
Ketiga wanita cantik itu akhirnya sampai di salah satu mall terbesar yang ada di kota, seperti wanita pada umumnya mereka semua segera masuk ke outlet pakaian dan mulai memilih pakaian masing-masing.
Azzura dan Lili memilih pakaian untuk mereka sendiri, sedangkan Alya malah memilih pakaian laki-laki yang sudah jelas kalau pakaian itu untuk sang suami.
Tanpa sengaja saat sedang memlih pakaian, Alya melihat Arsen yang sedang duduk bersama seorang wanita yang tidak pernah dia lihat. Tentu saja hal itu membuat Alya semakin overthingking dan langsung berjalan keluar dari toko pakaian itu dan menghampiri Arsen yang berada di salah satu cafe.
Alya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat apakah ada Ferdinand atau Daisy yang menemani Arsen, namun saat itu cafe sangat ramai dan Alya tidak melihat keadaan dua orang itu di dekat Arsen, tentu saja Alya semakin menggebu-gebu ingin bertanya siapa wanita yang sedang duduk di hadapan Arsen itu.
Alya masuk ke dalam cafe dengan wajah datarnya, dia sengaja duduk di kursi yang ada di belakang kursi Arsen dan duduk di tempat yang bisa dengan mudah Arsen lihat.
Benar saja, sesuai dugaan Alya. Arsen dengan mudahnya bisa melihat Alya yang sedang menatapnya dengan tajam, dengan segera Arsen berdiri dan menghampiri Alya.
“Alya, kamu ada di sini? Sama siapa?” tanya Arsen yang membuat wanita asing itu menoleh ke arah Arsen dan Alya.
“Aku sama Azzu dan Lili, mereka lagi pilih-pilih pakaian di toko sana, kamu sama siapa di sini?” tanya Alya sambil melirik ke arah wanita yang dia maksud.
“Dia siapa Arsen?” tanya wanita itu.
“Al, dia Desi temanku dan Ferdinand, kami di sini sedang membicarakan rencana kerja sama kami.” Jelas Arsen.
“Desi, dia Alya tunanganku.” Ucap Arsen karena memang mereka tidak mengumbar siapa Alya sebenarnya kepada orang luar. Karyawan Arsen saja di ancam untuk tidak mengatakan pada siapa-siapa tentang Alya.
“Tunangan? Tapi bukankah kamu dan Anjali masih—“
“Tidak, aku dan Anjali sudah tidak memiliki hubungan apa pun, sekarang Alya adalah tunanganku dan calon istriku.” Potong Arsen dengan cepat.
Alya melihat ekspresi wajah Arsen yang terlihat gugup, entah takut kalau memang dia masih memiliki hubungan dengan Anjali, atau takut kalau Alya akan salah paham saat nama Anjali di sebut.
“Di mana kak Ferdi?” tanya Alya mengalihkan pembicaraan.
“Ferdi lagi ke toilet, mungkin sebentar lagi dia datang.” Balas Arsen.
Tidak lama kemudian, Ferdi benar-benar keluar dari toilet yang ada di dalam cafe tersebut.
“Nah itu Ferdi.” Ucap Arsen saat melihat Ferdi sedang berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Ferdi lalu dia menoleh ke arah Alya.
“Loh, kamu ada di sini Al?” tanya Ferdi.
“Iya kak.” Balas Alya.
“Aku ga tahu loh Fer kalau Arsen sudah punya tunangan.” Sahut Desi yang membuat Ferdinand mengerutkan kening karena tidak mengerti.
Namun dia langsung mengerti saat melihat wajah Arsen yang memberi tanda.
“Ah, iya dia dan Alya memang sudah bertunangan baru-baru ini, aku harap kamu tidak membeberkannya kepada semua orang.” Ucap Ferdinand dengan nada yang serius.
“Yaampun kamu pikir aku ini tukang ngomong? Aku ga akan bilang sama siapa-siapa kok, aku tahu Arsen takut kalau tunangannya akan jadi kelemahannya.” Ucap Desi dengan ketus sambil melirik ke arah Alya seolah-olah Alya hanyalah beban untuk Arsen.
