
..."Keraguan bisa kamu lihat dari sorot mata "...
...Emily Nelson...
Merasa sudah sembuh dari sakitnya, Lewis mempersiapkan diri berpakaian santai. Namun, tetap menampilkan ketampanannya yang tidak menyusut meski beberapa hari sakit dalam beberapa hari.
"Mau kemana sayang? ". Tanya Fany dengan menata beberapa masakan yang memang sengaja ia masak untuk bisa makan bersama anaknya.
" Makanlah dulu. " Lewis menuruti permintaan Fany mamanya dengan mendudukkan dirinya di kursi berhadapan bersama Fany.
"Sini biar aku ambilkan makananmu. " Piring Lewis disodorkan ke Fany dan diisi berbagai makanan di sana sebelum ia menerima kembali piringnya.
"Terimakasih." Ucap Lewis membuat orang di depannya tersenyum bahagia.
Keduanya memakan makanannya dengan suasana canggung dan lebih memilih fokus pada makanannya sampai habis.
"Mau kemana? ". Tanya Fany pada Lewis yang sudah mengangkat tubuhnya karena makanannya sudah ia habiskan.
" A-aku.. "
"Selamat pagi. " Sapa Emily pada kedua orang yang berada di ruang makan.
"Pagi sayang. " Balas Fany yang masih membersihkan sisa makanannya.
Mata Emily terkunci di dua manik coklat Lewis yang sedang menatapnya. Melepaskan tatapannya, Emily menghampiri Fany untuk membantu membersihkan meja makan.
__ADS_1
"Ikutlah denganku. " Lengan Emily tiba-tiba ditarik kasar oleh Lewis
"Mau kemana? " Tanya Emily dengan menahan langkah mereka.
"Ikutlah, jika tidak maka aku... " Ancaman Lewis yang menggantung tentu masih bisa dipahami Emily kemana arah ucapan Lewis.
"Ikutlah sayang. Dia orangnya baik kok. " Perintah Fany yang menjelaskan bagaimana Lewis sebenarnya karena ia tidak tahu bahwa Emily sangat kenal siapa anaknya sesungguhnya.
Dengan terpaksa, Emily mengikuti arah tarikan Lewis hingga dirinya di masukkan ke mobil mewah warna biru.
"Kamu sudah sembuh? ". Tanya Emily tanpa memandang orang yang sangat fokus mengendalikan stir mobil.
" Terimakasih ". Kata yang sebenarnya sangat sulit bagi Lewis untuk ia ucapkan kini keluar dari mulut orang tersebut dan membuat Emily memutar kepalanya menatap Lewis yang terlihat datar tanpa ekspresi.
" Untuk apa? ". Tanya Emily dengan menaikkan satu alisnya penuh tanya
"Bagaimana perasaanmu sekarang? ". Emily merasa jika Lewis sudah mulai membuka diri untuk Fany meski masih cuek.
" Baik. " Balas singkat Lewis yang menginjak remnya karena jalannya sedang menanjak turun.
"Lewis, apa maksud perkataan mu kemarin? ". Emily masih mengingat tentang perkataan Lewis mengatakan Allen berselingkuh.
" Yang mana? ". Lewis berpura-pura meski ia tahu yang dimaksud oleh Emily.
"Tentang Allen berselingkuh. " Jawab cepat Emily karena ia tidak sanggup mengucapkan kata yang sangat ia benci yakni selingkuh.
__ADS_1
"Bagaimana menurut hatimu? . " Lewis malah bertanya balik ke orang yang sedang duduk dengan pandangan lurus ke arahnya.
"Jika aku bertanya padamu hari ini mestinya kamu tahu bagaimana hatiku sekarang. " Ragu-ragu. Itulah yang Emily rasakan antara percaya dan tidak karena Emily tahu jika Allen adalah orang yang setia dan itu terlihat dari cara ia menyayangi Bella istrinya. Namun, dari sorot mata Lewis, ia juga melihat kejujuran di sana.
" Biarkan waktu yang menjawab semua keraguanmu. " Ucap Lewis dengan tersenyum tipis karena Emily nampak cemas namun malah menambah kecantikannya terpancar.
Selepas mendapat jawaban dari Lewis yang menggantung, suasana mobil menjadi sunyi tanpa ada percakapan hingga mobilnya berhenti di sebuah gedung tua.
"Lewis, kamu mau tanding lagi? ". Emily meraih lengan Lewis agar berhenti melangkah ke dalam gedung yang pernah dirinya dan Lewis masuki untuk pertandingan boxing ilegal.
" Iya. "
"Kamu kan baru sembuh. " Tubuh Lewis dicegat tubuh langsing Emily dengan tangan dibentangkan untuk menghalangi orang yang akan lewat di sana.
" Kamu tidak yakin kemampuan ku? ". Kedua tangan Emily yang membentang diturunkan Lewis karena ia akan kembali masuk ke gedung yang sangat kumuh padahal jika dilihat ini adalah mantan gedung mewah.
" Bukannya begitu, tapi.. " Emily sedikit berlari untuk bisa menyeimbangkan langkahnya dengan Lewis yang jauh.
"Kamu lihat saja dengan duduk santai disini. " Lewis mendudukkan Emily di kursi tempat pertandingan sedangkan dirinya masuk ke ruangan untuk berganti pakaian.
"Dasar Lewis. " Greget Emily
💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya
__ADS_1
Terimakasih
Love you❤