DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 49


__ADS_3

Sarapan yang menegangkan pun telah selesai tanpa adanya perdebatan lagi karena Lucas dan Luciana hanya diam tidak berkata-kata tidak seperti biasanya yang selalu memulai perdebatan.


“Kak Al, kakak mau kerja? Aku boleh ikut?” tanya Lili saat sarapan baru saja selesai.


“Lili, di kira kakak kamu kerja di perusahaan nenek moyangnya? Seenaknya aja minta ikut.” Tegur Chyntia.


Mendengar teguran dari maminya membuat Liliana cemberut, dia merasa kesepian di sana karena tidak memiliki teman karena sejak SMA dia sudah sekolah di negeri lain. Di rumah saja dia merasa bosan, punya sepupu perempuan seperti Luci juga tidak ada asiknya karena dia selalu membicarakan keburukan orang dan sangat tidak asik.


Hanya Alya saja harapan satu-satunya, dia bisa merasakan kalau dia akan cocok dengan istri kakak sepupunya itu, tapi sayangnya kakak iparnya itu sibuk bekerja.


“Ga apa-apa aunty, Lili bisa ikut kok soalnya Al juga cuma meeting satu jam an, habis itu biar Al ajak Lili shopping sekalian sama adik Al juga.” Balas Alya yang membuat Lili kembali sumringah.


“Emang ga masalah kamu bawa orang luar ke kantor Al?” tanya Chyntia.


“Al bukan karyawan biasa di sana aunty, dia punya ruangan sendiri karena dia sudah naik jabatan jadi kepala divisi, jadi tidak masalah jika Al membawa tamu masuk ke dalam ruangannya.” Sahut Arsen.


“Kamu naik jabatan, selamat sayang, teruskan cita-citamu, nanti buka usaha butik bareng aunty ya hehe.” Ucap Chyntia.


Alya hanya tersenyum sambil mengangguki ucapan Chyntia, mereka tidak tahu saja kalau butik atas nama Alya sebenarnya sudah berserakan di mana-mana, bahkan Arsen tidak tahu kalau Alya memiliki banyak butik atas namanya.


“Lili mau ikutan mi..” sahut Liliana.


“Lulus dulu, baru mikirin usaha!” ketus Chyntia yang di balas manyunan oleh Lili.


Alya hanya tersenyum melihat interaksi antara ibu dan anak itu, tiba-tiba saja dia jadi merindukan maminya.


“Li, kalau memang mau ikut cepatlah ganti pakaian, kita akan berangkat sebentar lagi.” Ucap Arsen.


Lili langsung mengangguk dan berlari ke atas menuju kamarnya untuk mengganti pakaian. Sedangkan Lucas dan Luci hanya menatap jengah kepada mereka yang sejak tadi tertawa bersama.

__ADS_1


 “Ayo kita pulang, aku jengah denger orang yang pamer hanya karena naik jabatan!” ketus Luci sambil melirik tajam ke arah Alya dan yang lain.


Lucas dan Luci langsung pergi begitu saja setelah berpamitan dengan oma Nani dan tante-tantenya, namun mereka tidak berpamitan kepada Arsen dan Alya.


“Maaf ya Al, jangan pedulikan mereka, sejak kecil mereka sangat di manjakan sama Arthur jadi begitulah mereka sekarang.” Ucap Chyntia yang sebenarnya merasa tidak enak dengan sikap keponakannya itu.


“Tidak masalah aunty, Al udah terbiasa sekarang.” Balas Alya.


Karena memang Alya sudah sering kali di beritahu oleh Arsen kalau dia harus bermental baja jika harus menghadapi Lucas dan Luci.


Setelah melihat Lili sudah selesai bersiap, akhirnya Arsen mengajak Alya dan Lili berangkat, Arsen lebih dulu mengantar Alya dan Lili ke kantor Alya, karena mobil di parkir di perusahaan itu sebelum Alya dan Arsen pergi ke Bali.


Di dalam mobil, Arsen dan Lili terus saja mengobrol tentang banyak hal membuat Alya tersenyum dan sadar akan kedekatan kakak adik sepupu ini.


“Aunty Chyntia kan adiknya papi Arsen, terus kenapa Lucas dan Luci lebih tua di banding Lili?” tanya Alya di tengah-tengah pembicaraan.


