Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Happy Birthday


__ADS_3

..."Aku ingin tahu seberapa besar dunia sehingga ia berani berencana menghancurkan ku. "...


...Emily Nelson...


Rasa kantuk yang menyerbu orang di atas ranjang ternyata sudah menghabiskan banyak waktu terbuang.


"Mau kemana? " Dengan mengucek matanya, Emily menangkap sosok Lewis sudah berpakaian yang menampilkan kesan keren.


"Jika mau ikut, bersiaplah! ". Titah Lewis dengan menyemprot minyak wangi di beberapa bagian tubuhnya.


Tidak ingin membuang-buang waktu lagi, Emily berlari mempersiapkan diri untuk ikut Lewis yang sudah siap.


Mengenakan crop top dengan jeans ketat menampilkan bentuk tubuh indahnya memberi kesan menawan bagi siapapun yang melihatnya.


" Lewis, ini tiket apa? ". Lewis merogoh sakunya yang mengeluarkan dua tiket di sana.


" Ayo, masuklah! ". Langkahnya yang beriringan dengan milik langkah Lewis, Emily masuk ke sebuah gedung besar yang sudah banyak kursi tertata rapi.


" Lewis, ini Paris fashion week? ". Tanya Emily dengan mengguncang lengan kekar Lewis seperti orang tidak sabar mendapat jawaban dari Lewis.


" Iya. " Tangannya Emily ditarik Lewis melewati beberapa kursi untuk mencapai kursi yang paling depan.


Senyuman yang tampil di wajah Emily tidak pernah ia hilangkan. Sebuah impian yang ingin ia lakukan sedikit demi sedikit diwujudkan oleh Lewis.


Melihat orang catwalk di atas panggung mengenakan pakaian dari berbagai desainer terkenal membuat orang yang duduk di bawah melihatnya dengan sesekali menutup mulutnya karena rasa takjub nya desain baju yang dikenakan.


Menjadi seorang desainer adalah impian terbesar dalam hidup Emily. Dalam bayangannya ia berpikir bisa menjadi salah satu desainer yang karyanya dipamerkan banyak orang dengan penuh rasa kekagumannya.


"Ini adalah salah satu impianku Lewis. " Bisik Emily tepat di telinga Lewis dengan mata tetap fokus ke depannya.


Lewis tahu semuanya sebelum Emily mengatakan semua itu. Rasa cintanya yang sudah besar ke Emily ternyata telah membuatnya mencari tahu apa saja tentang orang yang ia sayang.


Paris, memang ia sudah merencanakan untuk mengajak Emily ke sana menunggu waktu yang tepat dan sekarang ia wujudkan rencananya.


"Sumpah, Lewis kamu memang yang terbaik. " Emily mendaratkan pelukan hangat ke Lewis yang masih duduk tidak bergeming.


Hatinya yang berbunga-bunga, Emily tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan apa yang telah Lewis berikan padanya.


Lewis sangat senang bisa melihat Emily kembali tersenyum lepas dengan apa yang telah ia lakukan.


"Kamu bahagia? ". Tangannya mengelus pundak orang yang masih memeluknya erat


" Banget. " Ungkapan Emily ditunjukkan dengan anggukan ketara pada kepala nya menunjukkan bahwa ia benar-benar bahagia saat ini.

__ADS_1


"Ayolah, aku masih punya sesuatu yang harus kamu lihat. " Pantatnya Lewis ditarik untuk pergi meninggalkan tempat yang sudah sepi orang tidak seperti beberapa lalu tadi.


"Apa? ". Tanpa mengurangi langkahnya yang beriringan dengan Lewis, Emily menoleh sesaat pada orang yang fokus dalam langkahnya dengan memasukkan satu tangannya kedalam sakunya.


Secara tiba-tiba Lewis menghentikan langkahnya dan tentunya diikuti oleh Emily yang sedari tadi terus membuntuti nya.


" Lihatlah ke atas". Telunjuk Lewis di arahkan ke langit memberikan perintah orang yang ia sayangi


Menuruti perintah Lewis, Emily melihat banyaknya petasan meledak di atas langit dengan bertuliskan happy birthday Emily.


Matanya Emily membulat penuh sedangkan mulutnya terbuka. Keterkejutan atas apa yang ia lihat tidak bisa mengartikan semua ini.


"Lewis, ini? ". Emily mengalihkan pandangannya ke sosok orang yang sedang menatapnya penuh arti.


