Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Callista Graham


__ADS_3

..."penghianatan hadir karena ada celah di sana"...


...Callista Graham...


Lewis menumpang kan kepalanya di meja kerja. Kemarin ia merasa telah mabuk berat bahkan hari ini ia masih merasakan dampak dari minuman tersebut.


"Kau terlambat hari ini Lewis? Apa kamu sedang mabuk? " Tanya David yang hafal betul kelakuan temannya jika memiliki masalah selalu melampiaskan ke minuman.


"Tanda tangani semua berkas ini. " Ujar David dengan menaruh beberapa berkas di meja Lewis.


"Lewis, apakah kamu tahu bahwa Emily adalah istri ke dua Allen Dawson? " Ucapan David membuat tangan Lewis berhenti dari kegiatan menandatangani berkas-berkas yang ia berikan.


"Bella Martin sedang sekarat dan dia meminta Allen menikah dengan Emily. " Jelas David yang mengerti isi pikiran Lewis untuk meminta penjelasan lebih. Selepas itu David meninggalkan Lewis yang masih memikirkan ucapannya tadi.


Tok.. Tok..


"Masuk". Perintah Lewis


" Permisi pak, saya mau mengantarkan data yang bapak minta. " Ujar Emily memberikan berkas ke Lewis.


"Emily, apakah kamu istri dari Allen Dawson?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Lewis yang saat ini memenuhi pikirannya.


"I-iya pak. " Balas Emily dengan gugup takut Lewis marah mengetahui statusnya sekarang.


"Untuk itu aku minta maaf Pak karena tidak memberitahu siapa suamiku sebenernya. Tapi, niatku bekerja disini murni pak tanpa ada niatan apapun. " Jelas Emily meyakinkan Lewis. Lewis baru mengetahui bahwa Emily sudah menikah dan bahkan suaminya adalah Allen Dawson saingan bisnisnya. Lewis terlihat seperti orang bodoh.

__ADS_1


"Kebohongan apa lagi yang kamu sembunyikan dariku Emily? " Tanya Lewis dengan melihat mata biru Emily yang sangat elok meski ada ketakutan di sana.


"Tidak ada pak. " Balas Emily dengan menggelengkan kepalanya membuat rambutnya yang terurai mengibas wajahnya yang bersih.


"Sekali lagi aku tanya kepada mu. Apakah kamu bahagia? " Tanya Lewis dengan memegang erat tangan Emily


"Kebahagiaan hadir jika ada cinta dan sekarang cinta tidak bersama ku. " Jawab Emily dengan menundukkan kepalanya


"Baiklah. Tinggalkan Allen dan hiduplah bersamaku Emily. " Lewis memegang dagu Emily untuk melihat wajahnya yang ia tundukkan. Entah kenapa Lewis bisa mengucapkan hal tersebut bahkan ia tidak mempercayai cinta sedangkan Emily menginginkan cinta. Lewis tidak berpikir bahwa ia juga akan memberikan penderitaan kepada Emily jika bersamanya.


"Apakah kamu memiliki cinta? Tidak. Kamu juga tidak memilikinya Lewis. " Emily meninggalkan ruangan Lewis tanpa pamit dari pemiliknya karena ia sudah tidak bisa menahan air matanya.


Emily membasuh wajahnya di toilet untuk menghilangkan butiran-butiran air mata yang hadir karena Lewis membuka kehidupannya yang menyedihkan.


"Ih.. Dasar perempuan cengeng. " Ucap perempuan yang membenarkan make up nya di depan cermin.


"Apa? Cantik? ." Ucap perempuan tersebut dengan memandang Emily seperti mengejek.


"Dasar perempuan aneh".gerutu Emily melihat perempuan keluar dari toilet


setelah ia merasa keadaannya sudah membaik ia mengeluarkan dirinya dari toilet yang sudah sejak setengah jam ia tempati.


" Lewis, aku mohon. "ucap perempuan yang menggelantung kan tangannya ke tangan Lewis sedangkan Lewis menyeret tubuh perempuan tersebut.


semua pegawai kantor menonton pertunjukan yang dirasa sangat menyenangkan saat ini seperti film yang mencapai klimaksnya.

__ADS_1


" pergi". Lewis mendorong tubuh perempuan yang tadi bersama Emily di toilet.


"Lewis kamu tidak bisa membuatku seperti ini". perempuan tersebut mengeluarkan air matanya karena perlakuan Lewis.


" Lewis ". perempuan tersebut ingin mendekati Lewis tapi Lewis sudah meninggalkannya dengan menggandeng tangan Emily.


" Lewis. " ucap Emily dengan menarik tangannya yang digandeng Lewis


"Emily, saat ini aku sedang kacau maka aku minta kamu temani aku. " Lewis kembali menarik tangan Emily dan memasukkannya ke dalam mobilnya


"siapa tadi? ". tanya Emily memecah keheningan yang tercipta


" Callista Graham, mantan pacar. " balas Lewis yang masih fokus mengendalikan stir mobilnya.


"Aku sudah bosan dengannya. " lanjut Lewis.


meskipun tidak mempercayai cinta bukan berarti Lewis harus bergonta-ganti pasangan. dan Callista Graham adalah orang pertama menjadi pacar Lewis. itupun tanpa ada niatan apapun


"aku pikir dia mengkhianatimu." ujar Emily. sebenarnya Lewis memperlakukan Callista seperti itu karena Callista telah berselingkuh dengan laki-laki lain dibelakang Lewis. entah kenapa Lewis mempermasalahkan hal tersebut sedangkan ia juga tidak mencintai Callista. Lewis berpacaran dengan Callista hanya untuk main-main saja tapi ia juga tidak menerima penghianatan.


"aku tidak perduli untuk itu. " balas Lewis yang terlihat masih menahan emosinya karena Callista.


***


assalamu'alaikum semuanya

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣 kalian dengan memberikan LIKE VOTE KOMENTAR AND SHARE novel ini agar author semangat update


terimakasih


__ADS_2