“Ah itu karena memang uncle Arthur menikah lebih dulu dari mami kak, kata mami tuh dulu om Arthur bener-bener saingan sama uncle Andreas, bahkan dulu uncle Arthur mau merebut maminya kak Arsen loh kak, tapi untung saja tidak jadi.” Jelas Lili.


“Jadi maksudnya, uncle Arthur terpaksa menikah dengan siapa saja asal dia harus menikah saat melihat papi Andreas menikah gitu?” tanya Alya yang di balas anggukan oleh Lili.


Alya hanya mengangguk tanpa bertanya lagi, pokoknya dia sudah tahu kalau Arthur dan keluarganya sangat berbahaya.


“Sudah sampai, kalian berdua hati-hati, kalau sudah sampai rumah orang tuamu segera beritahu aku.” Ucap Arsen yang di balas anggukan oleh Alya.


Arsen segera melajukan mobilnya kembali, sedangkan Alya dan Lili segera masuk ke dalam kantor.


Alya menyuruh Lili menunggu di ruangannya dengan tenang, sedangkan Alya segera masuk ke ruang rapat karena dia harus rapat dengan atasan-atasannya.


Setelah selesai, Alya berjalan menuju ruangannya, namun saat dia mau membuka pintu ruangannya, ponselnya tiba-tiba berdering membuat Alya menghentikan langkahnya dan segera memeriksa siapa yang menghubunginya.

__ADS_1


Alya mengerutkan keningnya saat melihat nomer tidak di kenal menghubunginya, awalnya Alya tidak mengangkatnya sampai nomer itu menghubunginya ketiga kalinya dan akhirnya Alya mengangkat telfonnya.


“Halo..” ucap Alya saat dia sudah mengangkat.


“Halo nona Alya? Aku Cessa salah satu karyawan tuan Arsen, bisakah kita bicara?” tanya seseorang yang ternyata Cessa.


“Cessa? Maaf tapi aku tidak mengenalmu, ada apa ya?” tanya Alya.


“Aku adalah sahabat Anjali, aku mohon, ada hal penting yang ingin aku katakan sebelum aku di pecat dari perusahaan ini.” Ucap Cessa yang membuat Alya mengerutkan keningnya.


“Baiklah, bagaimana kalau kita bertemu di cafe sebelah kantorku saja karena aku sedang bersama adikku yang tidak bisa di tinggal lama.” Balas Alya.


“Baiklah, aku akan langsung ke sana nona, terimakasih.” Ucap Cessa lalu menutup telfonnya.


Alya hanya diam, dia terus memandangi ponselnya, dia masih tidak mengerti kenapa sahabat Anjali menghubunginya, bahkan nadanya terlihat sangat panik dan juga ketakutan. Alya benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Alya kembali menepis semua pertanyaan di kepalanya, dia langsung membuka pintu ruangannya dan terlihat Lili sedang tertidur di sofa yang ada di ruangannya, Alya tersenyum melihatnya dan berjalan menghampiri Lili.


Alya mengambil selimut tipis yang memang di sediakan di sana dan segera menyelimuti tubuh Lili agar tidak kedinginan dan di gigit nyamuk, setelah itu dia membelai rambut Lili pelan.


“Sepertinya tidak masalah kalau aku meninggalkannya sebentar di sini, aku akan menulis memo karena aku belum memiliki nomer ponselnya.” Gumam Alya sambil merobek kertas dan mengambil pulpen.


Alya mulai menulis pesan untuk Lili yang berisi dia akan pergi sebentar dan akan segera kembali setelah urusannya selesai, Alya juga menyuruh Lili untuk tetap di sana kecuali dia ingin minum dan makan dia bisa meminta pada sekretarisnya yang ada di depan ruangan.


Alya membawa tasnya, dia keluar dari ruangan dan berjalan ke arah sekretarisnya lebih dulu.


“Nona Al, anda mau keluar?” tanya Sarah, sekretaris Alya.


“Iya Sar, aku mau keluar dulu sebentar, aku titip adikku ya, namanya Lili, kalau dia butuh sesuatu tolong ambilkan, aku akan segera kembali.” Ucap Alya.

__ADS_1


“Baiklah nona, saya akan menjaga adik anda dengan baik.” Balas Sarah.


“Terimakasih.” Balas Alya yang langsung berjalan menuju lift.


__ADS_2