Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Kembali Kerja


__ADS_3

..."Bosan adalah kata dari pemilik orang yang suka melangkah"...


...Emily Nelson...


"Mas, bolehkah aku mencari pekerjaan lagi?". Tanya Emily yang sedang merias wajahnya setelah membuat sarapan pagi.


" Kenapa tidak bekerja di perusahaan kita saja? Balas Allen yang baru bangun dari tidurnya dengan piyama nya.


"Tidak mas. Aku ingin bekerja dengan kemampuanku sendiri mas. " Emily menyelesaikan kegiatannya menyisir rambutnya dan membuka lemari baju untuk mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan suaminya ke kantor.


"Terserah kamu. " Ujar Allen sebelum memasukkan dirinya ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk.


"Terimakasih." Ucap Emily meski Allen tidak akan mendengar ucapannya. Bukan masalah nafkah dari Allen yang kurang dan pasti hal itu tidak akan terjadi pada dirinya karena Allen sudah memberi Emily black card sebagai nafkah lahirnya. Emily merasa bosan jika harus menghabiskan waktunya hanya dengan diam di rumah karena sedari dulu ia adalah wanita aktif dengan banyak kegiatan. Oleh karena itu ia meminta ijin suaminya untuk memperbolehkan bekerja kembali.


Emily menelusuri jalanan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya sebagai seorang desainer hingga ia memasukkan dirinya ke sebuah butik yang memang membutuhkan seorang karyawan.


Emily memang memiliki kemampuan seperti kriteria karyawan yang sedang dicari oleh butik membuatnya langsung diterima menjadi bagian karyawan di sana.


"Kamu memang memiliki bakat dalam mendesain baju. " Ujar Devina pemilik butik ketika melihat hasil gambaran Emily yang sangat menarik.


"Iya bu, terimakasih. "


"Aku harap kamu bisa membesarkan butik ini dengan karya-karya mu. " Ucap orang yang memiliki perawakan tinggi dan badan besar seperti seorang perwira wanita tangguh.

__ADS_1


"Aku juga berharap demikian. " balas Emily kepada atasannya dengan tersenyum ramah.


Hari-hari Emily dihabiskan untuk mendesain berbagai pakaian untuk butiknya Devina meskipun begitu Emily menikmati pekerjaannya karena ia merasa dengan bekerja membuatnya bisa mengasah kemampuan mendesain dan memperbanyak pengetahuan.


Dan benar saja apa yang diinginkan oleh Devina, butiknya sekarang menjadi ramai pengunjung karena hasil dari desain Emily yang sangat luar biasa.


"Sangat luar biasa Emily kerjamu. " Devina memeluk karyawannya yang belum lama ini namun sudah memberi banyak perubahan


"Semua juga berkat dirimu Devina. " Devina dan Emily bukan sebagai atasan dan bawahan melainkan sudah menjadi seorang sahabat dekat meski Devina tidak tahu betul siapa itu Emily yang sebenarnya.


"Oh ya, nanti akan ada pelanggan setiaku datang dan ingin bertemu denganmu. Karena ia sangat tertarik melihat semua desain yang telah kamu buat. "


"Benarkah? ".


Devina dan Emily memasukkan diri mereka kedalam restoran mewah yang menjadi tempat janjian mereka. Bagi Devina ini adalah kali pertama ia memasukkan dirinya kedalam tempat yang sangat nyaman dengan berbagai macam makanan. Namun, hal berbeda bagi Emily yang sudah biasa datang ke tempat seperti ini.


"Dimana? ". Tanya Emily melihat sekeliling tempat duduk yang dipenuhi dengan orang-orang bergaya mewah.


" Itu dia. " Ucap Devina dengan menunjuk salah satu meja yang berisi wanita duduk sendirian.


"Halo bu Jessica. " Sapa Devina pada orang yang juga tersenyum kepadanya dan membalas sapa Emily yang hanya menundukkan kepalanya.


"Ayo duduk. "

__ADS_1


"Sebelumnya perkenalkan dulu bu, ini adalah Emily karyawan baru saya namun ia sudah membuat banyak keuntungan bagi saya karena hasil desainnya. " Devina memperkenalkan Emily kepada Jessica yang sedang menatap intens seolah ada sesuatu pada diri orang yang baru dikenalkan.


"Jessica."


"Emily". Emily menerima uluran tangan dari orang yang baru ia kenal namun sepertinya ini bukan kali pertama ia melihat orang tersebut.


" Aku dengar hasil karyamu sangat luar biasa jadi aku meminta kamu membuatkan ku baju yang sangat bagus untukku. " Ujar Jessica dengan menatap Emily dan menyeringai seolah ada hal besar yang ia rencanakan.


"Aku akan membayar berapapun biaya yang dibutuhkan asal bajunya sangat bagus untukku kenakan. "


"Ini adalah tempat yang harus kamu datangi besok karena aku mau kamu mendesain bajunya di depan aku. " Ucap Jessica dengan menyodorkan sebuah alamat untuk Emily datangi besok.


"Aku pergi dulu dan sampai ketemu besok. " Tutup Jessica dengan menyesap minumannya sebelum ia pergi meninggalkan Emily dan Devina yang belum mendapatkan makanannya.


"Kamu akan datang besok? ". Tanya Devina kepada Emily yang masih melihat langkah Jessica yang pergi dari tempat duduknya.


" Ya, aku akan datang. "Emily mengalihkan pandangannya ke alamat yang Jessica sodorkan untuk dirinya.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar setiap membaca ceritanya supaya author semangat update


Terimakasih

__ADS_1


love you ❤


__ADS_2