Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Balon


__ADS_3

..."Permintaan tidak akan terkabulkan jika diberitahukan ke orang lain"...


...Allen Dawson...


Pikiran yang terlalu menumpuk menjadikan Emily tidak bisa memejamkan matanya dan hal tersebut berbeda dengan orang di sampingnya yang sudah merajut mimpi sejak tadi. Suasana rumah Dawson yang sangat sunyi dan hanya diterangi lampu remang-remang, Emily mengeluarkan dirinya dari kamarnya dan ingin mengambil air minum.


Dengan membawa segelas air minum Emily akan kembali ke kamarnya. Namun, baru beberapa langkah Emily melihat Dawson melangkahkan kakinya dengan cepat akan keluar rumah dan tangannya menjunjung tas sedangkan wajahnya dipenuhi kecemasan. Emily sempat melihat Dawson dibalik jendela melajukan mobilnya.


"Papa mau kemana malam-malam seperti ini? Dan apa isi tas yang ia bawa? " Gumam Emily dan kembali menuju ke kamarnya untuk mencoba memejamkan matanya.


Pagi menyapa Emily yang sudah menata makanan untuk sarapan pagi. Allen sudah fresh dengan baju kasual karena mengingat hari ini adalah hari minggu. Selama beberapa menit menunggu kedatangan Dawson yang belum tiba di ruang makan membuat Emily menuju kamarnya.


"Papa.. Pa.. " Panggil Emily dengan membuka perlahan pintu kamar Dawson dan seketika Dawson yang tadinya berbicara dengan seseorang di telepon langsung berhenti melihat Emily masih menggenggam ganggang pintu.


"Papa tidak sarapan? ". Tanya Emily melihat Dawson yang seolah menutupi sesuatu.


" iya. Nanti aku nyusul. " Jawab Dawson membuat Emily kembali ke ruang makan bersama dengan Allen dan Dawson menyusulnya.


"Tidak seperti biasanya papa datang terlambat.'' Ucap Allen dengan menerima piring dari Emily yang terisi makanan untuk sarapan paginya.


" Tadi malam aku tidak bisa tidur. " Balas Dawson dengan fokus ke makanannya sedangkan Emily melihat intens mertuanya yang berbohong ke Allen.


"Kenapa pa? ". Tanya Emily memancing Dawson.


" Sepertinya badanku tidak terlalu sehat. " Emily tahu jika saat ini sedang menyembunyikan sesuatu dan itu terlihat dari jawaban Dawson yang tidak sesuai dengan kenyataan.

__ADS_1


"Jika begitu biar Alex menelpon dokter Brian untuk memeriksa papa. " Ujar Allen ditengah kunyahan makanan di mulut.


"Tidak perlu. Aku rasa lebih baik sekarang. " Balas Dawson yang terlihat badannya sedikit menyusut.


"Allen ajaklah istrimu jalan-jalan. " Lanjut Dawson melirik kedua anaknya yang juga sedang saling melirik satu sama lainnya.


"Baiklah." Setelah beberapa saat barulah Allen memberi jawaban.


Pakaian yang tidak seperti akan jalan-jalan dengan pasangan lainnya melainkan mengenakan baju olahraga dengan mengeluarkan sepeda tandem membuat Emily paham jika Allen akan mengajaknya jalan-jalan sekaligus olahraga.


Matahari yang seharusnya menampakkan jelas dirinya tertutup awan membuat Emily dan Allen lebih menikmati jalanan yang lebih banyak orang berjalan kaki. Kayuhan mereka berhenti di sebuah taman kota yang ramai pengunjung mengingat hari ini hari libur.


Di bawah pohon rindang, Emily dan Allen selonjoran mengumpulkan energinya setelah mengayuh sepeda. Mata Allen menjelajah seisi taman yang banyak diisi oleh pasangan dan juga anak-anak. Sedangkan Emily melihat sepasang anak kecil yang mendekat kearahnya dan Emily membawa balon di tangannya.


"Om.. Tante mau balon? ". Tanya anak perempuan tersebut.


" Tidak. " Balas keduanya dengan menggelengkan kepalanya


"Lalu?. "


"Kami menjualnya. " Ujar salah satu dari mereka dengan menunjukkan seorang wanita yang juga menawarkan balon pada pengunjung lainnya.


"Kalian membantu mama untuk berjualan? ". Tanya Emily tidak percaya bahwa anak berumur sekitar 7 tahun membantu mamanya berjualan.


" Iya. " Jawab keduanya kompak.

__ADS_1


"Wah, pintar sekali sih kalian. " Sekali lagi Emily mencubit pipi anak kembar dengan gemas.


"Tante tidak beli balon tapi ini untuk kalian. " Emily mengulurkan uang yang ia ambil dari sakunya.


"Tidak tante. Kami bukan peminta-minta, kami sedang berdagang. " Tolak anak tersebut menjadikan Emily terharu melihatnya karena dalam situasi seperti ini mereka tetap memegang teguh prinsipnya.


"Baiklah, kalian bisa memberikanku balon yang kalian bawa dan ini uangnya. "


"Terimakasih."


"Jika bisa terbangkan balonnya dengan memejamkan mata dan mintalah apa yang diinginkan. " Ujar si kembar dengan memberikan Emily sepasang balon.


"oke."


Emily menerima balonnya dan memberikan satu balon ke Allen yang hanya melihat dan mendengarkan interaksi antara dirinya dan si anak kembar.


"Mas Allen juga harus menerbangkan balonnya dengan membawa permintaan mas Allen. " Ujar Emily


Keduanya memejamkan matanya dengan berbagai harapan untuk melepaskan balonnya ke atas membawa semua impiannya.


"Apa permintaan mas Allen? ". Tanya Emily dengan melihat balonnya sudah terbang tinggi beriringan dengan milik Allen.


" Permintaan tidak akan terkabulkan jika diberitahu ke orang lain. " Balas Allen. Emily yang melihat ke wajah dingin suaminya sepertinya ia merasa ada orang yang sedang mengawasi gerak-gerik mereka tapi ia mencoba masa bodoh.


💙💙💙💙

__ADS_1


Jangan lupa berikan like vote dan komentar ya dalam setiap update ceritanya agar author semangat update


terimakasih


__ADS_2