
..."Tidak mudah menerima kebenaran yang tidak mungkin terjadi"...
...Lewis Lauren...
"Mama, masuklah. " Ujar Emily pada orang yang sedari tadi duduk di kursi tunggu depan ruangan Lewis karena ia tidak berani masuk takut malah membuat orang yang sedang sakit semakin sakit.
"Tidak Emily, aku tidak bisa. " Tanpa memperdulikan dirinya yang masih belum sepenuhnya sehat, Fany membiarkan dirinya dipermalukan dunia padahal di dalam ada anaknya sakit membutuhkan orang. Namun, ia merasa jika itu bukanlah dirinya. Lebih memilih memajukan Emily untuk mengurus Lewis.
"Aku bersama mama. Ayolah, masuk. " Emily menarik tubuh Fany dari tempat duduknya dan menggandeng nya masuk ke ruangan yang ingin ia masuki sedari tadi.
Fany dan Emily memasuki ruangan orang yang berusaha untuk mengambil makanannya di atas troli namun ia tidak bisa menjangkaunya karena tangannya sakit untuk bisa mengambilnya.
"Lewis, biar aku bantu. " Fany berlari dan mengambil makanan Lewis dan mendudukkan pantatnya di kursi yang tadi Emily duduki.
Fany sangat bahagia karena Lewis tidak menolak apa yang ia lakukan terlebih ia mau menerima sodoran sendok nya yang berisi makanan.
"Bagaimana keadaanmu sekarang? ". Tanya Fany pada orang yang masih mengunyah makanannya.
" Baik. " Meski jawaban Lewis terdengar cuek, tapi Fany tetap merasa senang pada anaknya yang mulai membuka diri untuknya.
Mata Fany melirik Emily dengan wajah sumringah sedangkan orang yang sedang ia tatap juga membalasnya dengan senyuman senang.
"Ini obatnya diminum. " Fany memberikan obat dan segelas air untuk bisa meminum yang telah diracik untuknya.
"Terimakasih." Balas Lewis dengan senyum dipaksakan.
"Emily, kemari lah. " Fany melambaikan tangannya memanggil Emily untuk mendekat kepadanya dan Lewis.
__ADS_1
Pantat Fany diangkat untuk bisa memeluk Emily yang juga sudah membalas pelukannya.
"Terimakasih, Emily. " Ujar Fany dengan mata berbinar-binar karena telah menjadikan dirinya sebagai seorang ibu yang baik untuk anaknya.
"Sama-sama ma. " Mata Emily menatap mata orang yang duduk di ranjang sedang tersenyum penuh arti padanya.
Sudah dua hari Lewis dirawat di rumah sakit dan sekarang ia sudah berada di rumah karena dokter mengizinkan dirinya pulang.
"Berbaringlah, sayang dan istirahatlah. " Fany membaringkan tubuh Lewis dan meninggalkannya.
Emily pun akan mengikuti langkah Fany namun tangannya ditarik oleh Lewis membuatnya tidak bisa melangkah maju.
"Tetaplah disini. " Ujar Lewis pada orang yang terlihat lelah karena pulang pergi ke rumah sakit hanya demi untuknya.
Tangan Lewis menarik tangan Emily, sehingga membuat Emily terduduk di ranjang samping ia berbaring.
" A-apa? Perselingkuhan? ". Satu alis Emily terangkat dengan dahi berkerut menampilkan banyak pertanyaan di sana.
"Apa menurutmu tentang itu? ".
" Menyakitkan. " Hanya kata itu yang bisa Emily ungkapkan, mengingat ia juga pernah jadi korban perselingkuhan Lee mantan pacarnya.
"Apa kamu bisa melakukan itu? ". Tanya Lewis ragu-ragu
" Maksudmu kamu ingin aku melakukan perselingkuhan? ". Tanya Emily dengan nada sedikit tinggi tidak menyangka Lewis akan memintanya melakukan hal yang sangat Emily benci.
" Iya. " Jawab singkat Lewis membenarkan
__ADS_1
Tubuh Emily langsung terangkat menjauh dari Lewis berbaring dan menatap tajam Lewis yang terlihat biasa saja.
"Jangan melampaui batas, Lewis". Peringatan Emily pada Lewis dengan jari telunjuknya ia tunjukkan ke arah wajah orang berusaha duduk dari berbaring nya.
" Kenapa? Apakah kamu mencintai suamimu? ". Tanya Lewis dengan nada sedikit mengejek
"Kamu tidak berhak tau semua itu. " Kecam Emily
"Katakan padaku kenapa kamu bisa tidak satu rumah dengan suamimu. " Atas penyelidikan David, Lewis tahu bahwa Emily tidak tinggal di rumah Dawson melainkan di rumah Robert.
"Hubungan kita tidak sampai masalah pribadi. " Tidak memungkinkan jika Emily mengatakan semua yang terjadi pada rumah tangganya karena bagi Emily, itu adalah masalahnya dan Allen bukan urusan orang lain.
"Apakah suamimu berselingkuh? ".
" Lewis, jaga ucapan mu! ". Ujar Emily dengan nada tinggi dan mata melotot.
" Jika yang aku katakan kebenaran, apakah kamu masih tidak percaya? ".
Lewis telah membuat Emily merasa kecewa dan tanpa berpamitan pemilik kamar ia keluar kamar.
" Datanglah kembali esok. " Teriak Lewis dengan senyuman penuh kemenangan
💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya
Terimakasih
__ADS_1
Love you❤