Alya membalas tatapan Desi dengan tatapan tajam, dia langsung berdiri dan berpmitan untuk kembali menghampiri Azzura dan Lila.
“Kamu ga mau nunggu di sini aja?” tanya Arsen.
“Engga deh, aku mau cari pakaian juga.” Balas Alya.
Setelah Alya sudah benar-benar pergi, Desi segera menatap serius kepada Arsen, dan Arsen sadar kalau dia sedang di perhatikan oleh Desi.
“Apaan sih Des?” tanya Arsen.
“Dia beneran tunangan lo? Lo lagi ga bohong sama gue kan?” tanya Desi yang seketika merubah cara bicaranya dengan mode teman.
“Beneran lah.” Balas Arsen.
“Tapi kemarin gue lihat lo sama Anjali jalan bareng Sen, lo ga lagi selingkuh kan?” ucap Desi yang membuat Ferdinand terkejut.
“Lo keluar sama Anjali Sen?” tanya Ferdinand sambil mengerutkan keningnya.
“Gue bukan keluar sama Anjali, tapi dia terus telfonin gue sampe males banget gue, akhirnya gue ajak dia keluar buat ngomong kalo hubungan kita udah bener-bener selesai.” Jelas Arsen.
Desi hanya mengangguk anggukan kepala, sedangkan Ferdinand terus menatap Arsen dengan tatapan curiga.
__ADS_1
“Why? Kenapa lo ngeliatin gue kayak gitu?” tegur Arsen.
“Ga apa-apa gue aneh aja sama lo, kenapa lo santai banget padahal Anjali bisa ngelakuin hal nekat sama Alya.” Balas Ferdinand.
“Loh, gue kan udah nyuruh bodyguard buat jagain Alya, jadi gue sedikit lebih tenang.” Ucap Arsen yang di balas anggukan oleh Arsen.
Sedangkan Alya yang sudah kembali ke toko pakaian itu langsung di hampiri oleh Azzura dan Lili yang sejak tadi mencarinya.
“Kakak dari tadi kemana sih? Kita nyariin sampe muter-muter tau.” Ucap Azzura dengan nada kesal.
“Sorry Az, tadi kakak habis samperin Arsen.” Ucap Alya.
“Kak Arsen? Ngapain kakak ke sini?” tanya Lili.
“Dia sama Ferdi lagi ngomongin kerja sama sama klient.” Ucap Alya.
Azzura dan Lili hanya mengangguk lalu mereka tidak bertanya apa-apa lagi, karena mereka juga sudah mengerti kalau Arsen sedang ada urusan pekerjaan jadi mereka tidak meminta untuk menghampiri Arsen dan mereka akhirnya melanjutkan shopping mereka.
***
Dua bulan berlalu, Alya terus memperhatikan gerak-gerik Arsen yang tidak ada hal-hal yang mencurigakan selama itu. Dan mereka berdua pun akhirnya di perbolehkan untuk pindah ke apartment Arsen oleh oma Nani.
“Bawa pakaian yang perlu aja Al, kita akan sering ke sini kok tiap weekend.” Ucap Arsen.
Alya mengangguk mengerti dengan apa yang di katakan Arsen, dia juga memang tidak berniat untuk membawa banyak barang karena apartment Arsen pasti tidak sebesar itu dan Arsen bilang semua barang sudah tersedia di sana.
Di bawah oma Nani sudah menunggu Alya dan Arsen turun dengan wajah yang sedih.
“Oma, kenapa masang wajah sedih kayak gitu?” tanya Alya sambil menghampiri oma Nani dan memeluknya.
“Kalian ga bisa tinggal di sini aja?” tanya oma Nani.
“Kita akan sering ke sini kok oma beneran deh, pulang kerja Alya usahain buat ke sini tanpa nunggu Arsen pulang.” Ucap Alya membujuk oma Nani.
“Lagian kita nambah sebulan loh tinggal di sini oma, oma kan bilang sebulan, kita udah dua bulan di sini loh bonus tuh.” Ucap Arsen.
__ADS_1
“Dasar nyebelin!” ketus oma Nani yang di balas tawa oleh Alya dan Arsen.