Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Ke Paris


__ADS_3

..."Kita hanya bisa merencanakan dan bagaimana hasilnya kita hanya bisa menerimanya"...


...Emily Nelson...


"Cukup, Lewis. " Emily sudah tidak tahan lagi dengan apa yang dilakukan Lewis. Tertawa lepas di sepanjang jalan karena Lewis menceritakan hal menggelikan menjadikan Emily memegangi perutnya yang terasa kaku akibat terlalu banyak tertawa.


"Benar Emily, aku pernah kencing di celana karena sedang ketakutan. " Lewis menceritakan pengalamannya yang tidak bisa menahan kencingnya karena dikejar-kejar seorang preman dan itu tentunya menjadi bahan lelucon bagi Emily yang mengenal sosok Lewis sebagai orang pemberani.


"Lewis, aku sudah tidak kuat lagi. " Nafasnya yang tidak teratur seperti orang yang baru lari jauh namun ini ia lakukan untuk menetralkan keadaan agar tidak kembali tertawa lagi.


"Oke, oke. " Lewis memberi tanda persetujuannya dengan mengacungkan jempolnya.


Lewis memang sengaja menceritakan pengalaman memalukan baginya agar bisa membuat tawa orang yang sedang bersedih hati terbit kembali.


" Kita mau kemana? ". Tanya Emily dengan memasang sabuk pengaman ketika sudah di dalam mobil mewah Lewis yang masih terparkir di depan mini bar.


" Pulang". Balas singkat Lewis dengan fokus pada arah jalan yang akan ia lewati.


Hembusan kasar yang keluar dari hidung mancung Emily mengalihkan pandangan Lewis ke arah Emily menampilkan rasa tidak suka atas jawaban Lewis.


"Kenapa? Bukannya kamu suka jika kita akan pulang? ".


" Hari ini aku tidak mau pulang . "

__ADS_1


"Kenapa? ".


" Tidak ada alasan aku harus berada di rumah. "


"Baiklah, aku akan menculik mu kali ini. "Lewis memutar arah laju mobilnya menjauhi arah pulang ke rumah menuju bandara.


" Kemana kita akan pergi? ". Tanya Emily pada Lewis yang sudah membawa dua buah tiket penerbangan di tangannya.


" Paris. " Hampir satu setengah jam dalam perjalanan yang sangat melelahkan bagi keduanya dan menjadikan mereka memilih ke hotel terlebih dahulu untuk meregangkan otot-ototnya.


"Kuncinya cuma satu? " Emily menatap kunci yang baru diberikan resepsionis pada Lewis.


"Iya, kenapa? ".


" Bagaimana kita bisa berbagi kamar? ". Omel Emily dengan masih mengikuti langkah Lewis masuk ke sebuah lift .


Hembusan nafas keluar dari hidung keduanya saling menyapu wajah yang jaraknya sangat berdekatan. Hangat, tentu.


Dentuman jantung Lewis terpacu melebihi batas normal dari biasanya karena berdekatan dengan orang yang ia sukai ternyata tidak semudah menjalankan bisnis besarnya.


" Jangan menatapku seperti itu, nanti jatuh cinta baru tahu rasa. " Ketus Emily berusaha mencairkan suasana yang canggung dan ia sangat beruntung karena pintunya terbuka saat itu juga.


Dengan jengah Emily yang tidak ada pilihan lain memilih membaringkan tubuhnya di ranjang besar di bentuk seperti orang berbulan madu. Memang hotel yang Emily dan Lewis tempati merupakan tempat kebanyakan pasangan berbulan madu menikmati romantisnya kota Paris.

__ADS_1


Emily sempat menelpon resepsionis untuk memesan kamar lagi, namun ternyata sudah tidak ada kamar kosong yang tersedia untuk ia tempati.


"Mau apa kita kesini? ". Tidak berpikir jika Lewis akan membawanya ke Paris.


Paris adalah salah satu tempat yang ingin ia datangi suatu saat nanti. Karena ia memiliki banyak bayangan di Kota ini.


Pernah sempat akan belajar di paris, namun gagal karena harus menuruti permintaan Bella untuk menikah dengan Allen. Meskipun begitu Emily tidak pernah mematahkan keinginannya untuk pergi ke Paris.


Jika bukan untuk belajar, ia akan pergi bersama pasangannya ke tempat paling romantis di dunia ini. Namun, kini ia malah pergi bersama Lewis dengan layaknya sepasang suami istri sedang berbulan madu.


" Entahlah, tiba-tiba aku ingin datang kesini ". Lewis ikut berbaring di samping Emily dengan terlentang membuat handuk yang dibentuk menyerupai burung hancur tertimpa nya. Sedangkan Emily berbaring memunggunginya.


" Lalu apa yang akan kita lakukan disini? ".


" Tidur. "


"Apa? Tidur? " Emily membalikkan badannya menghadap Lewis sudah memejamkan matanya.


"Aku tidak mau sia-siakan kesempatan disini. " Gumam Emily sebelum ia ikut menyusul mimpi Lewis yang sudah jauh.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya

__ADS_1


Terimakasih


Love you❤


__ADS_2