Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Kejujuran


__ADS_3

..."Bila saja orang bisa melihat kebaikan orang saat ia melakukan kesalahan, maka tidak akan ada rasa benci di dunia ini."...


...Emily Nelson...


Mobil yang tidak bisa digunakan lagi karena depannya sudah tidak berbentuk, Emily dan Allen keluar dari sana. Di jalanan yang sepi pengendara, dua orang menunggu jemputan Alex untuk membawanya kembali ke rumah.


"Apakah masih terasa sakit?. " Sepi yang menemani mereka tanpa percakapan membuat Allen berpikir keras untuk mencairkan suasana.


" Tidak. " Emily menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan suaminya yang duduk di sampingnya.


" Aku dengar kamu jalan-jalan ke Paris selama ini. " Meski benci dengan Dawson, Allen tetap mendengarkan perkataan Papa nya tentang Emily. Karena sebenarnya Allen ingin mengetahui keadaan istrinya di luar rumah hanya saja ia sangat egois dan lebih memilih cuek.


"I-iya Mas. '' Paris. Dalam sekejap, Emily kembali ingat dengan sosok Lewis yang terukir indah di hatinya.


Begitu banyak kenangan yang sulit ia lupakan di kota impiannya bersama dengan orang yang ia cintai menghabiskan waktu yang begitu singkat.


" Kenapa Paris?. "


" Dulu sebelum aku menikah harusnya aku akan pergi ke sana untuk melanjutkan pendidikan ku. " Untuk pertama kalinya Emily menceritakan kehidupan pribadinya karena sejauh hubungan mereka dibentuk tidak pernah dirinya mengatakan apapun selain keinginannya bisa bekerja di luar.


"Kamu memutuskan menikah dan lebih memilih menikah dengan ku?." Tidak sejauh dimana hari pernikahannya berlangsung, Allen hanya tahu bahwa ia akan menikahi gadis untuk membuat Bella istrinya merasa bahagia.


Dan kini ia baru mengetahui bahwa menikah dengannya, istrinya banyak melakukan pengorbanan.


"Iya."


"Apakah kamu menyesalinya?. ''


" Menyesal? Untuk apa? Kita hidup untuk hari ini bukan untuk kemarin. " Tidak bisa dipungkiri jika Emily sangat menyesali keputusannya dengan menikah bersama Allen. Karena dalam hal ini ia harus mengorbankan banyak hal penting dan termasuk kebahagiaan nya.


Namun, sosok Mamanya lah yang mendasari semua ini dan bahkan ia mampu merelakan nyawanya jika itu harus diminta darinya.


Impian yang begitu besar untuk dirinya sendiri, ia kubur dalam-dalam hanya untuk membalas budi Bella yang telah melakukan banyak hal untuk keluarganya.


"Tentu kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk bisa mengubah kembali masa lalu. " Jika diberi kesempatan untuk merubah masa lalu, Allen ingin merubah semuanya.

__ADS_1


Allen akan lebih memilih hidup kekurangan bersama Mama nya dari pada harus hidup berkecukupan namun bersama dengan orang yang telah menyebabkan Mama nya meninggal.


"Untuk apa disesali, kita lebih baik tidak melakukan kesalahan dalam langkah kita detik ini agar tidak menyesal kelak. "


" Apakah salah jika aku membenci Papa ku saat ini?. " Rasa benci yang baru terbentuk kepada Dawson masih tersimpan rasa sayang untuk orang yang merawatnya sedari kecil.


"Tidak mudah menerima kebenaran yang tidak kita sangka akan terjadi. Namun, dari satu kesalahan besarnya tersimpan lebih dari seribu kebaikannya. '' Bila saja orang bisa melihat kebaikan orang saat ia melakukan kesalahan, maka tidak akan ada rasa benci di dunia ini.


'' Bukankah itu terlalu berat untuk diterima?. "


"Lalu apa yang bisa kamu lakukan atas kejadian ini?. "


Melampiaskan semua kejadian ini dengan mabuk-mabukan dan jarang pulang ke rumah adalah bentuk pemberontakan diri Allen. Padahal ia bukan orang yang seperti itu dan bahkan tidak menyukainya. Namun, keadaan telah merubah segalanya.


