
..."Aku terbawa perasaan"...
...Lewis Lauren...
Mengenakan long dress warna hitam dengan rambut panjangnya disanggul sedangkan make up yang terlihat natural menampilkan wanita tersebut sebagai wanita sempurna malam ini. Tangannya yang melingkar di lengan laki-laki berkarisma menjadikan mereka pasangan idaman untuk semua orang.
Emily dan Allen yang baru masuk ke sebuah gedung gala dinner dilaksanakan membuat semua pasang mata tertuju kearah mereka. Gala dinner keluarga Atmajaya mengundang banyak rekan bisnisnya dan tak terkecuali Lewis Lauren.
Suasana yang tercipta begitu formal karena ke sana kemari hanya bisnis yang dibicarakan membuat mata Emily menjelajah setiap detail ruangan yang dihias untuk memeriahkan acara.Namun, siapa sangka jika matanya menemukan sepanjang kekasih yang laki-lakinya juga sedang menatapnya. Menyadari keadaannya Emily kembali mendekatkan dirinya kepada Allen yang sedang berbicara bisnis dengan yang lainnya.
Acara yang semula formal menjadi sedikit mencair karena adanya pesta dansa. Semua yang memiliki pasangan mengajak pasangannya ke lantai dansa. Allen yang tidak menginginkan dansa harus ikut dengan Emily karena Atmajaya memaksanya. Semua pasangan mengikuti alunan musik yang diputar termasuk Lewis dan Callista.
Bagi Emily ini adalah pertama kali dirinya harus dansa terlebih dengan suaminya yang begitu dingin tanpa ekspresi meski ia telah melakukan banyak kesalahan dalam gerakan. Bisa dilihat Emily sering sekali menginjak kaki Allen dengan hak sepatunya. Namun, bukannya mengeluh kesakitan Allen malah membuat Emily semakin mendekat kepadanya agar membuat langkah yang selaras.
"Ikuti langkahku. " Bisik Allen tepat di kuping Emily.
Lewis yang melihat Allen dan Emily berdansa membuat hatinya memanas dan hal tersebut terlihat dari Callista yang sangat kecewa dengan berdansa bersamanya.
"Kamu itu kenapa sih? ". Tanya Callista dengan kesal mengikuti arah pandang Lewis. Dan begitu terkejutnya dirinya melihat Emily dan Allen berdansa begitu dekat. Rasa emosi Callista semakin memuncak mengingat Allen juga sebagai mantan kekasihnya.
__ADS_1
" Emily? Allen? ". Gumam Callista
"Emily bersama Allen? apa hubungan mereka? " pertanyaan Callista bukannya mendapat jawaban dari Lewis malah ia ditinggal pasangan dansanya sendiri di lantai dansa.
"Ih. Ini semua gara-gara wanita murahan itu. " ujar Callista dalam kemarahannya.
Menyudahi dansanya dengan Allen, Emily menuju toilet untuk menuntaskan keinginannya yang ia tahan waktu dansa. Namun, baru keluar dari toilet tangan Emily ditarik orang dengan mulutnya dibekap. Tubuhnya meronta melihat dirinya dibawa ke ruangan sepi bisa dibilang ruang kebersihan karena ruangannya di penuhi alat bersih-bersih.
"Lepaskan." Emily menggigit tangan orang yang membekap nya. Baru membalikkan badannya Emily melihat orang tersebut mengibaskan tangannya akibat gigitannya.
"Lewis? ". Ujar Emily dengan mengatur nafasnya sama halnya dengan Lewis.
"Aku akan kembali. " Ucap Emily ingin pergi namun lengannya dicekal oleh Lewis dan mendorong tubuh Emily membentur dinding.
"Lewis, aku mau pergi. "
Lewis yang mengapit tubuh Emily dengan kedua lengannya membuat jantung Emily berdegup kencang dan hal tersebut semakin membuat Emily canggung.
"Lewis, lepaskan. " Emily memukuli dada Lewis. Namun, Lewis sama sekali tidak memperdulikannya malah Lewis semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Emily dan langsung mengambil ciuman Emily dengan kasar.
__ADS_1
Emily menangis melihat Lewis mengambil ciumannya begitu kasar hingga nafasnya hampir habis dibuatnya. Tubuh Emily merosot ketika Lewis melepaskan ciumannya.
"Kamu mengambil ciuman pertamaku Lewis. " Ujar Emily lirih dengan air mata yang mengalir.
"Bukan. Bukan yang pertama tapi yang kedua. " Pada akhirnya Lewis mengucapkan katanya.
"Kedua? ". Tanya Emily bingung
" iya. Yang pertama kita lakukan ketika sedang mabuk. " Balas Lewis memandang Emily yang nampak kaget mendengar ucapannya.
"Lewis, kenapa kamu melakukannya. " Emily bangun dari duduknya dan memukuli dada orang yang telah mengambil ciumannya.
"Katakan Lewis. Kenapa? ". Bukannya menjawab pertanyaan Emily, Lewis malah meninggalkan Emily yang masih menangis.
💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar setiap membaca ceritanya ya
Terimakasih ❤
__ADS_1