
..."Hitam dan putih bukankah sangat ketara perbedaannya? "...
...Emily Nelson...
"Sayang, sebenarnya apa yang kamu lakukan di luar sana? ". Tanya Robert pada orang yang akan melangkahkan kakinya naik ke tangga. Namun mendengar pertanyaan darinya ia memutuskan berhenti melangkah.
" Papa, belum tidur? ". Tanya balik Emily karena biasanya Robert sudah istirahat di jam segini.
" Aku merasa khawatir padamu. "Robert mendekatkan diri pada Emily agar bisa berbicara dengan intens bersama anaknya yang tidak jelas pergi kemana dan pulang di jam-jam malam padahal setahu Robert, Emily tidak sedang bekerja.
" Jangan khawatirkan Emily, Pa. Emily bisa jaga diri sendiri. " Tangan Emily menepuk pundak orang yang sekarang sejajar dengannya karena ia mengenakan high heels lumayan tinggi kali ini.
"Apa yang kamu lakukan di luar sana? ". Tanya Robert lagi karena belum mendapat jawaban dari Emily.
" Temanku sedang sakit Pa, dan aku diminta untuk merawatnya. "
"Teman? Teman yang mana? ". Seingat Robert, Emily tidak terlalu memiliki banyak teman karena mengingat sifat putrinya cukup tertutup.
" Teman kerjaku Pa. " Hanya itu mungkin yang Robert tidak kenal siapa dia karena Emily bekerja ketika ia sudah bersuami.
Ya sudah Pa, aku pergi dulu. Selamat malam. " Kecupan tulus diberikan Emily untuk Robert dan kemudian ia kembali melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga.
"Dawson tadi menelpon. " Ucapan Robert menghentikan kembali langkah Emily yang tinggal satu tangga lagi sampai ke atas.
"Dia menanyakan keadaanmu. " Emily membalikkan badannya menatap orang yang jauh di bawah sana juga sedang menatapnya dengan masih di tempat yang sama.
"Dia tidak bisa menghubungimu, jadi ia menelpon Papa. " Lanjut Robert mengatakan apa yang tadi Dawson ucapkan di sambungan telepon.
__ADS_1
"Ponselku dayanya sedang habis Pa. " Emily memang jarang mengisi daya hpnya jika tidak sampai hpnya mati.
"Kita berharap kamu dan Allen bisa tinggal bersama kembali. " Robert membelakangi Emily untuk turun dan masuk ke kamarnya. Sedangkan Emily pun langsung merebahkan tubuhnya di ranjang besarnya sembari mengingat kata-kata dua orang yang berbeda jauh usia.
"Kenapa Lewis menuduh Allen selingkuh? " Gumam Emily dengan memejamkan matanya yang sudah berat untuk bisa berjaga.
Dilain sisi, Allen baru saja pulang rumah dengan mabuk hanya saja tidak terlalu parah seperti sebelum-sebelumnya.
"Allen, cukup! ". Teriak Dawson pada orang yang berjalan sempoyongan dan hampir memecahkan vas karena ia menyenggol nya.
Matanya yang hanya melihat dengan menyipit, Allen tersenyum sinis pada orang yang dulunya sangat Allen banggakan bahkan ia bercita-cita ingin menjadi sepertinya.
" Cukup, Allen! ".
" Cukup untuk apa? " Ucapan Dawson yang dulunya adalah perintah baginya, kini menjadi lelucon menurutnya.
"Kamu tidak akan pernah bisa mengabulkan permintaanku. " Tunjuk Allen dengan botol minumannya yang isinya tinggal setengah.
"Apa, katakanlah! ".
" Mama, kembalikan mama padaku. " Allen tersenyum sinis pada papanya yang hanya diam saja mengakui jika ia tidak akan bisa memenuhi permintaannya.
"Jangan meminta hal mustahil padaku. "
"Jika kamu bisa membunuh kenapa tidak bisa menghidupkan? ". Tanya Allen dengan nada sinis.
" Aku tidak membunuhnya Allen. " Ucap Dawson dengan tegas menyatakan pernyataan salah dari Allen atas tuduhannya.
__ADS_1
"Lalu? Berselingkuh di belakangnya, bukanlah membunuhnya secara halus? "
"Semua itu atas ijin Mamamu. "
"Apakah kamu tidak melihat mata ketulusan Mama? Demi cintanya ia rela melakukan semua itu hingga ia sudah menyatakan lelah. "
"Jika kamu bukan pembunuh lalu apa namanya? Hah? " Dalam masuknya, Allen masih bisa menyatakan kebenaran atas kematian mamanya.
Allen kembali sempoyongan akan menuju kamarnya yang sudah menanti dirinya.
"Jemput lah, Emily! ". Perintah Dawson membuat tangan Allen mengambang menggenggam ganggang pintu.
" Jangan buat dia terlalu lama di luar, tidak baik baginya untuk orang yang sudah bersuami. "
"Dia tidak seperti dirimu karena tidak bisa jaga diri." Ujar Allen sebelum benar-benar memasukkan ke kamarnya.
Boleh dikatakan kepergian Emily menambah berantakan hidup Allen. Yang bisanya Emily lakukan tugas sebagai seorang istri dengan melayani semua kebutuhan Allen kini ia hanya bisa mencari semua kebutuhannya sendiri.
Dan ada pemikiran untuk menjemputnya kembali namun bukan saat ini karena Allen pikir waktunya belum tepat.
💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya
Terimakasih
Love you😘❤
__ADS_1