
..."Aku mencintaimu Lewis Lauren."...
...Emily Nelson...
"Lewis, sudah dari tadi?. " Kepala Emily di angkat ke atas menatap orang yang berdiam diri dengan tatapan aneh.
"Turuti lah perintah Papa mu. " Ujar Lewis dengan penuh penekanan. Diam-diam Lewis mendengarkan percakapan Emily dengan orang dibalik hpnya.
"Lewis?. " Yang tadinya badannya duduk diangkat dari rerumputan taman untuk bisa menjajarkan tatapan mata dengan milik Lewis.
"Persiapkan diri, kita akan pulang hari ini. " Ucap Lewis sebelum melangkah menuju ke hotel yang dibuntuti Emily dengan berbagai macam pikiran.
Sedari tadi Emily dan Lewis tak ada yang mengucapkan apapun hingga pesawat yang mereka tumpangi lepas landas mengembalikan mereka ke tempat asal.
Meski Emily mencoba membuka pembicaraan, Lewis tak berniat menanggapinya seperti tidak menarik perhatiannya.
Berharap Lewis akan mengantarkannya pulang ke rumah dengan mobilnya hanya sebuah harapan saja. Karena Lewis telah meminta David mengantarkan dirinya untuk kembali ke rumah.
"Lewis, kau?. " Gumam Emily tidak percaya dan tetap menuruti perintahnya Lewis meski dengan perasaan jengkel.
Masuk tanpa memperdulikan panggilan orang beruban, Emily membanting pintu dengan keras dan meletakkan dirinya di ranjang yang selalu ia tempati sedari dulu sebelum dirinya menikah bersama Allen.
"Emily, kamu kenapa?. " Robert ikut masuk ke kamar Emily dan duduk di tempat anaknya sudah berbaring.
"Papa memanggilmu sedari tadi dan kau tidak berniat menjawabnya?. " Robert melihat kepulangan Emily dibalik jendera rumah yang baru keluar dari mobil seorang laki-laki namun ia tidak mengenalnya.
Berniat ingin menanyakan semua itu kepada anaknya malah membuatnya dicuekin tanpa ada jawaban apapun.
"Siapa yang pulang bersamamu?. " Todong Robert pada orang yang sama sekali tidak berniat membuka matanya meskipun ia tidak benar-benar tidur.
"Kamu sudah bersuami Emily, jagalah sikapmu saat di luar rumah. "
"Lalu suami? Apakah suami tidak ada peraturan yang sama?. " Balas Emily dengan membangunkan badannya dari ranjang yang menariknya untuk tetap tinggal di sana.
"Tentu."
__ADS_1
"Jadi biarkanlah kesalahan dibayar dengan kesalahan. "
"Apa maksud mu?. " Tidak memahami maksud anaknya, Robert memutar bahu anaknya yang membelakangi nya untuk meminta penjelasan dari ucapannya.
"Allen berselingkuh dibelakang ku. " Jujur Emily tidak bisa menahan diri lagi karena rasa kesalnya pada Lewis adalah ulah Allen, pikirnya.
"Apa?. " Robert terkejut dengan ucapan Emily
"Iya, dan aku sedang melakukan kesalahan yang sama dengannya. Jadi kita imbas. "
"Emily, jangan bilang bahwa kamu sedang berselingkuh di belakang Allen?. " Todong Robert memahami maksud dari ucapan anaknya
"Iya, Pa. " Dengan lantangnya Emily menyetujui pertanyaan Robert.
Ketidaksiapan mendengar ucapan anaknya, Robert memegangi dadanya yang terasa susah untuk ia gunakan bernafas.
"Papa." Perhatian Emily langsung ia tunjukkan dengan berlari mencari tabung pembantu pernafasan Robert.
"Kenakan ini Pa. " Memiliki banyak penyakit di dalam tubuhnya yang sudah tidak muda lagi, juga menjadi beban tersendiri bagi Robert untuk bisa melihat putrinya selalu dalam keadaan bahagia. Karena ia berpikir bahwa umurnya sudah tidak akan lama lagi.
"Papa istirahatlah. " Tubuh Robert dibaringkan Emily di ranjangnya agar memulihkan lagi tenaga Papa nya.
"Lupakan semua nya Emily, dan kembalilah bersama Allen. " Permohonan Robert dibarengi dengan menggenggam tangan yang dulunya mungil untuk ia pegang.
"Papa."
"Sudah seharusnya kamu menjaga suamimu untuk tidak bermain dengan wanita lain di luar rumah. Bukan malah kamu menghindari semuanya dan memiliki laki-laki lain untuk menyelesaikan masalah. " Suara Robert terdengar sedikit samar-samar karena ditutup tabung di mulutnya.
Penjelasan Robert memang sangat masuk akal bagi Emily. Namun, hatinya yang sudah terpatri nama Lewis di sana sulit sekali untuk ia lupakan begitu saja.
"Dawson dan Allen akan datang menjemputmu besok. Jadi, lupakan semuanya dan bangun semuanya dari awal. " Robert mengabarkan kepada Dawson bahwa Emily akan pulang ke rumah dan Dawson pun langsung berniat untuk menjemput Emily kembali ke rumah nya.
"Pa."
"Putuskan dia sekarang!. "
__ADS_1
Emily yang mendapatkan perintah dari Robert, langsung berlari keluar dengan membawa tas dan mobilnya untuk menuju ke suatu tempat.
Dalam pikiran Emily, dirinya menyetujui bahwa ia telah salah langkah dengan jatuh cinta kepada orang lain tanpa memikirkan statusnya sebagai seorang istri orang lain.
Akan tetapi, dirinya tidak bisa mengendalikan perasaannya yang entah mengapa datang tiba-tiba tanpa terencana.
Tangannya yang berniat mengetuk pintu utama rumah besar tersebut digagalkan dengan pintu terbuka terlebih dahulu dari tindakannya.
''Lewis, kamu mau kemana?. " Tanya Emily dengan menatap koper yang di tangan orang yang engan menatap wajah orang yang mengerutkan jidatnya penuh tanya.
Tidak menghiraukan keberadaan Emily, Lewis melenggang melewati orang berdiri di depannya dengan menyeret kopernya yang terasa berat.
"Lewis, katakanlah sesuatu kepadaku!. " Tanpa tahu pasti apa yang telah membuat Lewis berubah total, Emily menghadang pintu mobil yang akan Lewis lewati.
"Minggir lah!. " Titah Lewis dengan mendorong tubuh Emily. Namun, semua itu tidak membuat Emily lemah menghadapinya karena buktinya Emily bisa bangkit kembali untuk bisa menggagalkan apa yang akan ia lakukan.
"Aku tidak mau. " Membentangkan seluruh tangannya agar tidak memberi celah sedikitpun untuk bisa dilewati.
Terlalu emosi menghadapi Emily yang tidak mau menyerah, Lewis dengan sangat kuat mendorong tubuh Emily hingga jatuh tersungkur ke paving halaman rumah.
Dengan secepat mungkin Lewis membuka pintu mobilnya sebelum Emily kembali bangun dari jatuhnya.
"Lewis, aku mencintaimu. " Teriakan Emily menggantungkan tubuh Lewis yang setengah akan masuk ke mobil.
"Iya, sama halnya dengan mu. Aku telah jatuh cinta Lewis. "
"Aku mencintaimu Lewis Lauren. " Kedua tangannya di corong menutupi mulutnya yang berteriak.
Tubuh Lewis tidak bisa bergeming dari kebimbangan nya antara memilih masuk atau tetap di luar mendengarkan ucapan Emily yang sangat lantang.
💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya
Terimakasih
__ADS_1
Love you❤