Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Mengukir memori


__ADS_3

..."aku hanya meminta air...


...tapi kau tambahan madu...


...keterlaluan...


...itu membuatku candu...


...ingin ku selalu datang...


...bukan hanya meminta...


...namun ingin membawa bersama...


...menuju takdir Tuhan...


...yang benar adanya"...


...Allen Dawson...


Weekend ini Allen dan Bella memilih ke sungai Thames untuk mengukir memori di sana. Allen dan Bella naik kapal pesiar untuk melihat pemandangan dan kemegahan kota London. Kapal membawa Allen dan Bella melewati beberapa ikon terkenal di London seperti Gedung Parlemen Kerajaan Inggris, jembatan Tower Bridge, London Eye, Menara London dan Gereja Katedral St. Paul membuat Bella melupakan beban yang ia bawa.


"Aku ingin hidup lebih lama lagi. " Ucap Bella yang bersandar di pundak suaminya dengan memandang kagum sekitarnya.


"Kata siapa kamu akan pergi? " Allen sangat mencintai istrinya dan tidak bisa ia pikirkan jika Bella harus pergi meninggalkan nya nanti.


"Tuhan sepertinya menginginkan nya. " Bella memeluk pinggang Allen dari samping dan Allen membalasnya.


"Aku akan meminta Tuhan untuk tidak melakukan itu. " Allen mencium tangan Bella yang sangat lembut. Allen adalah tipikal orang yang sangat cuek tapi hal tersebut tidak melekat kepadanya ketika ia bersama dengan orang yang ia cintai. Allen mampu memberikan apa saja yang Bella inginkan meskipun ia harus mati untuk itu.


"Bukankah aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini? " Bella meraih tangan Allen untuk ia genggam. Bella menikah dengan Allen karena perjodohan orang tuanya. ia tidak pernah menyangka bahwa dalam hal ini membuatnya sebagai orang yang beruntung karena cinta Allen yang sangat besar kepadanya.


"Memilikimu adalah hal yang sangat berarti untuk ku." Ujar Bella


"Aku adalah orang yang egois karena meminta kesempurnaan dalam hidupku sehingga Tuhan mengirimkan mu kepada ku. Tapi, aku lupa bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. " Bella menempelkan keningnya dengan milik Allen.

__ADS_1


"Apa aku terlihat egois? " Tanya Bella yang dibalas Allen dengan gelengan kepala


"Aku egois Allen. Dan satu rasa keegoisan ku saat ini memintamu untuk bertahan dengan Emily. " Angin menerpa suara Bella yang penuh penekanan.


Bella melihat perubahan pada wajah Allen yang masih menatapnya dengan intens. Bella memajukan wajahnya untuk me***** bibir Allen dan Allen yang masih kaget membalas lembut perlakuan Bella. Allen merasa wajahnya yang putih bersih terlihat memerah karena perlakuan Bella.


"Lamb sandwich dua". Ujar Allen ke pelayan restoran.


Bella dan Allen memilih makan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Pilihan aktivitas selain menyusuri Sungai Thames dengan menggunakan kapal pesiar adalah dengan bersantai di restoran. Tempat kongko yang berderet di tepian sungai ini memberikan kesan romantis bagi setiap pengunjung. Dengan menikmati kudapan ringan ataupun makanan berat, mereka bisa menikmati keindahan sungai legendaris itu.


" Allen ". Seorang perempuan memanggil nama Allen yang duduk si depan istrinya.


" Iya. " Allen menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya.


"Kamu masih ingat dengan ku? " Perempuan tersebut mendekatkan dirinya ke meja Allen di sana.


"Callista? " Ucap Allen ragu-ragu.


"Ya, Callista. " Ujar Callista dengan semangat. Callista Graham adalah seorang model cantik yang pernah dikabarkan dekat dengan Allen Dawson. Dan dibenarkan memang mereka pernah memiliki hubungan spesial tapi karena penghianatan Callista kepada Allen membuat hubungan mereka berakhir.


