
Sinar matahari mulai masuk ke dalam kamar dua sejoli yang semalam habis menumpahkan ribuan tetes keringat di atas ranjang yang panas membuat salah satunya membuka kedua matanya secara perlahan.
Alya berhasil membuka kedua matanya dengan sempurna, wanita itu tersenyum saat merasakan ada tangan kekar yang sedang memeluk pinggang rampingnya dengan posessif.
Bayangan tentang malam panas yang baru saja dia lewati bersama Arsen membuat pipi Alya kembali memerah karena malu.
FLASHBACK
“Aku ingin meminta hak ku, apa boleh?” tanya Arsen memberanikan diri.
Sebenarnya Arsen ragu untuk bertanya seperti itu kepada Alya, hanya saja dia benar-benar sudah di ujung tanduk dan tidak bisa di tahan lagi.
Alya menundukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, lalu dia mengangguk pelan menyetujui permintaan Arsen. Tentu saja hal itu membuat Arsen bahagia, dia segera menggendong Alya dan menaruhnya di atas tempat tidur dengan perlahan.
Arsen mulai menyentuh wajah Alya dengan lembut membuat Alya memejamkan kedua matanya sambil merasakan belaian lembut yang di lakukan Arsen.
Arsen benar-benar bisa membuat Alya di mabuk kepayang sampai tanpa sadar Alya melepaskan des4han yang sudah dia tahan tadi, hal itu malah membuat Arsen semakin berg4irah dan belaiannya semakin turun ke bagian inti yang sangat sensitif bagi Alya.
Des4han Alya semakin menggema membuat Arsen semakin agresif menelusuri setiap inci tubuh wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
“Stop aku mohon aku sudah tidak kuat.” Ucap Alya tanpa sadar.
Tentu saja itu membuat Arsen tersenyum tipis, dia kembali ke tempat semula dan mulai membuka celana tidurnya hingga terpampang nyata adik kecil Arsen yang sudah berdiri dengan gagahnya.
Alya melotot melihat adik kecil Arsen, entah dia takut atau malu atau mungkin dua duanya hingga pipinya semakin memerah.
“Kenapa sayang? Apa dia membuatmu takut?” tanya Arsen yang membuat Alya menganggukkan kepalanya tanpa sadar.
Arsen tertawa melihat tingkah lucu Alya, lalu dia mendekati wajahnya ke wajah Alya dan menciumnya dengan lembut.
“Kamu tenang saja sayang, aku akan melakukannya dengan sangat perlahan dan hati-hati.” Bisik Arsen yang mempu menghipnotis Alya.
Akhirnya setelah beberapa menit melakukan pemanasan, Arsen pun mulai memasukkan adik kecilnya ke bagian inti Alya dengan penuh perjuangan.
Benar-benar hal yang tidak pernah terduga oleh Alya, karena adik kecil Arsen tidak benar-benar kecil, ukurannya tidak mampu menembus pertahanan Alya semudah itu.
“Aw!” teriak Alya.
__ADS_1
“Tahan sebentar sayang, aku janji setelah ini tidak akan sakit lagi.” Bisik Arsen.
Setelah berjuang untuk masuk akhirnya... jleb! Adik kecil milik Arsen berhasil masuk ke dalam bersamaan dengan suara teriakan Alya.
“Akhhh, s-sakit.” Rintih Alya sambil mencakar punggung Arsen tanpa sadar.
Arsen langsung membungkam mulut Alya dengan bibirnya agar teriakan Alya tidak terdengar sampai luar villa.
Sampai akhirnya pergulatan pun selesai, arsan segera mengeluarkan adik kecilnya karena untuk malam ini Arsen hanya melakukannya sekali setelah melihat ekspresi wajah Alya yang kesakitan.
Arsen menciumi kening dan pipi Alya berkali-kali sambil membelai lembut rambut panjang Alya yang saat ini sedang tertidur pulas karena kelelahan.
“Ternyata kau sangat cantik, tidak ada wanita yang paling cantik selain dirimu.” Gumam Arsen sambil tersenyum memandangi wajah Alya.
Terutama saat permainan panas mereka tadi, Alya benar-benar terlihat sangat seksi dan menggoda, Arsen tidak bisa melupakan wajah cantik Alya saat berada di bawah kungkungannya tadi.
Akhirnya setelah lama memandangi wajah cantik istrinya itu Arsen pun ikut tertidur sambil memeluk tubuh Alya.
