Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Siang


__ADS_3

..."perubahan bukan hadir karena keinginan akan tetapi hadir entah dari mana aku bingung menjelaskannya. "☺...


...Lewis Laurence...


Matahari yang sudah tepat di tengah-tengah namun karena udara yang sejuk menjadikan dua orang manusia naik kapal menelusuri ikon kota London di aliran sungai Thames. Di sana mereka menikmati kemegahan dan keindahan kota London dengan kapal dek terbuka.


Di sepanjang Sungai Thames , mereka bisa melihat antara lain jembatan terkenal di London yang diberi nama Tower Bridge. Jembatan yang membentang di atas sungai tersebut, banyak dikunjungi turis, dan menjadi obyek untuk berfoto ria. Jembatan yang dekat dengan areal Tower of London ini, terdiri atas dua menara yang diikat bersama-sama di tingkat atas melalui dua lorong horisontal. Jembatan tersebut menghubungi dua kota di antara sungai itu. Sementara di bawahnya berseliweran kapal-kapal barang dan penumpang. Tamu yang ingin menikmati keindahan obyek wisata dari Sungai Thames ini.


"Wow... " Emily berteriak keras di atas kapal mengeluarkan rasa kekagumannya.


"Lewis setidaknya keluarkan rasa dendam mu disini. Ayo berteriak lah. " Ujar Emily dengan menarik tangan Lewis yang sedari tadi hanya duduk menikmati desiran angin yang menerpa dirinya.


" Ayolah. " Emily menarik-narik tangan Lewis agar mau mengikuti kemauannya.


"Ha- a-a. " Teriak Lewis dengan sangat kencang ke sembarang arah sampai urat lehernya terlihat.


"Emily, aku mencoba melepaskannya. Ayolah. " Ucap Lewis


"Ha-a-a." Teriak mereka berdua dengan diakhiri tawa lepas menertawakan apa yang telah mereka lakukan. Mereka berharap apa yang mereka lakukan bisa mengurangi beban mereka dengan terbawa keluar suara mereka.


Emily menyibakkan anak rambut panjangnya yang tidak ikut di kuncir terbawa angin menutupi wajah putihnya terkena sinar matahari membuat kecantikannya menyala.


"Emily aku punya sesuatu untukmu. " Lewis merogoh saku untuk mencari sesuatu di sana.


"Apa? ". Tanya Emily mendekatkan dirinya ke Lewis yang sangat tampan dengan kacamata hitam menutupi matanya dari sinar matahari yang sangat terang.

__ADS_1


" Kamu gunakan ini. " Lewis memakaikan gelang tali warna hitam ke tangan Emily


"Ini maksudnya apa? ". Tanya Emily dengan angin membawa suaranya sedikit memudar dan juga rok mini nya yang berkibar ke sana kemari.


" Terserah kamu mengartikannya apa. " Balas Lewis dengan mengangkat bahunya dan tersenyum melihat Emily


"Cinta. Aku mengartikan ini dengan cinta. " Ujar Emily yang memandangi gelang tali di pergelangan tangan yang sepertinya cocok dengannya. Emily bukan penyuka aksesoris tapi melihat gelang di pergelangan tangannya membuatnya sangat menyatu dengan dirinya.


"Terserah. Tapi kalau dipikir sepertinya cocok karena itu harganya juga sangat murah. Tapi bukankah cinta itu mahal? " Ujar Lewis menunjuk gelang tersebut.


Lewis membeli gelang tali disalah satu toko aksesoris yang menarik dirinya ketika melihat nya dan seketika mengingatkannya pada sosok Emily sehingga membuatnya membeli gelang tersebut. Lewis sudah lama membelinya namun baru saat ini ia memberikan ke Emily karena merasa Emily tidak akan menyukainya. Akan tetapi melihat Emily saat ini membuat dugaannya salah.


"Apakah aku harus menerimanya? ". Tanya Emily yang sangat dekat dengan Lewis bahkan Emily bisa mencium parfum yang Lewis kenakan meski di tempat terbuka. Emily bisa menebak jika parfum yang Lewis kenakan adalah parfum mahal.


