Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Menghormati


__ADS_3

..."rasa cinta hadir karena terbiasa. Tapi rasa benci juga bisa hadir karena terbiasa"...


...Emily Nelson...


Malam sudah menyapa tapi Allen baru saja menyelesaikan berkas-berkasnya dan langsung saja dia melajukan mobilnya menuju rumah dia tinggal.


"Tok.. Tok.. Tok.. " Allen mengetuk pintu mewah rumahnya dan beberapa saat kemudian ada yang membuka pintu tersebut.


"Silakan masuk mas, " Ucap Emily dengan mengambil tas yang dibawa oleh Allen. Sedangkan Allen masih mematung di depan pintu. Emily melakukan hal tersebut karena hatinya sedang bahagia dan mungkin menjalankan tugasnya sebagai seorang istri


"Ayo." Emily menarik tubuh Allen untuk masuk kedalam rumah. Bella dan Dawson tersenyum melihat kelakuan Emily yang dirasa sangat lucu.


"Mas Allen mau mandi dulu atau langsung makan". Tanya Emily yang tangannya masih menarik Allen


" Aku mandi dulu. " Balas Allen


"Ya sudah kita tunggu di meja makan. " Allen melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk membersihkan tubuhnya dan langsung ikut ke meja makan yang lainnya.


"Emily, bagaimana lamaran mu? " Tanya Dawson disela mengunyah makanannya.


"Aku sudah dapat pekerjaan pa. " Jawab Emily dengan menghentikan sejenak aktivitas mengiris dagingnya.


"Oh ya? Kamu jadi kerja dimana? ". Tanya Bella yang duduk di sebelah Allen


" Aku kerja di Laurence group menjadi desainer ". Ucap Emily membuat semua orang menatapnya intens. Emily mengerti apa yang terjadi kepadanya karena Laurence group adalah saingan terbesar perusahaan mereka saat ini. Tapi, ia sudah memilih perusahaan tersebut untuk bekerja. Emily adalah orang yang keras kepala apa yang ia mau harus ia lakukan dan ia tidak mau melakukan jika ia tidak menyukainya.


" Emily.. " Ucap Bella lirih tidak percaya dengan yang Emily ucapkan.


"Sebelumnya aku minta maaf atas apa yang aku lakukan. " Balas Emily dengan menundukkan wajahnya memahami situasi saat ini

__ADS_1


"Apakah mereka tahu siapa dirimu? " Tanya Dawson selidik


"Sepertinya tidak pa. " Balas Emily dengan menggelengkan kepalanya


"Apakah kamu sangat menginginkan pekerjaan itu? . " Tanya Dawson kembali dan dijawab oleh Emily dengan anggukan karena memang itu yang Emily cari.


"Kamu berhati-hatilah. " Ucap Dawson dan diakhiri dengan kepergiannya dari meja makan. Dawson sangat berat hati menerima kenyataan bahwa Emily akan bekerja dengan Laurence group. tapi, kenyataannya ia juga tidak sanggup menolaknya.


"Aku harap kamu tidak melupakan tanggung jawab mu sebagai seorang istri Emily". Ucap Bella dengan menyusul Allen yang masuk ke kamarnya.


***


" Masuklah". Ucap Lewis di ruang kerja yang berada di dalam rumahnya ketika mendengar pintu diketok


"Lewis, aku sudah mendapatkan apa yang kamu mau. " Ucap David dengan menaruh berkas di meja Lewis. Lewis melihat berkas yang diberikan oleh David kepadanya. Tangan Lewis mengepal dan sorot matanya menatap berkas tanpa berkedip seakan ia sangatlah marah melihat berkas tersebut.


"Apa langkah selanjutnya? ". Tanya David yang duduk di sofa menatap atasan sekaligus sahabatnya


Hari pertama Emily bekerja harus berangkat satu mobil dengan Allen untuk menuju Laurence group karena perintah dari Dawson.


"maafkan aku, karena membuatmu terjebak dalam pernikahan ini. " ucap Allen memecahkan keheningan


"apakah kamu mau berpisah dengan ku? " tanya Emily menatap Allen yang fokus mengendalikan stir mobilnya.


"aku tidak pernah mengatakan hal itu. " jawab Allen membuat susana kembali hening


"apa kamu sangat senang mendapat pekerjaan ini? Tanya Allen yang melirik pada Emily yang selalu menampilkan senyumannya.


" Tentu, setidaknya aku punya alasan untuk hidup. " jawab Emily

__ADS_1


"apa kamu keberatan mas? " tanya balik Emily


"jika papa sudah mengijinkan mu maka aku tidak punya hak untuk itu. Dan sangat terhormat lah dirimu bisa membuat papa menyetujui pekerjaan mu. " Allen adalah orang yang sangat menghormati semua perkataan papanya. karena papanya sangat berarti baginya dan bahkan ia menjadikan Dawson sebagai idola nya.


"begitu hebatnya papa hingga bisa membuatmu sangat menghormati nya." ujar Emily.


Allen menghentikan mobilnya setelah memasuki pekarangan Laurence group dan membukakan pintu mobil untuk Emily.


"terimakasih". ucap Emily yang baru turun dari mobil. Meski Allen tidak mencintai Emily tapi ia selalu menghormati Emily dan hal itu membuat Emily melakukan hal yang sama kepada Allen.


" Rasa hormat mungkin lebih baik dari pada cinta". Batin Emily yang pernah terluka karena dikhianati oleh cinta


"Semangat". ucap Allen dan dibalas Emily dengan anggukan. hubungan Emily dan Allen memiliki kemajuan meski hanya saling menghormati.


Lewis membaca beberapa berkas dengan serius yang harus ia kerjakan sebagai proyek barunya nanti.


" Emily, bagaimana menurutmu dengan proyek ini. " Lewis memberikan berkas dari tangannya ke Emily yang duduk di depannya


"bagus. hanya saja desainnya aku rasa kurang mengikuti tren saat ini. " balas Emily dengan masih fokus melihat berkas


"baiklah aku ingin kamu mendesain sebagus mungkin untuk proyek ini dan besok kita akan bertemu dengan klien. "ucap Lewis


"oh iya, nanti kita makan siang bersama. " ucap Lewis kembali sebelum Emily keluar dari ruangannya


Emily menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk Lewis


***


assalamu'alaikum semuanya

__ADS_1


berikan semangat kepada author ya dengan meninggalkan jejak 👣👣kalian setelah membaca caranya LIKE VOTE KOMENTAR AND SHARE novel ini


Terimakasih 🥰


__ADS_2