Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Dia kenapa sih?


__ADS_3

..."aku bukan orang yang paham betul dengan apa perasaan mu. "...


...Emily Nelson...


Dengan sempoyongan dan kepala pusing Emily mencari keberadaan Lewis yang tidak ada di kamarnya karena Emily tidur di kamar tersebut.


"Bik Lewis ada dimana? ". Tanya Emily kepada salah satu pembantu Lewis yang sedang membersihkan lantai.


" Oh, nona sudah bangun? Tadi tuan Lewis sudah pamit pergi kerja duluan nona." Jawab pembantu perempuan tersebut


"Pergi kerja? Sepagi ini? ". Tanya Emily lagi dengan mengacak-acak rambut pirangnya


" Apakah ada meeting hari ini? ". Gumam Emily dengan mengernyitkan dahinya


" Iya nona. Oh ya non, tuan Lewis meminta nona agar meminum susu ini agar rasa pusing nona cepat sembuh. " Ujar pembantu dengan memberikan satu gelas susu ke Emily.


"Terimakasih." Balas Emily dengan menerima susu tersebut


"Jika aku boleh tahu, apakah tadi malam bibi yang sudah menganti bajuku? ". Tanya Emily ragu-ragu karena waktu bangun tidur ia sudah berganti pakaian tidur karena seingat dia tidak mengganti pakaian sebelum tidur bahkan ia pun tidak ingat bagaimana ia bisa pulang ke rumah Lewis.


" Iya nona, tadi malam nona pulang dengan tidak sadarkan diri dibopong tuan Lewis kemudian tuan memintaku menggantikan pakaian nona yang basah. " Jelas pembantu dengan melihat Emily yang meminum susunya sekali teguk.


"Kenapa aku tidak ingat sama sekali ya? ". Ujar Emily untuk mencoba mengingat-ingat semuanya.


" Ya sudah bik, terimakasih untuk semuanya. Aku pamit dulu untuk kerja. " Lanjut Emily dengan menaikkan dirinya kembali ke kamar Lewis untuk mempersiapkan dirinya ke kantor.


Jalanan yang sudah penuh orang berlalu lalang untuk memulai aktivitas hari ini dengan penuh semangat. Emily mengedarkan penglihatannya ke seluruh tempat-tempat yang dilewati bus ia naikin. Emily lebih memilih naik kendaraan umum dari pada harus membawa mobil sendiri karena ia lebih suka berinteraksi dengan orang sekitar jika naik kendaraan umum.


Emily yang memasukkan dirinya ke kantor yang sudah dipenuhi pegawai berlalu lalang untuk mengerjakan tugasnya.


Emily melangkah masih dengan sedikit sempoyongan dan terus mengedipkan matanya yang sangat berat dan hal tersebut membuat Emily menabrak seseorang di depannya. Tubuh yang Emily tabrak sangatlah kuat hingga mampu memantulkan tubuh Emily. Jika saja orang yang ia tabrak tidak menahan tubuhnya mungkin Emily sudah tergeletak di lantai.


"Lewis." Ujar Emily melihat orang yang melingkarkan lengannya di pinggang Emily.

__ADS_1


"Terimakasih." Ucap Emily yang sudah menegakkan tubuhnya


"Lewis kenapa tadi kamu... " Kalimat Emily menggantung karena orang yang ia ajak berbicara meninggalkan dia tanpa mengatakan apapun.


"Ada apa dengan Lewis? ". Gumam Emily yang melihat Lewis memasukkan dirinya ke ruangannya.


Emily sangat tidak fokus kerja hari ini karena efek mabuknya yang masih ia rasakan hingga pikirannya memikirkan Lewis atas kejadian tadi pagi. Emily masih bingung dengan Lewis yang tidak menganggapnya saat bertemu dengannya.


" Apakah aku melakukan kesalahan saat mabuk? Tapi apa yang aku lakukan kepadanya? ". Tanya Emily pada dirinya yang mencoba mengingat semuanya. Akan tetapi Emily terlalu payah untuk mengingat semuanya karena mabuk berat. Emily hanya bisa mengingat bahwa ia meminta pelayanan memberikan tambahan minuman yang terasa melayangkan tubuhnya bahkan ia tidak bisa ingat bagaimana caranya ia bisa pulang.


"Bu, hari ini ada meeting. " Ujar Andreas dengan membawa desainnya yang diberikan ke Emily


"Oh ya? ". Tanya Emily yang tidak tahu jika ada jadwal meeting hari ini


" Iya dan pak Lewis meminta semua desainnya jadi hari ini. " Balas Andreas


"Oke baiklah, aku akan persiapkan semuanya terlebih dahulu. " Ujar Emily.


