Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Kembalilah ke Suamimu


__ADS_3

..."Tidak perlu menggantungkan diri pada orang lain saat kita menginginkan sesuatu hadir pada diri kita"...


...Emily Nelson...


Suasana ruangan yang tadinya begitu cair kini berubah menjadi membeku padahal baru beberapa saat ia meninggalkan ruangan tersebut untuk ke kamar mandi.


"ada apa Ma?" tanya Emily dengan mengenakan pakaian bersihnya setelah suster membantu berganti.


Raut wajah yang ditampilkan oleh Fany menimbulkan tanda tanya pada Emily karena sangat berbeda dari saat ia meninggalkan ruangan ini.


"tidak ada apa-apa," Fany menjawab pertanyaan Emily dengan menggelengkan kepalanya yang ia sokong dengan kedua genggaman tangannya.


Tangan Emily mengendalikan kursi rodanya menuju orang yang memijat kepalanya dengan mata terpejam.


"Lewis, kamu sudah minum obatnya?" jam yang sudah menunjukkan waktu untuk Lewis meminum obat, Emily memastikan bahwa Lewis sudah meminumnya.


"belum, dan tidak akan?" jawab ketus Lewis tanpa ingin membuka matanya.


"kenapa?" Emily bingung dengan ucapan Lewis.


"pergilah, dan hiduplah bersama suamimu." ucap Lewis dengan nada datar seolah apa yang ia katakan adalah hal biasa saja.

__ADS_1


"apa yang kamu katakan Lewis?" nada tanya Emily ditekan karena ucapan Lewis begitu menyakiti hatinya.


"ada yang salah dari ucapan ku? kamu masih memiliki seorang suami, jadi pulanglah sekarang!" telunjuk Lewis menunjuk ke arah pintu keluar dari ruangan.


"Lewis, apa yang kamu katakan aku tidak memahaminya" bukan tidak memahami maksud dari kata perintah dari Lewis, Emily menanyakan hal demikian karena ia tahu bahwa Lewis mencintainya. Lalu kenapa sekarang Lewis malah mengusirnya dan memintanya pergi ke suaminya Allen.


Memang tidak salah permintaan Lewis dengan meminta Emily pergi ke suaminya, namun perasaan Lewis yang mencintai Emily lah yang membuat semua ini terasa salah.


"pergi!" mata Lewis di tajam kan menatap Emily untuk menakuti wanita yang menatapnya tajam balik.


"cukup Lewis, cukup!" Fany ikut menengahi pertengkaran anak yang ia sayangi.


"Ma, ada apa dengan Lewis?" Emily mengadu ke Fany dengan mata berkaca-kaca.


"kenapa dengannya, Ma?"


"Dawson datang kesini," jawaban Fany membuat pegangan tangan Emily di tangan Fany terlepas


"Papa Dawson kesini?" Emily mengulangi perkataan Fany dengan suara bergetar.


"iya, dia meminta Lewis untuk menjauhi dirimu"

__ADS_1


"bagaimana bisa Ma, Papa Dawson melakukan semua itu?apa dia tahu siapa Lewis yang sebenarnya?"


"Dawson tahu semuanya ketika melihat kita dalam satu ruangan ini," jelas Fany. Kemungkinan besar Dawson tidak akan tahu status Lewis sebenarnya jika Fany tidak berada di sana.


"Ma, apa Papa tidak memahami apa arti dari cinta?"


"iya, dulu" Fany mengenal betul siapa Dawson, pastinya ia tahu bahwa orang yang telah membuatnya jatuh cinta tersebut paham tentang cinta. Namun, sekarang Fany melihat hal yang berbeda.


"aku tidak bisa kembali ke Mas Allen," Emily sudah memutuskan bahwa ia akan berpisah dari Allen, karena dengan tetap mengikat Allen tanpa adanya perasaan akan menyiksa diri mereka.


"bisakah Mama membantu ku untuk menyelesaikan masalah ini?"


"maafkan aku Emily, untuk kali ini aku tidak bisa berbuat banyak." Berurusan dengan Dawson kembali bukanlah hal yang diinginkan Fany. Karena ia sudah berjanji untuk menjauh dari semua tentang Dawson kecuali Lewis anaknya.


"baiklah, biarkan aku berjuang sendiri untuk cintaku." Emily memutarkan ban kursi rodanya keluar dari ruangan Lewis.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya


Terimakasih

__ADS_1


Love you❤


__ADS_2