
..."kebiasaan akan hilang dengan kebiasaan lain. "...
...Emily Nelson...
Allen belum bisa memejamkan matanya walaupun tubuhnya sudah terbaring di ranjang. Pikiran Allen masih berputar mengingat keterlambatan Emily pulang ke rumah dan terlebih ketika Emily baru keluar dari mobil mewah bersama laki-laki yang Allen tidak kenal karena posisinya membelakangi Allen yang melihat mereka dari balik jendela kamar Emily. Tidak bisa menanyakan apa yang tadi Allen lihat ia memilih berpura-pura memejamkan matanya ketika Emily masuk ke kamarnya.
Emily melihat Allen yang sudah terlelap di atas ranjang dengan tubuh diselimuti langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Emily menikmati setiap tetesan air yang keluar dari shower untuk menghilangkan ketakutan yang telah tercipta tadi. Emily sangat bersyukur ketika Lewis mau membantunya menghilangkan ketakutannya sampai dengan mengantarkannya pulang ke rumah. Emily sempat menolak tawaran Lewis tapi karena paksaan dan keadaan Emily menerima tawaran Lewis.
Allen membuka matanya dan mengganti posisi tidurnya yang dirasa terasa tidak nyaman sama sekali. Namun, mata Allen tertuju pada orang yang baru keluar dari kamar mandi dengan baju kimono nya dan wajah yang sudah segar.
"Mas Allen belum tidur? " . Tanya Emily melihat Allen yang membuka matanya dan menatapnya.
"Sepertinya pikiranku banyak membuat aku sulit tidur saat ini. " Balas Allen yang melihat Emily ikut berbaring di sampingnya.
"Kenapa mas? Jika mau mas bisa cerita. " Emily bukan orang yang gampang akrab dengan orang tapi melihat Allen ia berpikir tidak salah untuk menjadikan orang dekatnya. Meskipun memang seharusnya mereka dekat karena status suami istri tapi kenyataannya mereka tidak seperti itu.
"Tidak perlu. " Balas Allen dengan membalikkan badannya membelakangi Emily. Allen selalu menyimpan masalahnya sendiri tanpa bercerita dengan siapapun karena Allen adalah orang yang sangat tertutup untuk masalah yang dihadapinya.
"Mas Allen sama sekali tidak memperlihatkan perhatiannya kepadaku setelah aku pulang terlambat. " Gumam Emily melihat punggung Allen yang tertutup selimut.
Emily yang baru bangun dari tidurnya tidak melihat sosok Allen di sampingnya memilih untuk menuju ke dapur mempersiapkan sarapan pagi sebagai tugas seorang istri formalitas.
"Nyonya mau membuat sarapan? ". Tanya salah satu pembantu ke Emily yang sudah memotong bawang putih
" Iya. " Balas Emily melihat pembantu yang mengenakan seragam hitam putih khusus pelayan rumah Dawson
"Maaf nyonya, tapi yang ada di rumah saat ini hanya ada nyonya saja. " Ujar pembantu lagi
"Memangnya yang lainnya kemana? ". Tanya Emily dengan dahi berkerut
" Nyonya Bella sakit dan dibawa ke rumah sakit oleh tuan Allen dan tuan Dawson ikut bersamanya. " Balas pembantu wanita lagi
Setelah selesai mempersiapkan dirinya Emily menuju rumah sakit dimana Bella dirawat. Emily melewati beberapa ruangan yang dipenuhi oleh orang sakit untuk sampai ke ruangan VVIP Bella.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi kak Bella pa? ". Tanya Emily yang melihat mertuanya duduk di sofa ruangan Bella.
" Dia sempat down tadi tapi saat ini sudah normal kembali. " Ujar Dawson.
Emily melihat Allen yang duduk di sisi ranjang Bella dengan tangan menggenggam tangan Bella yang ada infusnya tanpa melihat Emily yang baru datang.
"Kamu gak kerja? ". Tanya Dawson yang mengalihkan pandangan Emily dari Allen
" Jika kak Bella sudah membaik aku akan berangkat kerja pa. " Balas Emily
"Allen akan mengantarmu. " Ujar Dawson
"Tidak perlu pa, kak Bella lebih membutuhkan mas Allen disini. " Balas Emily dan meminta ijin ke Dawson untuk berangkat.