"Maafkan aku Emily. " Menundukkan kepalanya menunjukkan jika ia sedang menyesali perbuatannya.


"Untuk apa?. "


"Untuk diriku yang tidak pernah baik kepadamu."


"Aku juga selingkuh di belakangmu, Emily. " Perkataan jujur terlontar di mulut Allen yang terasa kelu mengeluarkan lagi kata-kata sebagai penjelasan. Karena Allen sebenarnya tidak mampu mengungkapkan kebenaran ini namun ia tetap memaksanya agar tidak menanggung beban bersalah.


Perselingkuhan yang Allen maksud sebenarnya tidak pernah terjadi. Memang ia selalu ditemani wanita penghibur di saat dirinya melampiaskan segala masalahnya. Akan tetapi, saat ia akan meneruskannya di atas ranjang ia selalu mengingat pesan Bella untuk selalu menjaga Emily dan tidak menyakiti hati Emily sehingga ia selalu gagal dalam melakukan aksi nya.


Sedangkan Emily, ia hanya bisa mengganggap mendengar perkataan jujur suaminya yang tidak ia sangka akan di utarakan.


"Masih bisakah kita bersama?. " Tanya lirih Allen karena ia merasa jika mendengar semua ini istrinya akan memikirkan ulang untuk mau kembali pulang bersamanya.


"Itu bukan masalah kecil yang bisa cepat untuk diputuskan. " Emily sendiri tahu tentang masalah ini, namun ia menyadari bahwa ia juga melakukan kesalahan dalam hubungan mereka dan itu lebih parah dari Allen dengan mencintai orang yang bukan suaminya.


Kejujuran yang Allen utarakan memantik Emily untuk ikut berkata jujur juga agar ia tidak merasa terus bersalah dengan memendam kesalahan besar dalam hubungan mereka.


"Aku tau Emily, dan aku siap jika kamu memilih untuk pergi dari sini. "


"Kita bisa putuskan semua itu ketika aku sudah mengatakan kejujuran yang lainnya. "

__ADS_1


"Maksudnya Emily?. "


"Aku mencintai orang lain, Mas. " Kunci yang sedari tadi ditangan Allen dan terus dimainkan jatuh mendengar perkataan istrinya yang begitu mengejutkan.


"Aku telah jatuh cinta dengan orang lain saat ini Mas. " Jelas Emily


"Emily, kau?. " Tubuh Allen ditegakkan karena emosinya terasa meninggi


"Aku tidak bisa menahan perasaan ku, Mas. Mendengar kejujuran Mas Allen aku merasa ingin mengungkapkan kejujuran juga agar tidak merasa bersalah. "


"Sejak kapan semua itu terjadi?. " Cecar Allen


"Aku sendiri tidak tahu pastinya Mas. Akan tetapi, rasa itu tiba-tiba sudah muncul saat kita sangat dekat. "


"Kalian pergi ke Paris bersama?. " Tebak Allen


"Iya Mas, kita bersama-sama di Paris. "


"Emily?. " Tangannya Allen menggenggam sempurna hingga terlihat otot-otot di lengannya.


"Sekarang Mas Allen yang menentukan untuk tetap membawaku pergi atau meninggalkan ku disini. " Pertanyaan yang tadinya dilontarkan oleh Allen kini berbalik ke arahnya.


"Apa yang harus aku lakukan Emily?. " Tidak tahu jawaban apa yang harus ia ambil, Allen merasa pasrah.


" Biarkan hati dan otak Mas Allen bekerja. Ambillah yang terlihat memungkinkan dan terbaik untuk kita. " Emily sudah pasrah untuk apa yang akan suaminya putuskan karena ia juga paham kesalahan apa yang ia lakukan.


" Semuanya tidak sedang berkompromi dengan ku Emily. " Allen meraup kasar wajahnya dengan matanya yang terlibat berbinar-binar seolah menahan sesuatu agar tidak keluar dari sana.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya


Terimakasih


Love you❤

__ADS_1


__ADS_2