
..."Kenapa kamu begitu emosional? "...
...Emily Nelson...
Hari-hari Allen selalu diperhatiin oleh Emily mulai dari makanannya, minum obatnya hingga semua keperluan Allen Emily selalu menyiapkannya seperti layaknya seorang istri yang utuh. Dan hari ini adalah hari terakhir Allen berada di rumah sakit meski tangannya belum sepenuhnya sembuh. Emily yang sekarang memegang kendali stir mobil sesekali melirik orang yang duduk di sampingnya yang hanya diam menciptakan kecanggungan dalam situasi ini.
"aku mau makan. " ucap Allen dingin tanpa melihat lawan bicaranya.
Emily yang mengerti maksud Allen langsung memarkirkan mobilnya disalah satu restoran Jepang. Allen memakan dengan lahap berbagai menu masakan Jepang yang telah ia pesan karena ketika ia di rumah sakit sangat bosen dengan bubur yang ia makan. Begitupula dengan orang yang berada di depannya juga makan dengan lahap seolah ini makanan kesukaannya. Terlalu menikmati makanannya membuat Emily tidak sadar ia sedang makan dengan wajah yang kotor karena terkena makanannya. Allen yang menyadari hal tersebut mengambil tisu dan mengelap pipi lembut Emily sehingga membuat orang yang mendapat perlakuannya menjadi berhenti makan dan menatap Allen yang begitu lembut padanya.
"pelan - pelan saja" Ucap Allen masih seperti dingin meski ia telah menunjukkan perhatian nya.
__ADS_1
Dilain sisi tepat di pojok ruangan ada Lewis melihat adegan suami istri yang terlihat romantis dan membuatnya sakit hati. Lewis yang menyukai makanan Jepang pun menjadi tidak selera menyantapnya. Dengan alasan meeting untuk menjalankan proyek barunya Lewis memilih restoran Jepang. Akan tetapi ia harus melihat Emily dan Allen bermesraan disini yang entah kenapa hatinya sakit.
"Selamat siang Pak Lewis. " Sapa rekan kerjanya yang akan menjadi kliennya.
"siang. Silakan duduk. " ujar Lewis dengan menunjuk kursi di depannya.
"Mau pesan apa pak? ". Tanya Lewis pada rekannya.
" Tidak perlu pak. "
brak
__ADS_1
Semua mata pengunjung restoran tertuju ke meja Lewis yang ia gebrak tak terkecuali Allen dan Emily. Emily melihat wajah Lewis penuh kemarahan dengan otot uratnya yang menonjol seperti ingin menerkam musuhnya. Namun, dugaan Emily keliru karena ternyata Lewis pergi meninggalkan mejanya tanpa melampiaskan kemarahannya.
"Lewis." Mata Emily sempat beradu dengan mata Lewis yang penuh kemarahan sebelum Lewis melenggang keluar restoran.
Emily yang sudah melihat Lewis keluar membuat ia menemui orang yang masih duduk di bangku makan pesanan Lewis.
"Emily." Sapa Emily dengan mendudukkan dirinya di kursi yang tadi diduduki oleh Lewis.
"Ada apa? ". Tanya Emily langsung ke permasalahan meski ia tidak kenal betul dengan orang tersebut. Sedangkan Allen hanya melihat dari kejauhan interaksi istrinya dengan orang lain yang menurutnya tidak menarik.
" Aku tidak menyetujui kerja sama dengannya. "Balas laki-laki tersebut.
__ADS_1
Emily yang mengerti dengan terciptanya kemarahan Lewis dalam masalah ini karena Lewis tidak pernah mendapat penolakan pada orang. Emily merasa bahwa akhir-akhir ini Lewis begitu emosional tidak seperti pertama kali ia kenal.
" Sebenarnya apa yang terjadi kepada mu? ". Gumam Emily