
...bukan hanya nanti...
...tapi setiap detik akan terasa...
...hanya saja kita tak menerima...
...apa yang sedang terjadi...
...bukan salah siapa-siapa...
...juga bukan salah diri kita...
...salahkan saja waktu...
...yang tidak mau menekankan...
...setiap detik yang ia jalankan...
...agar kita merasakan ...
...detik yang terjadi saat ini...
...tidak untuk kembali lagi...
...Emily Nelson...
Weekend hari ini membuat Emily hanya duduk di didepan televisi melihat tayangan televisi yang membosankan.
"Emily kamu mau gak jalan-jalan bareng aku dan Allen? " Tanya Bella yang sudah rapi dengan stelan dress bunga-bunganya. menampilkan suasana hati di sana yang juga sedang berbunga-bunga
Emily sesaat melihat Allen yang sudah menggunakan baju kasualnya membuat Allen terlihat sangat tampan dan juga lebih muda dari biasanya.
"Sepertinya tidak kak. " Ucap Emily dengan menggelengkan kepalanya. Emily memang berencana untuk keluar rumah hari ini tapi tidak harus dengan Allen dan Bella. Karena menurut Emily jika mereka bertiga bersama terlihat lucu saja.
"Ya sudah. Mungkin aku juga akan cemburu jika kamu ikut dengan ku karena aku sudah melihat hubungan kalian semakin dekat." Ujar Bella menggoda Allen dan Emily yang saat ini saling memandang.
__ADS_1
"Mungkinkah Bella melihatku dengan Emily tadi malam? " Gumam Allen dalam hati
"Kami pergi dulu Emily. " Bella menggandeng tangan Allen melangkahkan kakinya keluar rumah Dawson.
Emily melangkahkan kakinya ke sebuah diskotik yang terkenal di kota ini untuk menghilangkan kebosanannya. Alunan musik yang di putar begitu kencang membuat semua pengunjung bergoyang.
"Emily". Emily memutar tubuhnya mencari orang yang memanggil namanya.
" Hai". Emily melihat Lewis berada di belakangnya membawa segelas minuman.
"Kamu disini? ". Tanya Lewis. Ini adalah kali pertama Emily menginjakkan kakinya ke diskotik bisa dibilang nekat terlebih ia datang sendiri.
" Iya". Jawab Emily dengan sedikit berteriak agar suaranya dapat didengar karena terhalang suara musik yang keras.
" Apa kamu sedang menjual dirimu disini? Hah? " Tanya Lewis memandang tubuh Emily yang seksi meski memakai baju longgar tapi karena Lewis sedang mabuk membuat ia melontarkan pertanyaan seperti itu.
"Tutup mulut mu Lewis. " Belum sempat Emily meminum minumannya ia melangkahkan kakinya karena mendengar pertanyaan Lewis yang membuatnya sedikit kecewa.
"Emily". Lewis mengejar Emily meski dengan tubuh sempoyongan karena terlalu banyak minum.
"Bukan aku yang meminta tapi dirimu sendiri yang mau melakukannya. " Balas Emily
"Emily kemari lah." Tangan Emily ditarik Lewis ke sebuah taman yang dipenuhi bunga. Terlihat sangat menarik karena taman ini hadir di tengah kota yang padat penduduk.
"Lihatlah Emily bunga itu membuat kumbang-kumbang mendekatinya. " Ucap Lewis yang menyenderkan kepalanya ke pundak Emily karena merasa tidak kuat membawanya sendiri.
"Cantik". Ucap Lewis lagi
" Aku melihatmu mempunyai hati Lewis. " Ucap Emily tersenyum kecut
"Oh ya? Bagaimana kamu bisa mengatakan hal tersebut? " Lewis melirik Emily yang memandang bunga di depannya.
"kenapa kamu tidak bisa melihatku marah? Jangan katakan jika itu bukan dari hati. Hah? Apakah kamu mulai jatuh cinta kepada ku". Emily mengubah duduknya menghadap Lewis dengan penuh semangat.
" Jangan Lewis. jangan lakukan itu karena aku sudah menikah. " Ucap Emily lagi tapi dengan nada lesu.
__ADS_1
"Apa? Kamu sudah menikah? ". Lewis kaget dengan ucapan Emily bahwa ia sudah menikah
" Aku sedang tidak mabuk kan? " Lewis menepuk pipinya untuk menanyakan kesadaran pada dirinya.
"Cukup Lewis. " Emily memegang tangan Lewis yang terus menepuk pipinya.
"Kamu tidak salah dengar. Aku sudah menikah. " Ucap Emily penuh penekanan. Pantas saja Lewis kaget dengan ucapan Emily karena Emily tidak pernah menceritakan tentang siapa dirinya yang sebenarnya dan Lewis hanya tahu bahwa Emily sedang patah hati karena dikhianati pacarnya bukan suaminya.
"Lalu siapa yang kemarin dikhianati? ". Lewis mengerutkan dahinya penuh pertanyaan yang harus ia tanyakan ke Emily.
" Bukankah aku mengatakan bahwa aku sedang dikhianati oleh takdir hidupku? Aku ingin hidup seperti yang kamu ucapkan Lewis. tapi prinsip ku tidak menyetujuinya jadi aku kalah dalam cinta ini". Jelas Emily dengan menahan air matanya yang ingin keluar
"Apa kamu bahagia? " Tanya Lewis dengan menggenggam tangan Emily
"Sepertinya kata itu sudah jauh dari hidupku".
" Hah.. Aku benci cinta aku sangat membencinya. " Ucap Lewis dengan meraup wajahnya kasar melupakan emosinya
"Lewis kamu juga akan melakukan hal yang sama jika kamu jatuh cinta nanti. " Ujar Emily
"Emily kamu sangat bodoh". Lewis berteriak ke Emily tapi entah karena terlalu banyak minum membuat Lewis jatuh tidak sadarkan diri.
Emily membopong tubuh Lewis ke dalam rumah yang sangat besar dan indah. Emily bersyukur dalam setengah kesadarannya Lewis masih bisa menunjukkan jalan menuju rumahnya.
" kamu berat sekali". Emily menjatuhkan tubuh Lewis ke ranjang tidurnya
"Emily entah kenapa aku tidak ingin melihatmu bersedih dalam keadaan apapun saat pertama kali melihatmu. kamu menarik perhatian ku Emily. Tapi aku tidak mau jatuh cinta. " Gumam Lewis dalam ketidaksadaran nya.
"dalam tidak sadar saja kamu masih membenci cinta. sungguh dalam kebencian mu Lewis. " Gumam Emily melihat Lewis yang seperti anak kecil karena menggulingkan tubuhnya ke sana kemari dalam ranjangnya.
****
Assalamu'alaikum semuanya
jangan lupa dukung author dong dengan meninggalkan jejak 👣👣 kalian setelah membaca caranya berikan LIKE VOTE KOMENTAR AND SHARE ya 😊 terimakasih
__ADS_1
dan author minta maaf jika masih banyak kesalahan yang terjadi dalam novel ini.