Beberapa pegawai sudah duduk di kursi dengan masih memakan jajanan yang tersedia di sana. Namun, semua kegiatan mereka lakukan tiba-tiba berhenti ketika Lewis masuk ke ruangan.


"Selamat siang semuanya. " Sapa Lewis yang sudah berada di depan dengan tampilan rapi meskipun hari sudah siang.


"Siang Pak. " Balas semua pegawai


"Hari ini kita adakan meeting dengan mendadak karena aku ingin proyek yang akan kita garap sudah launching bulan depan. Dan aku harap kalian menyiapkan semuanya dengan baik. " Ucapan Lewis sebagai pemimpin sangatlah berwibawa berbeda dengan ketika bersama Emily yang lebih cair.


"Kita mulai dengan bentuk desain yang akan digunakan. Aku meminta untuk mempresentasikan saat ini. " Lanjut Lewis dengan mempermainkan bolpoin nya.


Emily yang merasa bahwa ia kali ini diminta Lewis untuk menjelaskan detail desainnya menjelaskan semuanya secara detail ke semuanya. Masih membawa efek mabuk Emily menjelaskan desainnya dengan banyak kesalahan.


Bruk


Suara gebrakan meja membuat semuanya kaget tak terkecuali Emily hingga ia melonjak mendengarnya.

__ADS_1


"Kita sedang bekerja bukan main-main. " Ujar Lewis dengan wajah merah padam membuat ruangan yang nyaman menjadi mencengkeram.


"Jangan buat proyek ini gagal hanya dengan pekerjaan mu yang tidak benar. " lanjut Lewis dengan menatap tajam Emily yang juga menatapnya dengan penuh tanda tanya. Emily merasa ada yang berbeda dengan Lewis saat ini. Tapi ia tidak tahu pasti alasannya semua ini. Mungkin Emily membuat kesalahan dengan menjelaskan desainnya tapi Lewis tidak pernah melakukan hal tersebut jika dengan karyawannya.


Lewis meninggalkan ruangan meeting dengan perasaan marah melihat Emily yang melakukan kesalahan. Semua karyawan tidak menyangka dengan tindakan Lewis kepada Emily karena mereka tahu bahwa Emily dan Lewis sangatlah dekat tapi melihat Lewis marah dengan Emily mereka berpikir bahwa Lewis dan Emily sedang ada masalah.


"kamu tidak apa-apa? ". Tanya Andreas melihat Emily yang masih diam terpaku


" aku minta maaf untuk semua kejadian ini karena kemarin aku mabuk dan aku rasa efeknya masih ada sampai saat ini. " ujar Emily dengan keluar dari ruangan untuk menuju ke ruangan Lewis.


Emily memilih menemui Lewis untuk meminta maaf atas kesalahan yang ia ciptakan tadi.


"Lewis." Ucap Emily dengan ragu-ragu yang sudah berada di ruangan Lewis


"pak Lewis. " balas Lewis yang duduk di kursinya dengan penuh penekanan.


"maaf Pak. " Ucap Emily dengan menundukkan kepalanya.


"apa ada yang mau dibicarakan? ". Tanya Lewis yang berasa seperti bos ke pegawainya


" aku mau minta maaf Pak atas kesalahan yang tercipta tadi. " Ujar Emily yang masih berdiri dengan kepala menunduk seolah ia dan Lewis adalah orang yang tidak pernah dekat.


"aku minta kamu tidak mengulanginya lagi." balas Lewis


"sudah? kenapa masih berada disini? ". Tanya Lewis yang masih melihat Emily berada di ruangannya dengan mempermainkan jemarinya.


" aku mau tanya mengenai kejadian tadi malam saat aku mabuk. Apakah aku melakukan kesalahan? " . Tanya Emily ragu-ragu karena melihat Lewis yang penuh emosi kepadanya saat ini.


Emily sempat berpikir semua tindakan yang Lewis lakukan kepadanya karena ada sangkut pautnya dengan mabuk kemarin malam. Bagaimana tidak berpikir seperti itu, saat bangun tidur Lewis sudah tidak ada di rumah karena sudah berangkat kerja tanpa pamit dengan Emily tau menunggu Emily bangun kemudian pertemuannya di kantor, Lewis tidak menyapanya sama sekali bahkan saat ini Lewis meminta Emily memanggilnya dengan pak yang tidak seperti biasanya.


"Aku tidak ada waktu untuk membahas itu. Dan aku minta kamu keluar sekarang. " ujar Lewis dengan memutar kursinya untuk membelakangi Emily.


"Sebenarnya dia kenapa sih? ". Gumam Emily memandang belakang kursi Lewis.

__ADS_1


__ADS_2