Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Yang ditutupi


__ADS_3

..."pertemuan adalah rahmat Tuhan yang selalu membawa perubahan dan usai dengan penyesalan. iya, memang menyakitkan ...


...namun bukankah awalan menyenangkan? ...


...kenapa harus berpikir akhiran...


...kita serahkan saja pada Tuhan"...


...Emily Nelson...


"Minum dulu obat mu. " Allen memberikan obat dan segelas air ke Bella. Allen selalu memperhatikan Bella termasuk minum obat-obatnya.


"Sepertinya aku punya syarat untuk ini. " Balas Bella dengan menerima obat dari Allen


"Apa? ". Tanya Allen yang ikut duduk di sofa bersama istrinya. setelah dinyatakan sakit Bella akhir-akhir ini selalu meminta permintaan ke Allen meskipun itu tidak masuk akal.


" Aku ingin kamu mulai saat ini tidur dikamar Emily. " Jawab Bella dengan tersenyum manis ke Allen. ia tahu bahwa permintaannya sangatlah aneh meskipun demi kebaikan Allen sekalipun.


"Bella kau ini". Allen menatap tajam Bella yang masih menampilkan wajah cengengesan.


" Ayolah Allen, aku menikahkan mu dengan Emily bukan hanya untuk status saja. Tapi aku juga ingin melihat kalian lebih dekat. " Bella merasa ada jarak diantara Emily dan Allen yang tercipta dihubungkan mereka.


"Kamu tidak akan menceraikan Emily setelah aku pergi kan? " Tanya Bella dengan selidik. Meski dengan paksaan dalam pernikahannya dengan Emily, Allen belum pernah berpikir untuk menceraikan nya.


permintaan Bella adalah kewajiban baginya hingga ia menyetujui syarat dari istrinya tersebut. Allen saat ini masih canggung berada di kamar Emily yang saat ini Emily sudah berada di ranjang dengan tubuh diselimuti.


"Bolehkah aku tidur disini mulai saat ini? ".ucap Allen setelah sekian lama hanya berdiam diri terlepas ia memasukkan dirinya ke kamar Emily. Emily menganggukkan kepalanya dengan ragu-ragu karena permintaan Allen yang tiba-tiba ingin tidur di kamarnya.


"Sepertinya kamu menjadi budak cinta. " Ujar Emily dengan tersenyum kecut melihat Allen yang menaikkan tubuhnya ke ranjang bersamanya. Emily tahu pasti bahwa keberadaan Allen disini karena permintaan istrinya. Sejauh ini Emily mengerti sifat Allen yang sangat mencintai istrinya akan melakukan permintaan apapun itu meskipun harus tidur bersama Emily yang tidak akan ia lakukan.


"Sini." Emily menarik selimutnya yang dirasa digunakan Allen membuat tubuhnya tidak terselimuti.

__ADS_1


"Apaan sih. " Allen membalas tarikan Emily membuat mereka bangun dari tidurnya dan saling tarik menarik selimut seperti anak kecil berebut mainan. Sampai tarikan Allen yang sangat kuat mendapatkan selimut namun ia juga mendapatkan tubuh Emily berada di atas tubuhnya. Mereka saling memahami keadaan mereka saat ini. wajah Emily sangat dekat dengan milik Allen yang menatap Emily intens tanpa ingin mengedipkan mata. mata biru hidung manjung pipi tirus bibir seksi membuat Allen memuji keindahan yang ada di depannya.


Emily mengagumi sosok orang yang saat ini berada di bawahnya. detak jantung yang sangat kentara menyadarkan mereka yang saling mengagumi bahwa saat ini mereka masih hidup.


"ini buat kamu saja. " ujar Emily melempar selimut dan langsung menjauh dari tubuh Allen yang membuatnya gugup karenanya.


Pagi yang tidak biasa bagi Emily karena semalam harus tidur berbagi ranjang dengan laki-laki walaupun itu suaminya ini adalah kali pertama Emily bersama sedekat itu dengan Allen. apalagi waktu Emily membuka matanya yang melihat tangannya melingkarkan ke tubuh Allen yang ia pikir adalah guling. hal tersebut membuat Emily sangat malu karena Allen menyadari apa yang Emily lakukan padanya namun tetap membiarkannya saja tanpa menolak.


