Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Dia adalah anakku


__ADS_3

..."Aku memiliki sepetak ruang hitam yang tidak semua orang tahu tentang itu"...


...Fany Lauren...


Bersamaan dengan mentari yang terbit, mata Fany terbuka dari tidur panjangnya setelah insiden kecelakaan menimpanya. Emily yang juga baru bangun dari tidurnya langsung mendekatkan dirinya pada wanita yang banyak perban melilit di tubuhnya.


"Mama sudah sadar? Saya panggilkan dokter terlebih dahulu. " Emily pergi dan membawa seorang dokter untuk memeriksa keadaan Fany.


"Bagaimana dok? ". Tanya Emily setelah dokter memeriksa keadaan pasiennya.


" Semuanya baik-baik saja. Dan aku harap dia bisa banyak istirahat untuk memulihkan keadaannya. " Ucap dokter sebelum meninggalkan ruangan pasiennya.


"Emily." Panggil Fany dengan tabung menutup mulutnya untuk membantu pernafasan nya.


"Iya ma. " Emily yang merasa dipanggil mendekatkan diri dan duduk di samping ranjang Fany berbaring.


"Terimakasih sudah menolong ku. " Tangan Fany tergerak meraih tangan Emily untuk digenggam erat


"Bukankah ini tugas seorang anak? ". Emily mengecup sekilas tangan Fany menunjukkan jika ia sudah menyayangi Fany layaknya seorang mama yang telah membesarkannya.


"Dan kali ini kamu menunjukkan bahwa kamu adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya. " Ujar Fany tersenyum lepas dengan menyibakkan anak rambut Emily yang menutupi wajahnya.


"Kamu tidur disini? ". Tanya Fany, karena setelah membuka matanya ia langsung melihat Emily disini.

__ADS_1


Seketika Emily langsung ingat jika ia tertidur duduk di bangku samping Fany berbaring akan tetapi ketika ia bangun ia berada di atas sofa dan itu membuatnya berpikir keras untuk mengingat semuanya.


" I-iya ma. "


"Seingat ku, aku tidur disini akan tetapi kenapa aku bangun sudah di atas sofa? Apakah aku bisa tidur dengan berjalan atau ada orang yang memindahkan ku? ". Gumam Emily berpikir keras mencoba mengingat semuanya.


"Ada apa? ". Fany melihat Emily sedang memikirkan sesuatu


" Tidak ma. Oh ya ma, kemarin kenapa mama bisa seperti itu? ". Tanya Emily mengalihkan pembicaraan karena Fany juga tidak akan tahu tentang tidurnya yang berpindah.


" Kemarin aku sedang memikirkan anakku. " Balas Fany mengingat kemarin Lewis pulang dengan amarah tinggi sedangkan saat itu Fany mencoba memperingati Lewis agar tidak membalas Dawson lagi karena semua akan rugi pada dirinya sendiri dengan membenci dan membalas perbuatan orang di masa lalu. Hal itu tentu menambah emosi Lewis semakin memuncak dan berakhir dengan pengusiran nya.


"Anak? ". Emily memicingkan satu alisnya mendengar ucapan Fany


" Iya. Aku punya anak, hanya saja kita sedang dalam perang batin karena kesalahan masa lalu yang sangat menyakitkan hati. "


" Dia sangat membenciku dan juga orang yang mengakibatkan kehadirannya di dunia ini. Hidupnya dipenuhi dendam Emily. "Fany meneteskan air matanya dan Emily yang melihatnya langsung mengusapnya dengan jemari lentiknya. Emily memeluk orang yang berbaring karena merasa iba setelah mendengar ceritanya.


" Lewis? ". Ucap Fany dibalik pelukan Emily yang melihat orang sedang menampilkan setengah wajahnya dibalik pintu ruangannya. Sedangkan Emily yang mendengar ucapan Fany langsung menegang karena Fany memanggil nama orang yang tidak asing baginya.


" Kemari lah sayang. " Ujar Fany melambaikan tangannya


Emily melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya untuk melihat orang yang sangat ia kenal baik.

__ADS_1


"Emily, itu anakku Lewis. " Tunjuk Fany ke orang yang masih di depan pintu memegang ganggang pintu ruangannya tanpa ingin masuk ke dalam.


Tatapan mata Emily dan Lewis saling beradu menunjukkan penuh tanda tanya pada keduanya.


"Lewis, kenalkan ini adalah Emily. Dia anak yang selalu menolong mama jika ada masalah. "Ujar Fany mengenalkan Emily ke anaknya meski dari kejauhan dan bukannya mendekatkan diri, Lewis malah melenggang pergi dari keduanya tanpa mengucapkan apapun.


" Maafkan dia ya Emily. Hubungan kita memang tidak sangat baik. Akan tetapi, dengan kedatangannya kesini menunjukkan jika ia memiliki hati dan rasa sayang pada orang. " Fany tersenyum bahagia dengan mengingat adanya Lewis menjenguknya meski tidak menanyakan keadaannya setidaknya ia mau menengok mamanya yang sedang sakit.


"Oh ya Emily, maukah kamu membantu mamamu ini? "


"Membantu apa ma? ".


" Bantu aku untuk menunjukkan apa itu cinta kepada Lewis. " Emily terkejut dengan permintaan Fany. Bagaimana pun Emily pernah melakukan hal tersebut sebelum Fany memintanya akan tetapi Lewis sama sekali tidak berubah, selalu ada dendam dalam dirinya.


"Maukah kamu? Please, setuju ya. " Fany menyatukan tangannya sebagai bentuk permohonan


"Iya ma. " Balas Emily


"Aku akan mencobanya lagi Lewis. Aku akan menunjukkan kepadamu apa itu cinta. " Gumam Emily dengan menciumi tangan Fany sebagai bentuk tanda sayangnya pada mama barunya.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap ceritanya ya supaya author semangat update ceritanya

__ADS_1


Terimakasih


Love you❤


__ADS_2