Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Malam


__ADS_3

..."Penyesalan akan hadir ketika kita melakukan kesalahan sedangkan kita tidak melakukan kesalahan hanya saja menjalankan keinginan kita. Jadi aku tidak akan menyesalinya. "...


...Lewis Laurence...


Tempat malam hari yang Lewis dan Emily pilih untuk menghabiskan satu harinya yaitu salah satu klub malam terkenal di London. Sebenarnya yang meminta ke sana adalah Lewis, Emily sempat menolak permintaan Lewis namun karena paksaan Lewis membuat Emily menyetujuinya.


Lewis dan Emily memasukkan dirinya kedalam ruangan yang dipenuhi alunan musik dengan suara keras membuat orang di dalamnya menari meliuk jadi satu sesuai alunan musik. Ruangan bernuansa gelap yang hanya bermodalkan lampu sorot yang berputar-putar dan lampu hias dan dipenuhi dengan asap rokok.


"Emily kamu tidak minum? ". Tanya Lewis dengan suara keras karena suara dentuman musik yang sangat keras membaurkan suaranya.


" Aku belum pernah minum. " Balas Emily jujur. Memang Emily belum pernah minum-minuman memabukkan dan ini adalah kali kedua Emily memasukkan dirinya ke klub akan tetapi belum pernah minum karena waktu ia datang ke sini ingin meminum Lewis datang menggagalkan nya.


"Apa? ". Tanya Lewis memastikan karena suara musik sangat keras


" Aku belum pernah minum. " Balas Emily dengan suara keras tepat di kuping Lewis


"Yang benar saja. " Ujar Lewis dengan menahan tawanya mendengar jawaban Emily. Karena Lewis berpikir tidak ada gadis polos seperti Emily saat ini.


"Cobalah. Maka semuanya akan menghilang." Ujar Lewis dengan menyodorkan gelas berisi setengah air anggur merah

__ADS_1


Emily menerima sodoran gelas Lewis dan mencium bau anggur tersebut sebelum meminumnya. Emily merasa minumannya cenderung manis dan seperti sirup membuatnya kembali meminta minuman tersebut karena ketagihan. Namun perkiraan Emily salah, baru beberapa gelas ia minum sudah membuatnya teler. Tubuh Emily yang sudah sempoyongan dibopong Lewis yang juga teler keluar klub namun tidak separah Emily.


"Lewis jangan pegang diriku. " Ucap Emily dengan mendorong tubuh Lewis yang memapah dirinya. Lewis pun menuruti permintaan Emily untuk melepaskannya dan berakhirlah tubuh Emily di jalanan yang sudah sepi karena malam sudah sangat larut. Emily menangis seperti anak kecil di jalanan karena merasa kesakitan di bagian pantatnya yang mengenai aspal jalan.


"Ayo, Bangunlah! Kamu sangat bodoh sekali. Tidak bisa minum malah menghabiskan banyak minuman. " Ujar Lewis dengan menarik tubuh Emily yang tergeletak di jalan.


"Lewis kamu menjatuhkan ku. " Emily memukul lengan Lewis yang berada di bahunya untuk menyanggah tubuhnya. Emily benar-benar sangat konyol malam ini.


"Kamu tahu Lewis, jatuh itu sakit? ". Tanya Emily dengan tangannya memeluk Lewis sedangkan kakinya berjalan sempoyongan.


"Lewis, apa kamu benar-benar tidak mengenal cinta?. " Emily menghentikan langkahnya sehingga membuat Lewis juga berhenti melangkah.


"Aku kenal banyak laki-laki selama ini dan hampir semuanya laki-laki tersebut mengatakan cinta kepadaku. Aku berpikir mereka sangat terpesona dengan kecantikan ku. Tapi hal tersebut tidak berlaku kepadamu dan Allen suamiku. Aku ingin menangis. " Jelas Emily dengan menunjuk dengan jari ke dada bidang Lewis untuk menjelaskan tentang dirinya yang Emily maksud.


"Aku menikah dengan Allen karena alasan mamaku memiliki hutang balas budi sehingga aku harus mengorbankan semuanya. " Emily memang sangat payah malam ini dan tidak bisa menyadari apa yang ia lakukan. Emily berbicara dan juga mengekspresikan setiap kata yang ia ucapkan agar orang yang dia ajak bicara paham dengan yang ia maksud.