" Happy birthday, Emily Nelson. " Ucap pemilik suara serak dengan mencubit pipi orang yang saat ini sedang berulang tahun.


Emily melihat jam tangannya yang menunjukkan waktu tepat tengah malam pergantian hari dimana tanggal ia dilahirkan.


"Kamu yang melakukan semua ini Lewis? ".


" Bukan. '' Bohong Lewis.


Lewis yang mendapat notifikasi di dalam hpnya mengingatkan jika Emily sedang ulang tahun membuatnya berpikir untuk memberi kejutan tepat pergantian tanggalnya.


Emily yang sudah yakin bahwa Lewis lah yang melakukan semua ini kembali memeluk tubuh Lewis dengan menumpahkan air matanya.


"Kamu tidak menyukainya? ". Lewis memastikan perasaan Emily dengan menghapus air mata yang jatuh di pipi putih Emily.


" Aku sangat bahagia memiliki mu di sisiku. " Tangannya Lewis diraih Emily dan diberikan kecupan sekilas di punggungnya.


Bukan tanpa alasan Emily melakukan semua itu pada Lewis, hari ini Lewis telah memberikan kebahagiaan yang tiada tara dan ia tidak bisa membalasnya.


"Semua ini tidak gratis. " Ujar Lewis dengan tersenyum yang sulit diartikan


"Apa? ".


" Lihat saja nanti. "


"Baiklah, tapi hari ini kamu harus menuruti semua permintaan ku kali ini. " Ucap Emily yang masih memegang erat tangan Lewis


"Baiklah tuan putri, permintaan apa yang harus aku lakukan kali ini? ".


" Aku mau melihat luasnya dunia. " Tangannya mengibaratkan seberapa besarnya dunia yang bisa ia jangkau.

__ADS_1


"Baiklah, akan aku penuhi permintaan Tuan Putri. "


Di luasnya taman yang Emily dan Lewis tempati dengan tiduran terlentang beralaskan rumput dan tangan Lewis sebagai bantalan kepalanya.


"Aku ingin melihat dunia bukan tiduran di atas rumput. " Gerutu Emily


"Lihatlah ke atas. " Mata Emily mengikuti arah yang Lewis maksud.


"Bintang malam ini sangat banyak sekali. " Di gelapnya langit malam bertaburan banyak bintang bersinar berusaha menyaingi sinar bulan yang hanya setengah.


"Kamu bisa melihat dunia melalui bintang-bintang itu Emily. "


"Maksudnya? ".


"Kenapa kamu ingin melihat luasnya dunia? ".


" Aku ingin tahu seberapa besar dunia sehingga ia berani berencana menghancurkan ku. " Rasa sakit yang terus ia rasakan ternyata telah memberikan pikirannya ide untuk menghancurkan dunia ini. Baginya dunia lah yang telah menghancurkan semuanya.


"Maka hancurkan bintang itu dulu. "


''Mana bisa begitu? ". Emily memiringkan badannya dengan masih bantalan lengannya Lewis


" Pikiran mu yang tidak masuk akal disini. Mana bisa kita menghancurkan dunia ini. " Telunjuk Lewis ia sentuh kan di kepala yang tepatnya berisi otak orang nampak cemberut.


"Dunia telah menghancurkan diriku Lewis. "


"Bintang selalu bersinar meski ia tidak pernah dianggap. Dan mungkin itu arti tentang kehidupan sesungguhnya. "


"Kita tidak butuh orang selalu berbuat baik atas apa yang telah kita lakukan. " Lanjut Lewis menasehati Emily dan menjadikan Emily memeluknya erat.


"Bagaimana kamu bisa sebijak ini? " Emily sudah tidak sungkan dengan jarak yang telah ia ciptakan bersama Lewis.


Dulunya ia bisa menahan diri untuk menjauh dari Lewis, namun kini ia tidak ada alasan menjaga jarak dengan Lewis ketika suaminya saja bisa bersama wanita lain di luar kenapa ia harus menjaga semua itu.


"Bukankah kamu yang mengajarkannya? ". Lewis membalas pelukan hangat Emily.


" Ternyata kamu telah banyak belajar. " Bisik Emily yang tidak terlalu ketara karena ucapannya dibarengi matanya yang tidak bisa ia tahan lagi.


"Kamu adalah hal terbaik yang Tuhan kirimkan padaku saat ini Emily Nelson. " Gumam Lewis dengan tersenyum melihat orang yang sudah memejamkan matanya dan nafasnya sudah teratur.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya

__ADS_1


Terimakasih


Love you❤


__ADS_2