
..."Malam adalah kegelapan dan aku terjebak di sana"...
...Emily Nelson...
Emily memasukkan dirinya ke rumahnya untuk istirahat namun langkah Emily terhenti ketika melihat Allen sibuk melakukan kegiatan sesuatu di dapur memantik hati Emily untuk mendekatinya.
Dengan kebingungan Allen melihat isi dapur untuk mencari alat masak yang akan ia gunakan. Dengan berbekal video online Allen akan memasak omelette.
"Mas Allen mau apa? ". Tanya Emily yang mengagetkan Allen membuat telur yang dipegang jatuh ke lantai.
" Ya ampun. " Emily menepuk jidatnya melihat Allen
"Aku akan buatkan omelette untuk mas Allen." Emily mengambil alih posisi Allen ke sisi sampingnya agar tidak menganggu nya. Allen hanya melihat Emily yang sangat cekatan mencampurkan bumbu pada telur dan menggorengnya di atas wajan.
"Mas Allen pernah memasak? ". Basa-basi Emily karena ia yakin dengan melihat apa yang Allen tadi lakukan menunjukkan bahwa Allen tidak bisa memasak.
" Enggak. " Balas Allen dengan senderan di dinding dapur
__ADS_1
"Lalu kenapa tadi mau masak? ". Tanya Emily dengan membalik telurnya.
"Lapar." Balas Allen. Allen sebenarnya ingin memanggil pembantu untuk memasakkan nya hanya saja ia tiba-tiba ingin masak sendiri meskipun belum pernah melakukan nya.
"Ini sudah matang. " Emily menyodorkan piring berisi masakannya dan Allen mengambilnya kemudian membawanya ke meja makan membuat Emily mengikutinya untuk duduk di bangku samping Allen.
"Enak? ". Tanya Emily melihat Allen menyendok masakan buatannya tanpa ekspresi.
" Mas Allen, dulu ketika mamaku meninggalkan ku aku merasa setengah jiwaku juga ikut pergi bersamanya. Hingga semuanya kembali seperti semula karena aku mempunyai alasan untuk bangkit kembali. " Celetuk Emily. Meski tidak dianggap Allen, Emily terus berusaha membuat Allen ceria seperti dahulu ketika bersama Bella.
"Aku tidak mempunyai alasan untuk bangkit kembali. " Jawab Allen tanpa melihat lawan bicaranya.
"Papa. Kita masih punya papa mas. Aku yakin mas Allen masih mau mempertimbangkan semua alasan untuk papa. " Balas Emily dengan meraih tangan Allen hanya saja ditepis detik itu juga.
"Selain itu mas Allen juga harus memenuhi janji kak Bella. " Lanjut Emily.
Allen sadar bahwa Bella memang menitipkan banyak janji ke Allen termasuk menjaga hubungannya dengan Emily dan orang yang ia sayang. Dan itu membuat Allen berat untuk memilih langkahnya.
__ADS_1
Allen meninggalkan Emily setelah menghabiskan makanan yang ia makan tanpa mengatakan apapun. Allen menuju kamarnya bersama Emily tempat istirahatnya.
Emily dan Allen menghabiskan malam hanya dengan suara angin yang masuk di sela-sela ventilasi jendela tak lebih.
Tak ada bedanya dengan Lewis hanya saja ia sendiri tanpa ada orang lain di sisinya untuk menghabiskan malamnya. Dengan segelas wine di tangannya adalah sebagai langkah untuk memejamkan matanya yang tidak ia bisa pejamkan.
"Lewis kau selalu pulang dengan mabuk. " Ucap Fany memapah tubuh Lewis yang sempoyongan.
"Sampai kapan kau akan seperti ini? ". Lanjut Fany dengan membaringkan tubuh Lewis yang sangat berat baginya.
"Ma, aku sangat membencimu. " Ujar Lewis dibalik mabuknya dan mata yang sudah terpejam.
Mungkin ucapan itu sangatlah biasa bagi Fany tapi untuk saat ini yang ketika ia sudah memutuskan untuk menyayangi Lewis itu adalah kata yang sangat menyakitkan terlebih dengan keadaan mabuk Lewis masih mengungkapkan kebenciannya.
"Lewis, maafkanlah mama. Kita ubah hidup kita sebelum semuanya terlambat. " Fany memegang tangan anaknya dan mengecupnya.
"Aku akan memberikan mu semua kasih sayang yang mama punya. " Lanjut Fany dengan air mata yang menetes.
__ADS_1
"I love you❤. " Fany mengecup dahi Lewis sebelum meninggalkan nya.