish, dan mungkin dia adalah salah satunya.”
Yang lain hanya menganggukkan kepala setuju dengan semua yang mereka ucapkan, lalu akhirnya mereka semua kembali bekerja.
Sedangkan di ruangan lain, Arsen dan Alya sudah duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya.
Lalu tiba-tiba saja kedua mata Alya terbuka lebar dan dia segera bangun dari sandarannya dan menoleh ke arah Arsenio.
“Tapi kenapa harus ke Bali? Kan banyak tempat yang bagus untuk berlibur.” Ucap Alya.
“Mereka akan sangat menyukai Bali, aku tau kamu seringkali ke Bali jadi aku ingin ikut berlibur dengan mereka dan menjadikanmu pemandu wisata pribadiku.” Ucap Arsenio.
“Kita juga ikut berlibur?” tanya Alya.
“Bukankah kita belum sempat berbulan madu? Ayo kita bulan madu di tempat indah itu.” Ucap Arsenio.
__ADS_1
“Tapi...”
“Jangan ada tapi-tapian, ayo kita merefresh otak dan hubungan kita.” Ucap Arsenio yang di balas anggukan oleh Alya.