Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Kecelakaan


__ADS_3

..."Dalam kemarahan ku, aku menimbulkan banyak masalah lainnya"...


...Lewis Lauren...


Emily duduk di bangku ruang makan melihat makanan yang sudah tertata rapi di meja sebagai pembuka hari namun sepertinya tidak ada yang ingin menikmati sarapan pagi ini. Mertua dan suaminya hanya mengurung diri di dalam kamar masing-masing. Dirinya menyadari jika di dalam rumah ini sedang ada perang dingin antara anak dan bapak.


Mencoba menyingkirkan rasa mencengkram di dalam rumah, Emily keluar menikmati hidup dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari nya. Setelah berbelanja, Emily langsung akan pulang ke rumah naik bus umum yang sedang beroperasi akan tetapi langkah Emily terhenti ketika melihat segerombolan orang di jalan raya mengerumuni seseorang yang sedang tergeletak dengan berlumuran darah. Emily menyingkirkan beberapa orang untuk melihat korban tersebut dan betapa kagetnya dirinya melihat orang yang tergeletak adalah orang yang beberapa waktu lalu ia kenali.


"Mama Fany? ". Ucap Emily dengan menutup mulutnya melihat orang yang berlumuran darah di kaki dan wajahnya dan belanjaannya pun berceceran di jalan sangking kagetnya.


" Mama. " Emily bersimpuh dan menggoyangkan tubuh Fany.


"Emily." Ucap Fany melihat Emily dengan samar-samar dan menggenggam tangan anak angkatnya.


"Tolong dia, tolong. " Ucap Emily ke semua penonton yang melihat kejadian ini.


Dengan bantuan banyak orang, Fany dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan secepatnya karena kondisinya semakin melemah.

__ADS_1


Sungguh naas nasib Fany kali ini karena diusir anaknya Lewis, ia pergi dari rumah dan karena pikiran yang melayang Fany menyebrang jalan tanpa menyadari ada sebuah mobil melaju kencang kearahnya. Tubuhnya terhempas jauh tertabrak mobil dan membuatnya harus berbaring di rumah sakit dengan perawatan intensif.


Emily menunggu Fany di depan ruangan operasi yang sudah satu setengah jam lebih belum ada kabar dari dokter mengenai kondisi wanita yang sudah menganggapnya sebagai anak.


"Bagaimana dok kondisi mama? ". Tanya Emily kepada dokter yang menangani operasi Fany karena ada tulang yang patah di kakinya.


"Semua operasinya berjalan dengan lancar, hanya saja pasien belum sadar diri. Apakah kamu anaknya? ". Tanya dokter yang melihat Emily penuh kecemasan melihat Fany.


" Iya dok, aku anaknya. Apakah aku boleh menjenguk nya? ".


" Tentu, ". Ucap dokter sebelum pergi


Emily mendudukkan dirinya di sisi ranjang Fany dan menggenggam salah satu tangannya yang tidak terpasang alat.


" Disini aku memahami jika mama tidak bisa menyebrang jalan. " Ucap Emily dengan terkekeh kecil mengingat pertemuan mereka bermula dengan Fany yang ingin menyebrang jalan namun ada mobil sehingga Emily menolongnya dan pertemuan kedua mereka juga dalam keadaan yang sama hanya saja saat ini Emily terlambat menolongnya .


Sekian lama duduk menemani Fany, rasa lelah Emily menerpanya membuat dirinya memejamkan matanya dengan duduk di samping Fany karena bukan hanya tubuhnya yang lelah akan tetapi perasaannya kali ini juga terkuras oleh permasalahan-permasalahan.

__ADS_1


Sehingga yang berada di dalam ruangan tersebut tidak menyadari adanya Lewis yang masuk ke sana. Lewis menjenguk mamanya setelah pihak kepolisian menghubunginya. Sempat acuh dengan apa yang menimpa mamanya, Lewis terpantik hatinya karena bagaimanapun Fany adalah mama yang telah melahirkan nya.


Dan ia menyadari jika kejadian ini adalah kesalahannya karena telah mengusir Fany dalam keadaan ketidaksadaran nya setelah emosi yang memuncak kepada Jessica tentang keterlibatan Emily dalam kasus balas dendamnya pada Dawson.


"Emily? ". Ucap Lewis melihat wanita tidur di bangku dengan berpangku tangan mamanya dan rambut panjangnya menutupi sebagian wajah cantiknya.


" Bagaimana Emily bisa disini bersama mama?". Lewis menyibakkan rambut Emily ke belakang telinganya dan menatap wanita yang telah mencuri cinta pertamanya.


Lewis memindahkan Emily dengan menggendongnya ke sofa panjang yang tersedia di ruangan Fany.


"Dasar putri tidur. " Ujar Lewis dengan terkekeh kecil melihat Emily yang tetap menatap matanya seperti tidak menyadari jika ia telah dipindahkan orang.


Lewis mengecup kening Emily sekilas dengan lembut menyatakan rasa sayangnya pada wanita yang telah bersuami dan melihat keadaan Fany mamanya sebentar sebelum pergi dari ruangan tersebut.


💙💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap ceritanya ya supaya author semangat update ceritanya

__ADS_1


Terimakasih


love you ❤


__ADS_2