
..."Aku suka membaca akan tetapi aku tidak suka membaca pikiran orang. Semuanya terlihat sangat aneh. "...
...Emily Nelson...
Pada saat makan siang tiba, biasanya Emily akan berkumpul untuk makan bersama. Manfaatkan momen ini untuk bisa merekatkan suasana dengan saling membagi makanan antar rekan kerja. Dengan berbagi itu berarti Emily telah memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Dengan begitu suasana akrab pun akan semakin tercipta sehingga suasana di kantor akan terasa selalu menyenangkan.
Semua karyawan memilih ke sebuah ruangan terbuka hijau yang tersedia di kantor untuk berbincang dengan rekan kerja lainnya atau sambil mencicipi makanan yang mereka bawa.
" Emily kamu bawa apa? ". Tanya salah satu rekan kerjanya yang duduk di sampingnya.
"sandwich tuna. " Ujar Emily dengan membuka bekalnya yang ia bawa.
"Ambillah jika mau. " Ujar Emily dengan menyodorkan bekalnya ke semua rekan kerjanya yang satu meja dengannya.
"Terimakasih." Ujar rekan kerja
Menghabiskan waktu dengan berkumpul dengan yang lainnya memang sangat menghangatkan bagi Emily dan hal tersebut membuat Emily sangat suka suasana makan siang.
"Sayang maukah kamu makan di sana? ". Tunjuk salah satu tempat istirahat oleh perempuan yang bergelantungan di lengan kekar Lewis.
" Aku tidak terbiasa makan di sana. " Ujar Lewis dengan menatap Emily yang juga ada di tempat Callista tunjuk. Membuat Lewis tidak ingin menuruti permintaan Callista.
"Ayolah." Akan tetapi Callista menarik tangan Lewis untuk mengikuti langkahnya. Callista memang sengaja untuk membawa Lewis ke tempat yang ada Emily di sana karena ia mencoba menunjukkan kepada Emily bahwa saat ini Lewis lebih memilih kembali kepadanya dari pada bersamanya.
"Sayang duduklah disini supaya kamu lebih akrab dengan pegawai mu. " Ujar Callista dengan mendudukkan Lewis di meja yang sama dengan Emily lebih tepatnya berada di depan Emily yang masih makan sandwich nya.
"Ini aku bawakan sup kentang dengan bawang merah. " Ujar Callista dengan menyodorkan bekal ke Lewis yang sengaja ia bawa untuk menarik perhatian Lewis.
"Kamu suka kan? ". Tanya Callista dengan bergelayut di lengan Lewis sedangkan Lewis sesekali melihat orang yang berada di depannya yang sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
" Eh ini ada sandwich tuna ya. Bolehkah aku minta? ". Tanya Callista dengan memandang ke seluruh orang yang berada di satu meja dengannya.
" Boleh. " Ujar Emily dengan menganggukkan kepalanya mantap membuat rambutnya yang tergerai menyapu wajahnya yang cantik natural.
__ADS_1
Callista memakan sandwich dengan sesekali melihat ekspresi Emily dan Lewis yang hanya saling pandang dengan sorotan mata yang sulit diartikan. Karena merasa cemburu, Callista mengambil sup yang Lewis makan dan menumpahkan nya ke tubuh Emily.
"Aduh.. Panas.. " Emily menggelinjang kepanasan pada tubuhnya yang tersiram sup
"Eh maaf gak sengaja. " Pura-pura Callista dengan sedikit tarikan disudut bibirnya menampilkan kemenangan.
Semua karyawan memandang ke meja Emily tempati melihat kejadian yang terjadi. Keributan yang terulang lagi antara Callista dan Emily.
"Panas." Ucap Emily dengan mengibaskan tangannya untuk membersihkan sisa sup di baju putihnya.
"Kamu gak papa? " Tanya Andreas di sampingnya.
Callista tersenyum sinis melihat keadaan Emily saat ini namun semuanya tidak berlangsung lama karena Lewis membuka jasnya dan memakaikannya ke Emily yang bajunya sudah tidak karuan terlebih bajunya berwarna putih menjadi menerawang karena basah kuyup.