"Jika aku memandang harga, kamu terlalu miskin hanya memberikan ini kepadaku. Tapi jika aku memandang dengan cinta, maka kamu terlihat kaya dengan memberikan ku gelang tali ini. " Lanjut Emily meraih tangan Lewis dan menggenggam nya. ucapan Emily penuh dengan pertanyaan


Emily berpikir bahwa Lewis tidak mengenal cinta karena keadaan dari kecil orang tuanya sudah tidak menginginkan keberadaannya terlebih keberadaanya saat ini karena kesalahan cinta orang tuanya. Maka dari itu ia sangat membenci cinta. Dengan hidup tanpa cinta membuatnya berpikir bahwa ia adalah orang yang beruntung di dunia ini. Padahal yang ia pikirkan salah besar mengenai hal tersebut.


Mungkin cinta memberikan kesedihan ketika perpisahan terjadi akan tetapi bukankah pertemuannya sangatlah membahagiakan? Mungkin cinta membawa kehancuran akan tetapi bukankan cinta pernah membangun juga? Kita hidup bukan hanya membutuhkan gula saja akan tetapi kita juga membutuhkan bubuk kopi agar menyajikan secangkir kopi yang membuat orang suka menikmatinya. Jika hanya gula saja hidup akan terlihat monoton atau bahkan bisa dibilang tidak hidup. namun itulah yang Lewis inginkan.


" Aku tidak paham semua itu Emily. " Balas Lewis dengan memandang manik biru yang tertutup kacamata hitam.


"Cinta hadir jika kamu memiliki perhatian, kasih sayang, dan keintiman. "


"Kamu tahu Lewis, hal yang paling berharga dari hidup adalah mencintai dan dicintai. " Ujar Emily

__ADS_1


"Dengan apa yang aku miliki saat ini apakah aku tidak berharga? Semua orang sangat segan denganku mereka tunduk padaku dengan apa yang aku miliki. " Balas Lewis


"Apa ada rasa kebahagian hadir di sana? ". Tanya Emily


" Tidak dan tidak akan ada. Hatimu kotor Lewis, sangat kotor. " Lanjut Emily


"Jika memang begitu, maukah kamu membersihkan nya? ". Lewis sedikit menunduk untuk mendekatkan wajahnya ke Emily yang lebih rendah darinya.


" Aku akan mencobanya. Tapi ijinkan aku masuk ke sana. "


"Tentu." Balas Lewis dengan anggukan mantap


"Aku akan mencoba menjadi benar-benar sahabat yang akan menaburi mu dengan cinta hingga kamu lupa apa itu dendam. " Lanjut Emily dengan membuka kaca mata Lewis dan melihat dua manik Lewis yang membendung air mata membuat Emily kaget melihatnya


"Kenapa? " Tanya Emily dengan mengelus lembut pipi Lewis karena air matanya sudah tidak bisa dibendung.


"Kamu adalah orang pertama yang aku lihat dengan tulus mau berteman denganku. Mulai sejak kecil karena status ku yang tidak jelas dan kemiskinan ku membuat semua orang mengucilkan ku. Tidak ada yang mau menggandeng tanganku termasuk ibuku sendiri Emily. Akan tetapi setelah aku mendengar apa yang kamu ucapkan, aku merasa tidak sendiri lagi sekarang. " Jelas Lewis dengan memeluk tubuh Emily dan membuat Emily membalas pelukannya.


"Emily semenjak kamu hadir kamu telah memporak ponda kan hati dan perasaan ku. Apa yang sedang terjadi aku tidak memahaminya. " Gumam Lewis dengan mempererat pelukannya ke tubuh yang lebih kecil darinya


"Lewis, entah kenapa aku menginginkan kamu memiliki cinta di dirimu. Mungkin aku selalu melihatmu menyakiti dirimu karena hadirnya cinta di tengah-tengah kehidupanmu menjadikan ku tertarik mengubah cara pandang mu. Aku harap cinta memang benar-benar hadir pada dirimu dan kamu akan sangat mensyukurinya bukan membencinya. " Gumam Emily dibalik wajahnya yang sudah tenggelam di dada bidang Lewis


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Assalamu'alaikum semuanya

__ADS_1


Author minta bantuannya dong dengan meninggalkan jejak πŸ‘£πŸ‘£kalian setelah membaca novel ini caranya berikan like vote komentar dan jangan lupa share ya😊


Terimakasih love you❀


__ADS_2