Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Hancur


__ADS_3

..."Menutupi kesalahan bukan untuk kebenaran"...


...Emily Nelson...


Bukannya melepaskan Emily, tangan Lewis malah menarik tubuh Emily mendekat dengannya dan berakhir terlentang di atas ranjangnya.


"Lewis, lepaskan! " Emily kembali akan bangun akan tetapi tangannya yang di cengkeraman Lewis tetap menariknya untuk tetap dalam posisinya.


Badan Emily di bawah kungkungan Lewis dan menjadikan orang di bawahnya berkeringat dingin.


"Lewis, lepaskan! ". Tangan Emily terus memukul dada bidang Lewis sebagai bentuk perlawanannya. Meski dalam keadaan teler, Lewis tetap memiliki kekuatan yang kuat dan dia menyadari sepenuhnya apa yang ia lakukan saat ini.


" Lewis, aku memiliki suami. " Jelas Emily dengan menitikkan air matanya


Lewis membelai lembut wajah Emily yang tidak sudi menatapnya untuk menunjukkan ketakutan yang sedang melanda nya.


"Kamu kesepian bukan? Suamimu tidak pernah menyentuhmu. " Lewis ingin mencium bibir Emily hanya saja Emily selalu memalingkan wajahnya untuk menghindari semua itu.


Lewis meninggalkan jejak kepemilikannya di leher jenjang Emily dan tentu Emily semakin meronta oleh karena dirinya.


"Lewis, aku ketakutan. Tolong jangan lakukan ini padaku. " Emily menangis tersedu menerima perlakuan Lewis yang kelewatan batas.


"Kamu takut padaku? ". Tanya Lewis dengan penekanan. Emily hanya bisa menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Lewis.

__ADS_1


"Ha-a-a". Teriak Lewis dengan kasar meraup kasar wajahnya.


Berusaha bangun dari tubuh Emily, badan Lewis terjatuh ke lantai karena ketidakberdayaan nya menerima kenyataan yang pahit.


Sedangkan Emily yang tubuhnya juga masih bergetar membantu membangunkan tubuh Lewis yang tergeletak. Akan tetapi tangannya di tepis kasar oleh Lewis dan membuat tubuhnya tersungkur.


Sesungguhnya bukan hanya Emily saja yang hancur kali ini, Lewis pun merasakan hal yang sama. Keduanya diselimuti perasaan yang mengguncang.


Tangan Emily yang bergetar ingin menyentuh pundak Lewis akan tetapi ditahan oleh pemiliknya dan disitulah Lewis melihat darah segar mengalir di jemari Emily.


" Kamu terluka? ".


" Yang terlihat hanyalah luka kecil dan sekarang aku merasakan lebih dari ini atas apa yang kamu lakukan padaku. " Emily keluar dari kamar Lewis dengan penampilan berantakan, rambutnya acak-acakan dan pakaiannya sudah tidak karuan.


"Emily, aku sungguh gila. " Menolak adanya Emily untuk menolongnya memang ada hal yang ingin menjauh dari gadis pujaannya. Akan tetapi ketertarikannya yang begitu besar menjadikan dia gelap mata hingga ingin memiliki Emily seutuhnya.


Seburuk apapun dirinya tidak meminta atau melakukan hal lebih pada seorang wanita. Namun, melihat Emily hal itu menjadi pengecualian dan tentunya itu menjadikan kesalahan besar baginya.


Sebelum pergi ke kamar Fany, Emily merapikan dirinya di kamar lain agar tidak membuat mamanya curiga dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Lewis.


"Sayang, bagaimana keadaan Lewis? ". Tanya Fany melihat kedatangan Emily


" Dia sedang mabuk ma. "

__ADS_1


"Dia selalu begitu. Tidak pernah menuruti permintaan ku untuk berhenti minum-minuman. "


"Ma, aku ijin pulang dulu ya karena sudah malam. " Pamit Emily dengan mencium pipi Fany


"Kamu besok datang lagi kan? ".


" Kamu mau kan menemani mama selama sakit? ". Tanya Fany yang sangat senang jika Emily bersamanya karena ia merasa memiliki teman


"Ma, a-aku. "


"Memang aku bukan siapa-siapa bagimu. Jadi, tidak usahlah memenuhi permintaan orang tua malang ini. "


"Mama jangan katakan itu. " Emily memeluk tubuh Fany yang masih berbaring di ranjang


"Aku akan menemani mama selama sakit. Dan sekarang aku pulang dulu ya ma. " Ujar Emily dengan berlalu meninggalkan Fany.


Di bawah dinginnya tetesan air shower menusuk tulang Emily yang sedang hancur lebur mengingat kesuciannya hampir direnggut Lewis. Emily melihat lehernya di kaca yang memperlihatkan jejak Lewis begitu ketara dan kemudian ia mengolesi salep untuk menutupinya.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap ceritanya ya supaya author semangat update ceritanya


Terimakasih

__ADS_1


Love you❤


__ADS_2