FLASHBACK END
Karena hari sudah mulai terang, Alya pun segera menyingkirkan tangan Arsen secara perlahan agar tidak membangunkan sang suami.
Alya terus memandanginya dan sesekali meraba tanda merah itu, tanpa sadar senyum di bibirnya kembali terukir dan bayangan indah semalam kembali terulang.
Rasanya sakit, bahkan turun dari tempat tidur saja rasanya masih sedikit perih, hanya saja dia tetap memaksa untuk turun dan segera membersihkan tubuhnya karena mereka sedang liburan bersama para karyawan Arsen.
Tentu saja tidak baik jika mereka membuat semua orang menunggu untuk sarapan, karena Alya yakin kalau sarapan tidak akan tersaji jika dia dan Arsen belum menampakkan diri.
Setelah membersihkan dirinya, Alya segera mengambil pakaian yang memiliki leher yang tinggi agar bisa menutupi tanda merah yang ada di sana, walaupun cuacanya sedang panas namun Alya terpaksa memakai pakaian itu agar tidak terlihat oleh semua orang.
Setelah dia selesai memakai pakaiannya, Alya pun keluar dari walk in closet lalu berjalan menuju meja rias yang ada di sana untuk memoleskan make up tipis di wajahnya.
“Kenapa pake baju panas begitu? Cepat ganti!” suara tegas dari arah tempat tidur membuat Alya terlonjak kaget.
Alya melihat ke arah Arsen dari pantulan cermin dan tersenyum melihat Arsen yang sudah duduk di atas tempat tidur.
“Selamat pagi, apa aku membangunkanmu?” Sapa Alya dengan lembut.
__ADS_1
“Tidak, aku tidak terbangun karena kamu kok.” Balas Arsen sambil bergerak turun dari tempat tidur.
Alya langsung mengalihkan pandangannya saat melihat Arsen membuka selimut dan terlihat dia tidak memakai apapun, setelah Arsen memakai celananya barulah Alya kembali melihat ke arah Arsen.
“Morning sayang.” Sapa Arsen yang berbisik dengan lembut di telinga Alya membuat Alya seketika merinding.
“Jangan begitu, aku merinding tau.” Ucap Alya.
Arsen hanya tersenyum lalu menjauhkan wajahnya dan berdiri di sebelah Alya.
“Kenapa kamu memakai pakaian yang berbahan rajut begini? Cuacanya sangat panas, kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri.” Ucap Arsen.
“Ini semua gara-gara kamu yang meninggalkan bekas di leherku, aku malu kalau semua orang melihat bekas ini.” Ucap Alya sambil memanyunkan bibirnya.
“Kan bisa di tutupin sama make up atau pakai syal, jangan menyiksa dirimu dengan memakan pakaian seperti itu, toh walaupun semua orang melihat memangnya kenapa? kan kita sudah menikah, mereka juga pasti akan memaklumi.” Jelas Arsen.
“Baiklah aku akan mencoba menutupi bekas ini pakai make up, kalau tidak bisa terpaksa aku tetap memakai pakaian ini.” Balas Alya.
Akhirnya Alya berjalan kembali ke walk in closet dan mengganti pakaiannya dengan pakaian berlibur yang terlihat sangat cantik saat di pakai Alya.
“Cantik sekali!” seru Arsen memuji sang istri.
“Jangan gombal.”
“Apa masih sakit di sana?” tanya Arsen sambil melirik ke arah bawah.
“Sudah mendingan.” Balas Alya yang mengerti maksud dari pertanyaan Arsen.
“Ayo lagi, aku mau lagi.” Ucap Arsen yang membuat Alya melotot.
“Jangan ngawur deh! Ini udah siang Arsen, kasihan yang lain pasti sudah menunggu untuk sarapan.” Ucap Alya sambil menggelengkan kepalanya dan kembali duduk di kursi meja rias.
Arsen mendengus kesal mendengar jawaban dari Alya. Alya yang melihat hal itu langsung membujuk suaminya agar tidak marah.
“Lebih baik kamu mandi dan bersiap, aku mau mencoba untuk menutupi bekas merah ini, nanti malam kamu bisa melakukannya sepuasnya.” Ucap Alya.
Mendengar ucapan Alya membuat Arsen seketika bahagia, dia langsung bersemangat dan segera berjalan cepat menuju kamar mandi.
__ADS_1
Melihat hal itu membuat Alya tersenyum sambil menggelengkan kepala, ternyata laki-laki yang dia nilai seram itu bisa bertingkah menggemaskan seperti itu.