Emily yang baru keluar dari ruangan Bella menabrak seseorang yang ingin menuju ruangan Bella. Orang tersebut tidak menggunakan seragam dokter ataupun perawat. Orang tegap tinggi besar tersebut memiliki badan yang kekar meski ditutupi oleh kemeja dan jas.
"Maaf." Ucap Emily dan dibalas anggukan oleh orang tersebut.
"Siapa dia? ". Gumam Emily yang melihat laki-laki tadi memasukkan dirinya ke ruangan Bella.
" Kamu baru datang ". Ujar Lewis yang sudah menduduki kursi kerja Emily
" Maaf Pak, tadi ada kecelakaan menjadikan jalan macet. " Ujar Emily
"Tugasmu sudah menunggu. " Lewis mengangkat tubuhnya dari kursi Emily
"Kerjakan cepat. Nanti aku akan mengajakmu ke suatu tempat. " Lewis melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Emily
"Aku tidak mau jika hanya melihatmu bertarung di ring boxing lagi. " Balas Emily ke Lewis yang akan keluar.
"Aku akan memikirkannya. " Balas Lewis sebelum benar-benar keluar dari ruangan.
Pekerjaan yang tidak terlalu banyak membuat Emily dengan cepat menyelesaikannya. Saat ini Lewis membawa Emily ke atap atas gedung perusahaannya. Mereka bisa melihat matahari tenggelam di ufuk barat yang kemudian berganti dengan kelap-kelip lampu gedung-gedung bertingkat di sekitar gedung Laurence group.
__ADS_1
"Aku dulu takut ketinggian Emily. " Ujar Lewis dengan suara kencang karena angin menerpa kuat.
"Tapi karena aku punya mimpi memiliki gedung tinggi aku menghilangkan rasa takut itu untuk mewujudkan mimpimu. " Lanjut Lewis lagi
"Caranya? ". Tanya Emily melihat Lewis yang sangat tampan dengan pakaian rapinya.
"Menjadikan mimpi lebih besar daripada rasa takut. " Jelas Lewis
"Aku melihatmu takut akan kehilangan bukannya kegelapan. " Ujar Lewis meraih tangan Emily dan menggenggamnya.
"Dunia ini tidak ada yang selamanya Emily. Untuk itu jalankan apa yang ada dan lupakan masa lalu. " Lanjut Lewis dengan menjepitkan rambut Emily yang terbawa angin.
"Sekuat apapun kamu menggenggam air pasti akan habis juga di genggaman mu." Jelas Lewis
"Aku tidak mau menghilangkan rasa takutku Lewis karena aku ingin ada orang yang selalu ada jika rasa takutku datang. " Balas Emily
"Apakah kamu memintaku untuk selalu bersamamu? " Tanya Lewis dengan senyuman menggoda
"Aku tidak bisa Emily. " Emily jijik dengan melihat Lewis yang dibuat menggoda dirinya.
"Tapi jika kamu mau aku akan memikirkannya. " Ujar Lewis dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Emily. Lewis bisa merasakan setiap hembusan nafas Emily yang menderu kencang karena jarak wajah mereka yang sangat dekat.
Lewis memalingkan wajahnya yang akan mencium Emily karena ada sesuatu yang menghalanginya meskipun tidak nampak. Emily membuka matanya karena ia merasa wajah Lewis sudah menjauh darinya. Emily mempertanyakan dirinya yang menutup matanya melihat Lewis mendekatinya seolah setuju dengan apa yang akan Lewis lakukan. Padahal Emily sampai saat ini belum pernah melakukan ciuman sekalipun dengan suaminya Allen atau pun mantan pacarnya Lee Jhonson. Hal itu menimbulkan tanda tanya besar.
"kenapa? ". Gumam Emily pada dirinya
"Emily sebaiknya kita pulang sebelum kegelapan malam menelan kita. " ujar Lewis
"iya Lewis sebelum malam menelan kita. " balas Emily dengan melangkahkan kakinya mengikuti langkah Lewis.
💙💙💙
assalamu'alaikum semuanya
__ADS_1
author minta bantuannya dong setelah kalian membaca novel ini dengan meninggalkan jejak👣👣 kalian caranya berikan like vote komentar dan jangan lupa share ya❤
terimakasih semuanya