
..."Keadaan memaksa untuk melakukan yang tidak kita inginkan"...
...Lewis Laurens...
" Mau kemana Emily? ". Tanya Robert dengan membaca koran dan ditemani secangkir teh hijau.
" Aku ada janji mau ke rumah teman Pa. " Balas Emily dengan mencium pipi papanya yang mulai keriput karena usianya sudah tidak muda lagi.
" Hati-hati. " Ujar Robert pada putrinya yang masih seperti gadis belum bersuami. Terlihat dari cara berpakaiannya saja bisa membuat setiap orang yang menatapnya akan tertarik padanya terlebih Tuhan terlalu baik hati dengan melengkapi paras cantik kepadanya.
Emily kembali menepati janjinya untuk merawat Fany yang sedang sakit hingga sembuh. Entah mengapa Emily merasa terikat dengan Fany padahal mereka sama sekali tidak ada hubungan darah. Bahkan hanya menolak untuk tidak kembali pun Emily tidak sanggup melakukannya.
" Selamat pagi Ma. " Sapa Emily pada wanita yang duduk di kursi roda dengan menikmati sinar mentari pagi.
"Emily? ". Senyum penuh terlukis di wajah Fany melihat perempuan dengan rambut di kuncir satu memperlihatkan leher putihnya. Fany tidak sungguh meminta Emily untuk merawatnya karena dia sadar bahwa dirinya dan Emily hanyalah dua orang yang kebetulan bertemu. Namun, semua itu tidak bagi Emily. Dia memberikan hatinya juga untuk Fany saat ini.
"Bagaimana keadaannya mama sekarang? ". Emily berjongkok di depan Fany menempatkan pantatnya.
" Melihatmu kesini sudah membuat keadaanku menjadi baik. " Kedua tangan Fany menjepit kedua pipi tirus Emily untuk mencium keningnya sebagai bentuk kasih sayangnya.
__ADS_1
"Mama bisa saja. "
"Sudah selesai berjemur nya? ". Tanya Emily
" Sudah. "
"Ayo masuk ma. " Emily mendorong Fany untuk membawanya kembali ke dalam rumah karena matahari sudah menampakkan diri dengan penuh. Namun, kursi roda Fany tiba-tiba berhenti di ruangan paling depan rumah Lewis karena tidak ada dorongan dari belakang.
" Emily, ada apa? ". Tanya Fany yang memutar kepalanya dan mendongak ke atas untuk bisa melihat wajah cantik Emily dengan matanya terbuka lebar karena melihat sesuatu yang tidak biasa.
Tidak mendapatkan jawaban dari Emily membuat Fany memutar matanya mengikuti arah pandang putrinya untuk melihat apa yang menjadikan Emily terpaku hingga tidak menyadari panggilannya.
" Lewis? ". Ucap lirih Fany dengan mata dan mulut terbuka lebar melihat kemesraan yang sedang terjadi.
" Eh, ada Emily juga disini? ". Tanya Calista selepas melepaskan ciuman panasnya bersama Lewis kemudian mendekati Emily dan Fany yang masih terpaku.
Calista sedikit terkejut melihat keberadaan Emily di rumah Lewis padahal ia tahu jika musuhnya itu sekarang adalah istri dari Allen Dawson mantan pacarnya.
"Sayang, kenapa dia ada di rumahmu? ". Tanya Calista pada Lewis dengan menunjuk Emily menggunakan dagunya sedangkan dirinya bergelantungan di tangan kekar Lewis seperti anak kecil.
__ADS_1
Lewis pun tidak menanggapi pertanyaan Calista malah ia fokus berbalas tatap dengan Emily.
" Sayang, kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku? ". Calista mengambil alih fokus Lewis karena ia cemburu melihat Lewis dan Emily bertatapan tanpa memperdulikan dirinya.
" Ayo kita pergi. " Lewis menggandeng Calista pergi dari rumahnya agar tidak membuat keributan. Mengingat kebersamaan mereka berdua tidak akan membuahkan hasil yang baik malah akan menghancurkan semuanya. Karena bisa dibilang jika mereka berdua adalah musuh bebuyutan.
Lewis memulangkan Calista ke rumahnya meskipun ia sama sekali tidak mau bahkan keluar dari mobil saja Lewis perlu menariknya.
Calista pagi-pagi datang ke rumah Lewis untuk membujuk mantan pacarnya agar menerima kembali keberadaannya karena ia harus mendapatkan Lewis agar bisa menaikkan namanya. Lewis sebenarnya engan untuk menerima kembali Calista. Namun, dorongan Calista dengan menariknya dalam ciuman panasnya tentu menjadikan Lewis tidak bisa menolaknya.
Lewis sangat tidak suka dengan adanya Calista yang terus mengajarnya karena Lewis merasa jika Calista bukanlah wanita yang baik-baik terlebih ia sudah mempermalukan Emily di depan umum dengan merobek dress nya waktu gala dinner.
Mungkin dulu Lewis tidak pernah jatuh cinta pada siapapun sehingga ia melampiaskan nafsunya pada sembarang orang termasuk Calista. Dan kali ini Lewis menyesali perbuatannya di masa lalu.
💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat updatenya
Terimakasih
__ADS_1
Love you❤