Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Kata Maaf


__ADS_3

..."Maaf adalah kata yang sulit untuk diucapkan oleh para egoisme. "...


...Emily Nelson...


Derap langkah Lewis memasuki kamar hotel yang telah ia tinggal selama sehari. Merasa gerah, Lewis membuka kaos yang ia kenakan dengan hati-hati agar tidak menyakiti lukanya.


Lewis tidak menyesali dengan luka yang ia peroleh meski ia sesekali merasakan sakit. Namun, Lewis tidak akan bisa memaafkan dirinya jika tidak bisa menemukan Emily dengan tepat waktu.


Flashback On


Membiarkan Emily pergi bukan berarti Lewis tidak menahan diri agar meminta Emily tetap di sana bersamanya. Namun, ternyata egonya tidak kalah besarnya dengan yang dimiliki Emily.


Sekian detik ia berharap Emily kembali kepadanya akan tetapi harapannya musnah dan tidak ada pilihan lain selain mencari keberadaan Emily yang sudah sulit untuk ia jangkau.


"Sial. Kemana perginya Emily. " Lewis celingukan ke jalanan yang ramai kendaraan lewat.


Dengan hanya berharap telponnya diangkat lah Lewis bisa mengetahui dimana Emily sekarang. Dan di saat panggilannya diangkat, Lewis mendengar suara bergetar di sebrang sana maka Lewis dengan cepat melacak keberadaan Emily.


Sesegera mungkin Lewis menemukan lokasi Emily. Dan Betapa terkejutnya dirinya ketika melihat orang yang ia sayangi sedang dikerubungi tiga orang preman dengan mencoba melecehkan orang duduk ketakutan.


Tanpa banyak bicara, Lewis yang tersulut emosi langsung menarik salah satu dari mereka untuk memberi pelajaran. Namun, ternyata ia belum sepenuhnya fokus pada keadaan hingga ia terkena salah satu senjata dari mereka.


Flashback Off


Lewis berdiri di depan cermin berusaha melihat lukanya sendiri karena ia ingin tahu seberapa besar luka yang ia dapatkan. Namun, ternyata Lewis malah menangkap sosok wanita yang terpantul di cermin sedang menatapnya dengan pandangan sulit diartikan.


Sosok tersebut maju mendekati dirinya hingga ia berdiri tepat di belakangnya. Mata Lewis di buang ke sembarang tempat menghindari tatapan mata sayu Emily.


Tangan Emily meraba luka Lewis di punggung dengan matanya terpejam karena ia seperti merasakan sakit pada luka tersebut di dirinya. Sedangkan Lewis hanya mampu meringis menerima perlakuan Emily.


Tidak banyak kata, Emily mencium luka Lewis cukup lama. Karena baginya, luka di tubuh Lewis adalah dirinya penyebabnya.


Lewis membalikkan badannya menatap mata sayu Emily yang menunjukkan penyesalan dan tentunya membuat Lewis menarik tubuh langsing tersebut ke dalam pelukannya.


Tindakan yang Lewis tahan karena ia masih merasa kesal pada Emily kini ia lakukan sekarang. Melihat keadaan Emily masih terguncang pastinya tidak kuat bagi Lewis membiarkan begitu saja orang yang ia sayangi. Namun egonya yang tinggi telah menghalangi semuanya.

__ADS_1


"Maafkan aku Lewis. " Ucap lirih Emily dengan air mata tulus mengiringinya.


"Aku telah memberimu luka. " Pelukan erat masih belum terlepaskan dari keduanya menumpahkan segala rasa yang mereka rasakan.


"Ucapkan sekali lagi! . " Perintah Lewis dengan menciumi puncak kepala orang yang sangat harum untuk bisa ia lepaskan.


"Tidak mau, aku tidak salah. " Kepala Emily di geleng kan manja dengan sesekali mengusap ingusnya.


"Sejak kapan kamu menjadi keras kepala?. "


"Sejak aku bersamamu. " Emily mulai mengenal kata emosi ketika ia bersama Lewis dan itu dimulai saat bertemu dengan Calista.


"Lewis, apakah kamu menghawatirkan ku?. " Tanya Emily dengan melepaskan pelukannya dari tubuh Lewis.


"Mengapa aku harus menghawatirkan mu. " Cuek Lewis dengan melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Namun, tubuhnya dihadang oleh tubuh Emily memintanya untuk berhenti melangkah.


"Jawab dulu atau aku akan menambah luka di tubuhmu. " Ancam Emily dengan meletakkan kedua tangannya di pinggangnya.


"Silahkan." Tangan Lewis berusaha menyingkirkan tubuh Emily dari depannya. Namun karena dorongannya yang cukup kuat membuat Emily akan terjatuh jika ia tidak menahannya. Dan perkataan Emily benar terjadi dengan mencakar luka Lewis yang belum kering.


Emily meringis mendapat sorotan tajam dari orang yang lukanya masih ia pegang untuk sebagai pegangan agar tubuhnya tidak jatuh.


"Ma-maaf." Gagap Emily dengan cepat ia menegakkan tubuhnya kembali.


"Aku tidak akan memaafkan mu untuk kali ini. " Jemari telunjuk Lewis menekankan perkataannya


"Kenapa? . "


"Kamu kira ini tidak sakit?. "


"Aku tidak sengaja, Lewis. ''


" Tidak sengaja? Ini benar-benar sakit Emily. " Lewis menunjukkan punggungnya yang sekarang lukanya terdapat cakaran Emily.


Melakukan hal yang sama untuk mendapatkan maaf dari Lewis, Emily mencium punggung Lewis.

__ADS_1


"Maaf Emily, aku tetap tidak akan memaafkan mu. " Lewis meraih tubuhnya menjauhkan dari jangkauan Emily yang seperti anak-anak.


"Lewis, lalu apa yang harus aku lakukan agar mendapatkan maaf mu. "


"Kamu harus menuruti semua perkataan ku mulai hari ini. " Bisik Lewis tepat di telinga Emily yang terasa geli mendapatkan hembusan nafas dari Lewis.


"Berat sekali. "


"Jika tidak mau maka aku akan tetap tidak akan memaafkan mu. " Kecam Lewis


Beberapa detik Emily memikirkan syarat Lewis hingga ia memutuskan untuk mengiyakan syarat tersebut.


"Baiklah, aku akan menuruti perkataan mu. " Balas Emily dengan nada pelan karena sebenarnya tidak suka syarat yang Lewis ajukan.


"Bukankah itu sangat membahagiakan? . " Ejek Lewis dengan kembali melangkahkan kakinya yang tertunda.


"Mau apa?. " Teriak Emily pada orang yang sudah memegang gagang pintu kamar mandi.


"Mau mandi, ikut? . " Balas Lewis


"Lukamu belum kering. "


"Iya aku tahu. " Lewis mendorong pintu tersebut dan masuk ke dalam nya. Namun, kesekian detik kemudian ia kembali keluar dari sana.


"Atau kamu mau memandikan ku untuk bisa memilih kulit mana yang boleh terkena air dan tidak. " Ujar Lewis kepada orang yang selonjoran di ranjang.


"Lewis." Teriak Emily dengan begitu kencang membuat orang yang di panggil namanya lari ke dalam kamar mandi kembali dengan tertawa lepas.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya ya kak


Terimakasih


Love you❤

__ADS_1


__ADS_2