Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Bunuh Diri


__ADS_3

..."Antara kata dan hati mungkin tidak sejalan. Dan saat itu juga tindakan mengambil alih posisi keduanya"...


...Allen Dawson...


"Mama, aku pulang dulu ya. Aku akan kembali kesini lagi nanti. " Ucap Emily mencium pipi Fany untuk berpamitan pulang karena sedari kemarin ia menemani Fany dan tidak pulang ke rumah.


"Terimakasih ya sayang sudah menemani mama disini. " Balas Fany dengan mencium kening putrinya.


Emily memasukkan kembali ke rumah suaminya yang sangat sepi seperti tanpa penghuni.


"Bik, dimana semuanya? ". Tanya Emily setelah melihat kamarnya tidak ada Allen di sana mengingat hari ini adalah hari minggu.


" Tuan Allen pergi dari pagi belum kembali sedangkan tuan Dawson mengurung diri di kamarnya. " Balas pembantu yang membersihkan rumah Dawson.


Emily mencoba mengetuk pintu kamar mertuanya yang telah menyekap dirinya selama hari ini.


"Pa, ". Tangan Emily membuka perlahan pintu dan memasukkan dirinya ke dalam kamar yang diterangi cahaya remang-remang.


" Papa? ". Emily melihat Dawson berbaring di sofa abu-abu dengan merintih kedinginan.


" Papa, bangunlah. " Emily menuntun Dawson menuju ranjangnya dan kembali membaringkannya.


Emily mengambil baki berisi air hangat untuk mengompres tubuh Dawson agar suhu tubuhnya turun. Dengan kesabarannya Emily telah membuat tubuh Dawson kembali membaik.

__ADS_1


"Permisi non, tuan Allen sudah datang dan sekarang berada di kamarnya. " Ujar salah satu pembantu yang masuk ke kamar berisi Dawson dan Emily.


"Terimakasih atas informasinya. " Balas Emily dengan tersenyum ramah. Meski menjadi pebisnis nomer satu di negri ini, tidak membuat Emily membanggakan semuanya bahkan dalam berbagai hal ia tidak menunjukkan dirinya sebagai istri dari Allen Dawson.


"Pa, aku pergi dulu ya. " Pamit Emily hanya saja tangannya ditahan oleh mertuanya yang berbaring.


"Emily, tolong bantu Allen menyembuhkan lukanya. " Ujar Dawson


"Tapi pa, mas Allen tidak akan semudah itu menyembuhkan luka yang bertahun-tahun membodohi nya. "


"Aku tahu itu, akan tetapi semuanya juga bukan keinginanku untuk menjadi seperti ini. Aku dipaksa menikah sedangkan aku mencintai seseorang dan itu juga tidak adil bagiku. "


"Mungkin aku bisa memahami posisi papa saat itu, akan tetapi sebagai anak yang kehilangan mamanya dalam kasus ini tidak akan pernah bisa memahaminya meski semuanya adil dalam cinta. "


"Papa, aku sebagai istrinya akan berusaha menjaga keutuhan rumah ini sekuat tenaga. " Emily mencium tangan papa mertuanya sebelum melenggang pergi dari kamar menuju kamarnya dan Allen.


Kaki Emily masuk ke kamarnya dan melihat sekeliling tempat ia memejamkan matanya selama menjadi istri Allen. Emily menajamkan matanya melihat kamarnya seperti kapal pecah karena banyak barang-barang berserakan padahal sebelumnya tidak seperti ini.


"Mas Allen. " Emily menampik botol pecah yang di genggam Allen untuk ia gunakan memutus nadi di tangannya.


"Apa kamu sudah gila, mas? ". Tanya Emily dengan nada tinggi memarahi orang yang juga menampilkan kemarahan karena ulah Emily menghentikan aksi bunuh dirinya.


" Kamu yang gila. " Balas Allen menunjuk wajah istrinya dengan jemarinya.

__ADS_1


"Oh ya? kegilaan apa yang telah aku lakukan? ". Emily sungguh berani kali ini dengan suaminya karena apa yang akan Allen lakukan adalah kebodohan besar yang tidak pernah Emily pikirkan.


" Menjadi istri dari orang yang sudah beristri bukankah itu sebuah kegilaan? ".


Tentu, menjadi istri kedua dari suami yang sudah beristri bukanlah hal semudah yang semua bayangkan karena harus menyiapkan batin yang kuat terutama menjadi istri dari Allen Dawson yang sangat mencintai istrinya.


gila? iya, Emily selalu bertarung dengan kegilaannya setelah memutuskan menikah bersamanya karena harus membalas budi mamanya.


"Iya, memang aku gila dalam hal itu. Akan tetapi aku tidak pernah berpikir untuk menyerah dengan mengakhiri hidupku. "


''Mas, sedari dulu kamu selalu membanggakan papa dalam hal apapun dan bahkan kamu ingin menjadi seperti dirinya dalam hal apapun. Lalu kenapa dalam kasus ini kamu ingin menjadi seperti mama? ". Lanjut Emily memegang tangan suaminya yang bergetar. Yang sebenarnya Allen sangat membenci dengan kata bunuh diri terlebih mengingat mamanya meninggal karena hal tersebut. Akan tetapi kehidupannya yang sangat gelap seperti saat ini membuat ia tidak bisa melihat hal lain selain bunuh diri.


" Jangan samakan aku dengan mereka. Karena aku bukan anak dari mereka lagi. Dengan melakukan semua ini kepadaku menunjukkan bahwa aku tidak memiliki orang tua. " Mata Allen berkaca-kaca mengucapkan pernyataannya karena bagaimanapun tidak benar semua itu dan kenyataannya ia sangat menyayangi keduanya di lubuk hatinya.


"Jangan katakan itu mas, jangan! ". Emily mengeluarkan air matanya di depan Allen menunjukkan jika ia tidak setuju dengan suaminya.


"Jangan buat rasa yang kamu bangun selama ini di lubuk hatimu hancur hanya dengan kenyataan masa lalu yang tidak pernah bisa kamu ubah. " Lanjut Emily dan hal itu membuat Allen meninggalkannya dengan berbaring di ranjangnya untuk melepaskan rasa lelahnya selama dua hari terakhir ini. Dan mengingat ucapan terakhir Emily, Allen mungkin menyetujuinya hanya saja perasaannya sedang hancur kali ini jadi tidak memungkinkan dirinya bisa menerima semua dengan lapang dada.


💙💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap ceritanya ya supaya author semangat update ceritanya


Terimakasih

__ADS_1


Love you❤


__ADS_2