Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Hujan


__ADS_3

..."jagalah hatiku"....


...Emily Nelson...


Awan yang sedari tadi menahan dirinya agar tidak jatuh ke bumi sudah tidak bisa menahannya lagi dan membiarkan air jatuh ketempat yang sudah ditentukan termasuk pada dua orang yang hanya diam meski seharusnya mereka menjadi lebih dekat dengan jalan bersama.


Emily dan Allen yang tadinya duduk harus berdiri di bawah pohon rindang menerima guyuran air hujan yang sudah tidak bisa membuat mereka memilih jalan lainnnya. Ternyata pilihan untuk berteduh di pohon tersebut bukanlah pilihan tepat bagi keduanya karena mereka masih menerima guyuran air yang terbawa angin. Tangan Allen menjulur keatas kepala Emily agar istrinya tidak menerima tetesan dari air dari atas meskipun hal tersebut tetaplah sia-sia.


"Mas, kita cari tempat lain? ". Tanya Emily dengan berusaha berbicara dengan keras karena suaranya kalah dengan bunyi derasnya hujan.


" Boleh, Ayo. " Allen menyetujui Emily untuk pindah ke tempat yang lebih teduh. Allen mengambil tangan Emily dan menggenggam untuk diajak berlari menembus derasnya hujan. Mata Emily melihat ke tangan yang bergandengan begitu erat dengan dipenuhi tetesan air hujan sehingga ia tidak melihat ada sebuah batu di jalannya dan menjadikannya terjatuh di atas rumput taman yang tergenang air.


Bukan hanya dirinya yang jatuh, suaminya juga ikut tersungkur mendapat tarikan darinya karena tangan keduanya yang bergandengan erat. Tidak menampilkan kesedihan atau kesakitan malah menjadikan Emily menahan tawa melihat suaminya jatuh terlentang.


"Kenapa tertawa? ". Tanya Allen yang melihat istrinya berguling di atas rumput taman untuk mendekat kepadanya. Emily hanya menggeleng menjawab pertanyaan Allen.


Allen yang ingin bangun dari terlentang nya ditarik oleh Emily untuk tetap dalam posisinya dan Emily ikut terlentang di sampingnya.


" Biarkan kita seperti ini. Kita sudah basah jadi kenapa kita tidak menceburkan diri kita sekalian? ". Ujar Emily dengan meraih lengan Allen untuk digunakan bantal kepalanya di atas rumput.

__ADS_1


" Akhirnya aku bisa main sir hujan lagi". Ujar Emily yang menikmati setiap tetesan air hujan yang menerpa ke seluruh badannya.


"Kenapa? ". Tanya Allen dingin sedingin air hujan yang jatuh menggenangi rumput .


" Mama dan papa melarang karena alasan aku akan sakit lah dan lain-lainnya. Sungguh menyebalkan. " Emily memanyunkan bibirnya yang sudah terlihat memucat karena kedinginan.


"Bukankah itu benar?".


Emily membalikan setengah badannya menghadap ke Allen yang wajahnya basah dan terlihat menawan meski ia telah berstatus duda jika tidak menikah dengan Emily.


" Jangan terlalu melihatku. Aku tidak bisa bertanggungjawab lebih kepada mu. " Ucapan Allen menyadarkan Emily yang mengagumi suaminya tersebut. Dengan gugup Emily bangun dari terbaring nya.


"Kenapa? Bukankah kamu ingin menikmati air hujan ? ". Tanya sok polos Allen


" Sepertinya aku sudah kedinginan. " Jawab asal Emily


Emily dan Allen berada di tempat yang cukup nyaman untuk berteduh karena air hujan sudah tidak bisa menjangkaunya lagi.


"Kamu kedinginan? ". Tanya Allen yang melihat Emily terus menggesekkan tangannya agar mendapat kehangatan.

__ADS_1


" Iya. " Jawab Emily dengan menganggukkan kepalanya


"Ternyata mama dan papa mu benar tidak mengijinkan mu bermain hujan. " Balas Allen dengan pergi meninggalkan Emily menuju ke telepon umum untuk menelpon supir. Namun, usahanya sia-sia karena jaringannya sangatlah buruk saat ini.


Dengan berat hati Allen harus naik bus umum bersama Emily. Banyaknya penumpang membuat Emily dan Allen harus berdiri dan ini adalah hal yang membuat Allen tidak suka naik kendaraan umum. Tubuh Emily yang menggigil menarik Allen untuk duduk berjongkok dan meminta Emily duduk di atas pangkuannya.


"Kemari lah." Ujar Allen namun Emily menolaknya untuk duduk di sana.


"Ayo." Allen menarik lengan Emily kemudian mendudukkan dirinya di atas pangkuannya dan mendekap tubuh Emily yang sedikit menggigil karena kedinginan.


Emily sangat merasa canggung dengan posisinya saat ini terlebih hembusan nafas Allen yang menerpa lehernya menjadikan dirinya hangat dengan hal tersebut.


"Jagalah hatiku. " Gumam Emily dengan memejamkan matanya di balik dekapan Allen


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar setiap membaca ceritanya ya😊 supaya author semangat update


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2