Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Fany Laurence


__ADS_3

..."Jika masa lalu bisa diulang kembali maka aku tidak akan memilih jalan yang sama hingga membuat ku sampai disini. "...


...Fany Laurence...


"Kenapa kamu ada disini? ". Tanya Lewis memenuhi ruang keluarga karena melihat wanita duduk di sofa dengan menonton film bergenre romantis.


"Aku kira aku akan memaafkan diriku. " Ujar wanita tersebut dengan menoleh ke Lewis yang rahangnya mengeras dan tangan mengepal.


"Oh ya? ". Tanya Lewis dengan mengangkat satu alis tebalnya.


"Hal apa yang membuat mu merubah semua pikiran mu? Apa kamu memang benar-benar sudah gila? ". Ujar Lewis dengan menyunggingkan bibirnya memandang wanita yang masih berkarisma meski usianya sudah tidak muda lagi.


"Sopan lah sedikit kepada mamamu. " Ujar wanita tersebut.


"Apa yang harus aku lakukan kepada nyonya Fany Laurence yang terhormat? ". Tanya Lewis dengan senyuman sinis nya.


Fany Laurence adalah mamanya Lewis yang melahirkan nya. Akan tetapi ia tidak menerima kehadiran Lewis karena alasan sebuah kesalahan atas nama cinta. Hal tersebut membuat Fany rela menitipkan Lewis di sebuah panti asuhan sebagai tanda bahwa kehadiran Lewis hanyalah sebuah kesalahan.


"Menurutmu apa yang akan dilakukan oleh anak kepada mamanya yang tidak pernah datang ke sini. " Balas Fany dengan mengangkat tubuhnya dari sofa untuk mendekati putranya yang sudah besar.


"Oh, sepertinya aku akan membuat perayaan yang sangat meriah untuk nyonya Fany terhormat atas kedatangan pertamanya kesini. " Balas Lewis memandang orang yang sudah berada di depannya.

__ADS_1


"Gimana, apa nyonya setuju? ". Tanya Lewis ke Fany.


Lewis sangat membenci Fany karena sempat membuangnya di panti asuhan sampai Lewis dibawa kembali oleh kakeknya Laurence untuk kembali ke rumah. Namun, karena kakeknya sudah tua sehingga hanya sebentar mengurus Lewis dan membuat Lewis harus tinggal dengan Fany seperti orang asing sebelum ia mengembangkan bisnisnya.


Dan setelah sukses, ini adalah kali pertama Fany menemui Lewis lebih tepatnya kali pertama Fany mengucapkan bahwa ia adalah mamanya Lewis. Karena ketika Fany memandang Lewis, Fany hanyalah melihat kesalahan.


" Lewis kita lupakan semua masa lalu dan menjalani hidup dengan semestinya. " Ujar Fany dengan menepuk pundak laki-laki yang sudah tinggi darinya.


"Oh ya?". Balas Lewis dengan menepis tangan Fany di pundaknya.


" Masa lalu yang mamaku membuang ku di panti asuhan?Masa lalu yang mamaku tidak pernah menganggap aku anaknya? Masa lalu yang semua teman-teman ku mengatakan ku bahwa aku anak haram? " Ujar Lewis dengan suara memenuhi ruangan yang seharusnya menyajikan kesan hangat.


"Masa lalu mana yang harus aku lupakan? . Coba katakan kepada ku! ". Lanjut Lewis dengan membentak wanita yang terus melihat gerak-geriknya


"Apa kamu bisa mengembalikan semua yang telah terjadi kepadaku selama ini? ". Tanya Lewis


" Tidak, kamu tidak akan bisa. " Lewis menghempaskan tangan Fany yang menggenggam tangannya.


"Apakah hanya itu jalan satu-satunya untuk memperbaiki semuanya? ". Tanya Fany dengan nada serak


Lewis tidak menjawab pertanyaan Fany malah meninggalkannya menuju ke sebuah klub malam untuk meringankan beban yang ada di pikirannya. Lewis yang tadi siang mengajak Callista ke kantor untuk makan siang malah membuat masalah dengan Emily hingga membuatnya tidak tega melihatnya sampai ketika pulang ke rumah melihat Fany yang sudah berada di ruang tamu dengan menonton televisi membuatnya naik pitam.

__ADS_1


"Sial! ". Umpat Lewis dengan memecahkan gelas yang berisi anggur di tangannya. Namun, nasib Lewis memang sial hari ini hingga ia harus berhadapan dengan orang yang terkena pecahan gelas yang ia lempar tadi.


" Maksud kamu apa? " orang tersebut mendorong tubuh Lewis yang sudah teler sehingga mudah saja Lewis terjatuh dari tempat duduknya.


"Jangan buat kerusuhan disini. " lanjut orang tersebut dengan beberapa kali melayangkan pukulan ke wajah Lewis dan Lewis tidak mampu membalas atau menangkis pukulan tersebut seperti sudah pasrah sampai petugas melerai pertarungan tersebut.


karena ketidaksadaran Lewis, maka ia pulang diantar oleh petugas klub ke rumahnya .


"Dia kenapa? ". tanya Fany kepada petugas yang membopong tubuh tak berdaya Lewis


" Dia mabuk nyonya dan sempat terlibat perkelahian. " jawab petugas tersebut


"ya sudah, tolong bantu bawa dia ke kamarnya."


"Terimakasih." ujar Fany ketika tubuh Lewis sudah diletakkan petugas di atas ranjang nya.


"Sama-sama. ya sudah nyonya saya pamit dulu." ujar petugas dengan meninggalkan kamar Lewis


"Kamu tahu Lewis, hatiku selalu mengatakan bahwa semua yang aku lakukan kepada mu dulu adalah ketidakadilan. Akan tetapi rasa ego yang tinggi menginginkan aku tidak menegakkan keadilan itu kepadamu. " ujar Fany dengan menyelimuti tubuh Lewis dan langsung duduk di tepi ranjang anaknya yang sudah terlelap dengan luka lebam di sudut bibirnya.


"Aku memiliki cinta, tapi apa yang aku hasilkan dari cinta itu sendiri? kesalahan. Dan untuk itu, aku berpikir kamu tidak harus memiliki cinta agar kamu tidak melakukan kesalahan. " Lanjut Fany

__ADS_1


"Namun aku salah Lewis, kehidupan tanpa adanya cinta semuanya tidak akan berputar. Untuk itu, aku mencabut semua pikiranku tersebut dan aku harap kamu mau juga menghilangkan kebencian mu kepada cinta agar kamu menemukan arti kebahagian yang sesungguhnya. " Fany mengelus pipi Lewis dengan lembut.


"Aku minta maaf Lewis Dawson. " Fany mencium kening Lewis lama dengan menitihkan air matanya sebagai bentuk penyesalan yang pernah ia buat.


__ADS_2