
..."Ijinkan aku melangkah meski duri menusuk kaki"...
...Emily Nelson...
Kepergian Bella memberi perubahan pada keluarga Dawson yang semula ada kehangatan menjadi mendingin bahkan sarapan yang biasanya menjadi pembuka hari mereka entah kemana tertelan bumi.
Emily selalu berusaha untuk mengembalikan keadaan seperti semula meskipun hatinya juga belum bisa menanggung semuanya menjadi istri utuh Allen Dawson.
"Mas, sarapan dulu. " Ujar Emily yang sudah duduk di ruang makan melihat Allen sudah rapi dengan setelan kerjanya. Tanpa menjawab ucapan Emily, Allen melenggang keluar rumah dan disusul oleh Dawson di belakangnya yang hanya melihat Emily sekilas tanpa menghampiri meja makan yang sudah penuh dengan makanan.
"Apa yang harus aku lakukan lagi. " Gumam Emily dengan pasrah melihat semua makanannya.
Emily merasa jika mereka hanya numpang tidur saja tanpa harus mengenal satu sama lainnya dan hal tersebut membuat Emily merasa kehidupan sedang mempermainkan nya.
__ADS_1
Seperti biasanya, Emily juga masih kembali bekerja di perusahaan Lewis. Hubungan mereka juga sedikit menjauh karena Lewis selalu berusaha menghindari keberadaan Emily baik disengaja atau tidak disengaja.
"Bu, pak Lewis meminta agar desainnya disiapkan dan nanti setelah makan siang akan diadakan presentasi nya. " Ujar Andreas ke Emily yang masih mendesain yang akan digunakan besok.
"Iya." Balas Emily tanpa melihat lawan bicaranya.
Emily yang sudah menyelesaikan desainnya dalam bentuk file disimpan dalam laci kerjanya yang memiliki sandi dan hanya ia sendiri yang mengetahui. Kemudian ia memilih untuk melepaskan pikirannya dengan menyantap makanan yang ia sengaja bawa.
Setelah selesai merilekskan pikirannya Emily membawa file yang akan dipresentasikan untuk proyek baru Laurence group.
"Itulah gambaran proyek yang akan kita jalankan kali ini. Aku mencoba membuat proyek ini dengan menggabungkan antara modern dan klasik sesuai tren saat ini. " Ujar Emily mengakhiri presentasinya
"Baiklah, kita akhiri meeting kali ini. Dan minggu depan adalah peluncuran proyek baru kita. " Ujar moderator.
__ADS_1
Emily kembali menyimpan filenya seperti semula dan pergi pulang karena matahari sudah mencondongkan badannya ke barat. Namun, sebelum ke rumah Emily menuju makam mamanya Amanda untuk mengadukan semua masalahnya.
"Ma, apakah waktu balas budiku sudah selesai? ". Ucap Emily yang duduk di depan gundukan makam mamanya dengan meletakkan buket mawar merah kesukaan Amanda.
" Ma, apakah mama bahagia dengan apa yang Emily lakukan? ". Tanya Emily dengan memeluk batu nisan yang bertuliskan Amanda Robert Nelson.
" Emily tidak bisa melihat keadaan mama tapi Emily yakin mama sangat bahagia tanpa menanggung beban apapun termasuk balas budi. " Emily mengatakan semua yang ada di pikirannya agar mamanya tahu isi hatinya.
"Mama, Emily sangat sayang mama. " Emily sudah tidak bisa menahan air matanya dalam mengatakan rasa sayangnya karena bagaimanapun Amanda adalah orang yang sangat mengerti Emily luar dalam selain Robert.
Setelah kepergian Amanda, Emily merasa setengah jiwanya telah pergi bersama Amanda terlebih waktu itu keadaan keluarganya sangat membutuhkan dukungan karena kebangkrutan Robert.
"Emily akan menjadi orang yang menebarkan cinta seperti kata mama. " ujar Emily seperti mendapat perintah dari Amanda.
__ADS_1
"Karena rasa sayangnya Tuhan juga bukan, mama harus berpisah denganku? jadi, Emily akan menyikapi semuanya dengan cinta. " Ujar Emily.
"Untuk itu ma, ijinkan Emily melangkah meski duri sakit menusuk kaki Emily. "