"Iya Bella Martin. " Bella mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Callista.


"Boleh aku ikut duduk disini? " Tanya Callista dengan memandang Allen dan Bella bergantian.


"Tentu." Balas Bella


"Sudah lama kita tidak pernah bertemu. " Ucap Callista. Callista saat ini menjadi top model yang menjadikannya banyak waktu ke luar negeri.


"Iya." Allen hanya menjawab dengan singkat


"Aku dengar Bella sedang sakit ya? " Callista memandang Bella yang mengenakan penutup kepala dengan wajah yang sedikit pucat.


"Iya." Bella mengetahui bahwa sebelum dengan ia Allen pernah mempunyai hubungan dengan Callista yang saat ini membuat hatinya sedikit panas.


"Oh ya ampun. Kasihan sekali. " Mungkin ucapan Callista seperti orang mengasihi tapi wajahnya seperti orang sedang mengejek.

__ADS_1


"Gak perlu kasihan padaku. Karena suamiku sangat menyayangi ku. " Balas Bella memegang tangan Allen dan memberikan senyuman di sana. Callista memutar bola matanya malas melihat hal tersebut.


"Allen apa kamu tidak akan menikah lagi setelah Bella pergi? " pertanyaan Callista membuat mata Allen tersorot tajam kepadanya.


"kenapa tidak? Allen akan menikah tapi tidak dengan orang seperti mu". balas Bella dengan menampilkan senyuman sinis nya.


" beraninya kau". Callista meninggalkan Allen dan Bella dengan melontarkan kata-kata makian dan membuat Bella tertawa lepas karena itu.


"hahaha.perutku sakit Allen" Bella memegangi perutnya dengan mata yang berair karena menertawakan Callista.


Allen menatap Bella yang sudah lama tidak tertawa seperti ini membuat Allen tersenyum melihat nya. Semenjak dokter memvonis penyakitnya ia lebih mengurung diri sebagai tanda ia tidak menerimanya.


"aku tidak percaya bahwa kamu pernah berpacaran dengan orang sepertinya. " ucap Bella dibalik tertawa nya.


"Dan itu juga yang membuat aku harus menikah dengan mu. " balas Allen. pada saat itu Allen dipaksa menikah oleh Dawson. maka ia menemui Callista pacarnya di Paris tapi ia mendapatkan penghianatan Callista yang sedang bercinta dengan laki-laki lain. Allen memutuskan kembali lagi ke London untuk menerima perjodohan antara dia dan Bella.


"Aku tidak menyangka bahwa kita akan saling jatuh cinta. " ujar Allen. masih merasa patah hati pada Callista ia dipaksa menikah dengan Bella yang baru ia kenal membuat ia tidak memperdulikan bahkan menyakiti hati Bella. Tapi karena kesabaran hati Bella membuat Allen jatuh cinta kepadanya.


"seharusnya aku harus berterimakasih kepada Callista yang sudah mematahkan hatiku sehingga mendapatkan orang yang berhati malaikat seperti mu. " ujar Allen mencium punggung tangan Bella


"kamu masih mencintainya? ".tanya Bella menggoda Allen.


" apa yang kamu rasakan? apakah cintaku sudah terbagi? " balas Allen


"belum. tapi akan terbagi bahkan akan kamu berikan seutuhnya untuk Emily. " ujar Bella dengan tersenyum


"apakah kamu bisa menebak masa depan? ". tanya Allen menggoda Bella.


💙💙💙


assalamu'alaikum semuanya


jangan lupa dukung author dong dengan meninggalkan jejak👣👣 kalian caranya berikan LIKE VOTE KOMENTAR AND SHARE


author mau ucapkan minta maaf atas kesalahan dalam novel ini dan author juga mau ucapkan terimakasih karena sudah mendukung author 💙

__ADS_1


__ADS_2