
..."Semua berpikir bahwa masalahnya akan selesai hanya dengan meminum minuman memabukkan"...
...Emily Nelson...
"Mas Allen. " Ucap lirih Emily membuat orang yang akan meneguk sisa minuman di gelasnya terhenti dan memilih mengikuti arah pandang Emily yang menutup mulutnya dengan tangannya sedangkan matanya terbelalak besar.
Memang ini adalah tujuan awal Lewis mengajak Emily ke tempat ini agar bisa melihat bagaimana suaminya jika berada di luar rumah. Namun, sepertinya ia malah tersulut emosi karena tanpa sadar Emily menjatuhkan cairan bening dari mata cantiknya yang masih membesar untuk memastikan bahwa yang ia lihat bukanlah salah.
Gelasnya yang masih terisi di kembalikan lagi di atas meja dengan hentakan sangat kuat dan akan ia lanjutkan untuk menghajar orang yang sudah mabuk duduk dengan memejamkan matanya.
"Tidak, Lewis. Jangan! ". Titah Emily yang mencekal lengan keras Lewis.
" Baiklah, akan tetapi jangan keluarkan air mata mu untuk dia lagi. " Jemari Lewis mengusap lembut air mata Emily yang jatuh di pipinya.
"Ayo, pergi. " Emily membayar beberapa lembar uang setelah mengambil banyak botol minuman sebagai penghilang ingatannya karena sekali lagi ia dalam fase di khianati orang terdekatnya.
"Apakah ini cinta Emily? ". Tanya Lewis pada orang yang memegang sebotol minuman berjalan tidak tegap.
" Apakah sesakit itu? " . Teriak Lewis melihat Emily sudah setelah sadar padahal ia sangat tidak suka minum-minuman. Namun, kali ini ia minum sudah habis satu setengah botol.
__ADS_1
"Tidak, tidak Lewis. " Gelengan kepada yang kuat menimbulkan beberapa helai rambut pirangnya menempel di wajahnya yang berkeringat.
"Cinta tidak ada rasa sakit. Hanya saja saat ini kepercayaan ku kembali hancur karena kata selingkuh. "
"Lewis, sekarang aku tidak merasa terbebani dengan syarat yang kamu ajukan kepadaku. " Kakinya yang tidak bisa tegap tersandung dengan kakinya sendiri. Namun, Lewis dengan sigap menangkap tubuh langsing Emily agar tidak jatuh di jalanan.
"Tatap aku Emily. " Lewis menegakkan tubuh Emily dengan memegangi bahunya agar bisa berdiri benar.
"Katakan jika kamu mencintainya. " Bahunya yang rapuh diguncang oleh Lewis untuk sedikit mendapatkan kesadaran dari Emily.
"Kita belum sedekat itu Lewis. " Emily menampik kasar tangan Lewis di bahunya untuk melanjutkan jalannya yang entah kemana karena sungguh ia tidak bisa memikirkan itu semua.
"Shit! " Umpat Lewis dengan berlari kencang untuk menarik Emily yang menari seperti orang gila tanpa menyadari apa yang ia lakukan sekarang.
Secepat kilat kini tubuh Emily sudah dalam dekapan Lewis. Jantung keduanya berpacu di luar kendali dengan berlalunya mobil kencang di sampingnya.
Lewis mendekap Emily lebih erat untuk menenangkan baik dirinya maupun Emily sendiri.
"Gila kamu Emily. " Bisik Lewis penuh penekanan karena ia tidak bisa bayangkan bagaimana jika orang yang ia sayangi harus tergeletak di jalanan karena tertabrak mobil.
__ADS_1
"Lewis, aku sudah lelah untuk hidup. "
"Bagaimana bisa kamu mengatakan semua itu? Apakah kamu benar-benar Emily yang aku kenal? ". Mata Lewis meneliti wajah Emily memastikan bahwa orang yang sedang bersamanya adalah Emily yang biasanya tidak mengenal kata putus asa meski apapun yang terjadi pada dirinya.
Emily hanya bisa menangis dalam setengah kesadarannya ia masih bisa merasakan sakit hati melihat suaminya bersama wanita lain tanpa memikirkan bagaimana keadaannya yang sudah lama tidak ada di rumah.
Memilih menyerah bukanlah hal yang mudah bagi perempuan penuh semangat juang dalam hidupnya. Namun, apalah daya ketika hidupnya ia rela korbankan hanya untuk balas budi malah kini ia hancur bertubi-tubi.
" Hidupmu tidak sekeras hidupku Emily, lalu apakah aku pernah berpikir untuk mengakhiri hidupku? Tidak. " Suara Lewis ditinggikan sebagai bentuk kemarahannya
"Kamu bukan Emily yang aku kenal. " Lewis menggeret Emily ke suatu taman untuk ia duduk kan di sana karena kakinya sudah merasa keram akibat terlalu lama jalan.
"Minumlah." Lewis menyodorkan obat dengan sebotol air mineral untuk meredakan rasa mabuk Emily
💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya
Terimakasih
__ADS_1
Love you❤