Lewis membawa pergi Emily ke ruangannya untuk membersihkan tubuhnya yang terkena tumpahan sup tanpa memedulikan teriakan Callista yang memanggil namanya untuk meninggalkan Emily.
"Bersihkan dulu tubuhmu. " Perintah Lewis ke Emily untuk masuk ke toilet ruangannya.
"Emily, gunakan ini. " Teriak Lewis di depan toilet yang digunakan Emily dengan membawa sebuah bingkisan.
"Apa? ". Tanya Emily di dalam
" Buka sedikit pintunya dan kenakan ini. " Balas Lewis. Emily membuka sedikit pintunya dengan hanya menampilkan kepalanya saja untuk menerima bingkisan dari Lewis.
"Cepat kenakan! ". Perintah Lewis mengulurkan bingkisan dengan pandangan membelakangi Emily.
" Terimakasih. "
Lewis membelikan Emily pakaian untuk mengganti pakaian Emily yang sudah tidak layak dikenakan.
Emily mengeluarkan dirinya dari toilet dengan stelan baju blouse warna hijau dengan rok mini yang banyak menampilkan kulit putihnya. Lewis memandang Emily sesaat karena terpesona dengan kecantikannya.
"duduklah sebentar. " ujar Lewis dengan menepuk sofa di sebelahnya.
__ADS_1
Emily menuruti permintaan Lewis yang memintanya duduk di sofa warna biru tua.
"buka bajumu!" perintah Lewis membuat Emily membulatkan matanya.
"buka sedikit aku mau melihat apakah ada luka di sana. " Lewis mengangkat sedikit blouse Emily dan benar dugaannya di kulit perut Emily sedikit mengelupas karena kepanasan.
"aduh, sakit. " pekik Emily ketika lukanya dipegang oleh Lewis.
"tahan aku akan oleskan salep di sana. " ujar Lewis dengan memandang manik biru Emily yang sangat bening.
Lewis mengoleskan salep ke luka Emily di perut membuat Emily menahan sakit dan juga geli karena perutnya di pegang Lewis. Emily sesekali menggelinjang karena tindakan Lewis yang seperti menggelitik.
"Diam lah! ". Bentak Lewis ke Emily yang menahan geli dengan menggigit bibir bawahnya.
" Apa yang sedang kamu lakukan Lewis? . " Tanya Emily lirih yang melihat Lewis menundukkan wajahnya dengan tangan masih mengoleskan salep di perutnya.
Lewis yang mendapat pertanyaan dari Emily langsung menarik tangannya dari perut Emily.
"Maksud mu apa? ". Tanya balik Lewis seolah tidak paham dengan pertanyaan Emily.
" Apa yang sedang kamu lakukan? Ada apa dengan mu? . " Emily mengambil tangan Lewis untuk ia genggam.
"Kenapa kamu bertanya kepadaku? semua yang aku lakukan saat ini untuk menjalani kehidupan ku yang seutuhnya. " Balas Lewis
"Aku melupakan semuanya tentang diriku ketika bersamamu. " lanjut Lewis dengan mengambil tangannya dari genggaman Emily.
"katakan apakah aku telah melakukan kesalahan? Hal apa yang telah aku lakukan saat tidak sadarkan diri? Pasti ini ada hubungannya dengan malam itu. " Emily sangat mengharapkan penjelasan dari Lewis yang sudah berubah beberapa saat ini.
"Tidak ada hubungannya sama sekali. Aku harap mulai saat ini kamu melupakan semua yang telah terjadi diantara kita. Anggap hubungan kita hanya sebagai atasan dan bawahan tidak ada yang lain. " Ujar Lewis dengan berdiri dari duduknya untuk meninggalkan Emily namun baru beberapa langkah Lewis kembali lagi untuk memberikan salep ke Emily yang sempat ia gunakan untuk mengobati luka bakar tadi.
"Gunakan ini untuk mengobati lukamu. " Lewis mengulurkan salep ke Emily dengan kemudian melangkah pergi dari ruangannya.
"Lewis, apa maksud dari semua ini? aku yakin bahwa telah terjadi diantara kita. Tapi apa? kenapa kamu lebih memilih meninggalkan ku saat kamu mengijinkan ku masuk ke kehidupanmu. " Gumam Emily dengan memandang salep yang Lewis berikan kepadanya.
__ADS_1