"Aku menginginkan seorang suami yang mencintaiku bukan menghormati ku. Sepertinya sangat membosankan harus hidup bersamanya untuk selamanya. " Lanjut Emily dengan menari-nari di jalanan meskipun tubuhnya sempoyongan.


"Aku sempat berpikir untuk menjauh darinya, akan tetapi aku tidak punya jalan hingga aku bertemu denganmu kembali di London. Kamu hadir di tengah-tengah kegundahan ku. Kamu mau menerimaku apa adanya meskipun aku istri dari lawan bisnismu meskipun aku takut akan petir dan kegelapan, kamu masih mau bersama ku. " Emily menatap Lewis lekat seolah ia sedang berbicara secara sadar dengan yang ia katakan.

__ADS_1


"Entah mengapa aku tertarik untuk masuk ke dalam kehidupan mu yang tidak memiliki cinta padahal aku membutuhkan cinta. Apa aku salah memasuki kehidupan mu Lewis? Aku takut menaruh hati di sana ketika masuk sedangkan kamu tidak menginginkannya. " Sepertinya Emily malam ini sangat cerewet sekali.


Ucapan terakhir Emily membuat Lewis menarik tubuh Emily untuk mendekat dan dengan perlahan Lewis memangkas jarak diantara mereka dengan mencium bibir Emily yang terlalu banyak bicara. Lewis mencium lama bibir ranum Emily dengan sangat lembut membuat Emily terhanyut dan menikmati bahkan membalasnya.


Lewis sadar apa yang telah ia lakukan kepada Emily saat ini karena ia tidak terlalu mabuk seperti Emily. Lewis membiarkan Emily mengekspresikan dirinya yang sedang mabuk.


mendengar pertanyaan Emily tentang perasaannya memantik hatinya karena tidak dipungkiri Lewis tertarik dengan Emily. Wajah cantik dengan pesonanya menjadikan semua orang tertarik termasuk juga Lewis hanya saja Lewis tidak mengatakannya karena ia berpikir bahwa ketertarikannya pada Emily hanyalah ketertarikan pesonanya saja. Namun ternyata Lewis salah mengartikan semuanya.


Bertemu dengan Emily kembali memantik nya untuk mendekatinya. Namun sempat berputus asa ketika mengetahui ia telah bersuami. Akan tetapi hal itu tidak mengubah ketertarikannya ketika melihat Emily ketakutan dengan kegelapan dan petir dan ketertarikannya malah menjadi besar ketika Emily selalu menaruh perhatian hal-hal kecil Lewis termasuk waktu Lewis sakit. Tanpa memperdulikan semuanya ia merawat Lewis sampai sembuh. Hal yang telah pernah ia dapatkan Lewis dapatkan dari Emily.


Dan sekarang Emily mempertanyakan semuanya kepada Lewis tentang perasaannya. Memang Lewis tidak tahu pasti apa yang ia rasakan kepada Emily akan tetapi ketika Emily meminta ijin untuk masuk ke dalam kehidupannya membuat Lewis menginginkan agar Emily tidak pernah keluar dari sana.


"Lewis kamu telah mengambil ciuman pertamaku. " ujar Emily kepada Lewis yang masih menempelkan dahinya dengan Emily. Ciuman pertama Emily diambil oleh Lewis karena sejauh ini Emily belum pernah melakukannya termasuk dengan Lee pacarnya maupun dengan Allen suaminya. Dan hal tersebut diambil Lewis saat dirinya sedang mabuk. Namun tidak bisa dipungkiri Emily juga menikmati ciumannya dengan Lewis bahkan ia juga sempat membalasnya meskipun sedikit kaku maklumlah ini pertama baginya.


"Apa aku salah melakukannya? " Tanya Lewis dengan masih mengatur nafasnya yang sempat kehabisan karena ciuman dengan Emily. Emily menjawab Lewis dengan menggelengkan kepalanya. Dan setelah pasokan udaranya cukup memadai Lewis kembali menautkan bibirnya dengan Emily karena Emily mengijinkannya.


"esok kamu akan menyesalinya dengan apa yang kamu lakukan saat ini. " ujar Lewis dengan mencium sekilas kening Emily.


Emily yang telah teler memejamkan matanya ketika menyudahi ciumannya dengan Lewis dan membuat Lewis membopongnya untuk sampai ke mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2