
..."Mata terbelalak, mulut terbuka lebar semuanya kaku itu adalah bentuk keterkejutan"...
...Emily Nelson...
"Bolehkah aku mengetahui siapa dia? ". Berhentinya langkah Lewis yang tiba-tiba membuat orang di belakangnya harus menabrakkan wajah cantiknya ke punggungnya.
" Untuk apa? ". Tanya Lewis tanpa menatap lawan bicaranya yang sedang memperbaiki rambut pirangnya.
" Mungkin aku bisa membantu melakukan sesuatu. " Jawab polos Emily
"Kenapa kamu mau melakukan semua itu? " Hah! " Bentak Lewis dengan mencengkram erat bahu Emily. Terlihat dari sorot matanya, Lewis sangat emosi menanggapi pernyataan sosok yang hanya diam mengedipkan lentik bulu matanya.
"Bila yang aku lakukan bisa merubah segalanya, kenapa tidak? ".
" Cukup! ". Tangan Lewis diangkat mengisyaratkan agar orang yang ada di depannya berhenti bicara.
" Apa yang bisa kamu rubah? Katakan Emily! ".
" Tidak akan ada yang bisa merubah takdir ku. " Lewis melenggang dengan melangkahkan kakinya penuh kemarahan.
"Cinta." Satu tangannya yang akan diayunkan ke depan ditahan oleh tangan lembut perempuan membuat langkah Lewis kembali berhenti
"Kita bisa merubah segalanya dengan cinta. "
"Lewis, maukah kamu mengisi hatimu dengan cinta? ". Emily menggenggam kedua tangannya Lewis sebagai bentuk permohonan.
__ADS_1
" Masa bodoh dengan kata cinta. " Tangannya ia tarik dengan genggaman Emily dan kembali melangkah.
Berbeda dari kata yang ia ucapkan, hatinya menyetujui perkataan Emily untuk mengisi hatinya dengan cinta. Namun, entah penghalang apa yang menghalangi kata itu untuk terucap.
"Lewis, ayolah coba. " Yang tadinya pintu mobil ia buka khusus Emily ditutup kasar oleh pemiliknya untuk kembali mengajak berdebat.
"Oke baiklah, tapi sebagai pebisnis handal aku tidak bisa melakukan sesuatu jika tidak ada untungnya bagiku. "
"Kamu akan sangat untung dengan mengenal cinta karena kamu akan lebih mengenal arti bahagia yang sesungguhnya. " Balas Emily berbinar menjelaskan ke orang yang tidak mengetahui tentang cinta.
"Aku mau yang pasti. "
"Maksudnya? ".
" Aku mau mengenal cinta jika kamu yang memperkenalkannya. " Sunggingan Lewis mengisyaratkan jika ia akan memiliki keuntungan besar jika syaratnya disetujui.
"Kamu mengatakan akan memperkenalkan ku apa itu cinta. Jadi, kamu akan menaburi hari-hariku dengan cinta setiap saat supaya aku mengerti arti cinta. " Jawaban Lewis sebagai penutup perdebatannya karena ia lebih memilih masuk terlebih dahulu ke mobilnya.
"Tapi Lewis, cinta bukan soal itu. " Setelah mengikuti Lewis masuk ke mobil, Emily kembali membuka pembicaraan yang masih menggantung.
"Aku tidak mau tahu itu, yang ku mau jika kamu mau memperkenalkan ku cinta maka kamu harus mau mengikuti syarat ku. "
Dalam perdebatan yang di dalam mobil, Lewis malah membawa Emily melesat ke mini bar bukannya pulang.
"Mau apa kesini? ". Tanya Emily menyeimbangkan laju langkah kaki Lewis masuk ke ruangan.
__ADS_1
" Duduklah! " Lewis menarik tubuh Emily untuk duduk di kursi sampingnya.
"Lewis."
"Diam lah! " Gelas berisi minuman alkohol di depannya ia teguk dalam satu tegukan seperti orang kehausan.
"Cukup, Lewis. " Tangannya yang terangkat untuk meneguk kembali gelasnya harus tertahan oleh tangan lembut Emily.
"Jika mengajakku hanya melihat mu minum, lebih baik aku pergi. " Lengannya yang ia ayunkan ke depan untuk pergi ditarik Lewis agar kembali ke tempat duduknya seperti semula.
"Duduk dan diam di tempat. " Bukannya Emily tidak suka tempat ini, namun ia tidak suka melihat Lewis minum karena tidak baik bagi kesehatannya.
Hanya melihat Lewis menghabiskan banyak minuman tentunya sangat membosankan bagi Emily.
Dalam kebosanannya, Emily menjelajahi tempat yang ramai pengunjung baik laki-laki maupun wanita dengan tujuan sama yaitu meminum minuman yang menurut mereka bisa menghilangkan masalah.
Betapa terkejutnya dirinya dengan mata sayu nya ia menangkap sosok laki-laki yang sangat ia kenal baik sedang bersama wanita bergelantungan di lengan kelarnya.
"Mas Allen. " Ucap lirih Emily membuat orang yang akan meneguk sisa minuman di gelasnya terhenti dan memilih mengikuti arah pandang Emily yang menutup mulutnya dengan tangannya sedangkan matanya terbelalak besar.
💙💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya
Terimakasih
__ADS_1
Love you❤