"sepertinya kalian bangun kesiangan. " ujar Dawson yang melihat Allen dan Emily baru datang ke meja makan.


"ya gimana lagi. pasti tidur kalian nyenyak ya?" tanya Bella dengan tawa menggoda membuat pipi Emily merah merona. sedangkan Allen hanya cuek dengan hal tersebut.


kring.. kring..


"halo." Allen berhenti dari makannya dan mengangkat ponselnya yang berbunyi.


"iya nanti aku akan ke sana. " semua orang yang berada di ruang makan melihat Allen yang berbicara dengan orang dibalik teleponnya.


"Alex pa. ada urusan yang harus aku selesaikan dengannya aku pamit pergi dulu. " balas Allen ke orang yang sudah memiliki uban di rambutnya dan berpamitan ke semuanya untuk menemui Alex teman sekaligus orang kepercayaannya.


💙💙💙💙


Allen menemui Alex di sebuah rumah sakit st thomas' hospital sesuai Alex katakan.


"bagaimana? ". tanya Allen yang baru datang ke Alex sedang berada di bangku tunggu.


" dokter akan membawa hasilnya. " balas Alex. setelah beberapa saat mereka menunggu seorang dokter mendekati mereka.


"hasilnya sudah ada. " ujar dokter dengan membawa dokumen di tangannya dan memberikannya ke Allen. Allen melihat dokumen tersebut dengan serius matanya tersorot tajam seolah tidak mau ada yang tertinggal dari penglihatannya.


"sial." umpat Allen setelah melihat dokumen tersebut.

__ADS_1


"iya. dia bunuh diri dengan meminum banyak obat bukan karena serangan jantung. " jelas dokter yang melihat wajah marah Allen.


"kenapa semua ini ditutupi? ". Tanya Alex


" mungkin ada orang yang sengaja menutupi semua ini agar dirinya aman. " balas Allen dengan mata yang semula biru menjadi merah padam.


"Alex aku ingin kamu mencari semua detail informasi untuk kasus ini. " lanjut Allen. Alex hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban Allen.


"bodohnya aku. kenapa baru sekarang aku menyadari semua ini. " gerutu Allen.


sebelumnya Allen meminta Alex untuk menyelidiki kasus kematian mamanya setelah menemukan dokumen kesembuhan mamanya dari penyakit jantung yang lama ia derita. Karena kecurigaannya Allen dan Alex menemui dokter yang menangani kasus kematian mamanya yang ia tahu bahwa mamanya meninggal karena serangan jantung. Akan tapi setelah melihat surat kematian mamanya, Allen baru tahu bahwa kematian mamanya bukanlah karena sakit melainkan bunuh diri dengan meminum banyak obat. Allen baru menyadari hal tersebut karena waktu itu Allen masih kecil untuk mengetahui jelas penyebabnya toh papanya memberitahu bahwa mamanya meninggal karena serangan jantung.


" mama apa alasan mu melakukan semua itu hingga kamu meniggalkan aku". ujar Allen.


Allen dan kedua orang tuanya sangatlah dekat karena sifat manjanya dan juga anak tunggal dari mereka membuat ia mendapatkan banyak kasih sayang.


"mama begitu berat kah beban yang kau bawa hingga kau melakukan yang sangat kau takutkan? " batin Allen mengingat kata mamanya yang takut akan kematian karena ia memiliki banyak cinta yang ia terima di dunia ini.


"aku janji akan mencari tahu alasan mama melakukan semua ini. Dan aku tidak akan mengampuni siapapun yang terlibat dalam kasus ini ma. " lanjut Allen dengan mengepalkan tangannya.


💙💙💙


Assalamu'alaikum semuanya


terimakasih terlah membaca novel ini ya.


oh ya, author minta tolong dong jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca dengan cara berikan like vote komentar dan share.


terimakasih semuanya.


cinta kalian

__ADS_1


__ADS_2