Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Banyak Bertanya


__ADS_3

..."Balas dendam terbaik pada masa lalu adalah memperbaiki diri dari apa yang salah dengan tidak melakukannya lagi esok. "...


...Emily Nelson...


"Kamu masih memikirkan sesuatu? " Tanya Lewis pada Emily yang hanya diam saja menerima terpaan angin ke wajahnya dengan membawa rambut pirangnya berterbangan.


"Jika kamu tidak menjawab bagaimana aku tidak terus memikirkannya. " Balas cuek Emily yang sedari tadi ia bertanya namun tidak pernah dijawab maupun direspon oleh Lewis.


"Apa yang masih kamu pikirkan? ". Suara Lewis yang tidak begitu ketara karena mereka sedang di tempat terbuka memudahkan angin membiaskan semuanya.


" Menurut mu. "


"Hidupku dulu seperti anak-anak itu. " Lewis menunjuk anak-anak dari atas yang bermain-main dengan mainan darinya.


"Tanpa kasih sayang Papa Mama. " Fokus penglihatan Emily diputar menatap ke orang yang sedang berdiri di sampingnya


"Melihat mereka, aku belajar banyak hal dalam hidup. "


"Mereka mampu bertahan walau badai sedang menghadang. " Tangan Emily mengambil tangan Lewis untuk ia genggam karena ia yakin bahwa tidak mudah mengatakan semua itu pada orang lain.


"Namun, cara kamu memberi kebahagiaan untuk mereka itu salah. " Ujar Emily.


Memberikan semua uangnya hasil dari boxing ke Mommy Jess untuk keperluan anak-anak bukanlah ide yang bagus. Bagaimanapun Lewis harus mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan kemenangan dan membawa hasil pertandingannya.

__ADS_1


"Aku memiliki harta yang tidak akan habis sampai tujuh turunan meskipun aku gunakan untuk merawat mereka. Namun, aku melakukan semua itu untuk melawan keadaan atau lebih tepatnya aku membalas dendam untuk mereka."


"Apa hubungannya? ". Alis Emily bertautan, bingung dengan penjelasan orang yang satu tangannya membenarkan rambutnya kebelakang telinga agar tidak menutupi wajah cantiknya.


" Setiap pukulan yang aku layangkan, aku merasa telah membalaskan dendam pada keadaan seperti apa yang mereka jalani saat ini. " Jelas Lewis


"Dengan mendapatkan luka? ".


" Kamu lihat sendiri kan aku tidak mendapatkan luka. "Lewis memamerkan tubuhnya yang masih terlihat gagah dan berkharisma.


" Jika bukan hari ini, mungkin saja esok. " Emily menyungging sinis ke Lewis.


"Kamu menginginkan aku kalah, besok? ".


" Tidak, tapi aku tidak ingin kamu melakukannya lagi besok. " Lewis mengambil tangannya dari genggaman Emily dengan kasar.


"Apa kamu tidak merasakan semua itu setelah beberapa hari ini kamu menerima keberadaan Mama? ". Lewis hanya diam tidak menjawab pertanyaan Emily.


Memang beberapa hari ini Lewis merasakan kasih sayang dari Fany yang tidak ia dapatkan sebelumnya.


" Lewis, bagaimana kamu bisa berpikir bahwa Mama tidak menyayangimu? Iya, mungkin dulu ia tidak tunjukkan semua itu padamu karena kamu tidak paham bagaimana kehilangan cinta. " Lanjut Emily dengan nada lemah lembut agar pendengarnya tidak tersinggung atas apa yang ia ucapkan.


"Butuh bertahun-tahun untuk bisa menerima keadaannya. "

__ADS_1


"Oh ya Lewis, apa kamu tahu siapa Papamu sebenarnya? ". Pertanyaan yang terlontar kan dari mulut Emily membuat Lewis menatapnya tajam.


" Ya, aku mengetahuinya. " Balas Lewis tanpa melepaskan tatapannya dari pemilik kesempurnaan wajah.


"Bagaimana dia? ". Sudah lama Emily menyimpan pertanyaan ini untuk Lewis, namun ia tidak punya keberanian untuk menanyakan langsung.


" Dia adalah pengecut yang bersembunyi di balik kursi kekuasaannya. " Lewis mengetahui jika gagalnya Fany untuk bisa tinggal satu rumah dengannya adalah menjaga nama baiknya sebagai seorang pebisnis terkenal.


"Apakah kamu pernah berbicara dengannya? ". Tanya Emily memastikan.


" Iya, sebelum aku tahu siapa dia sebenarnya. " Lewis sebelumnya tidak tahu siapa Dawson sebenarnya, sebelum David memberitahunya setelah sekian lama melakukan penyelidikan.


Lewis dan Dawson pernah bekerja sama namun karena media selalu membakar hubungan mereka sebagai pebisnis nomer satu dan dua sehingga menjadikan mereka melepas semua bisnis yang ia kerjakan bersama.


"Apa dia juga mengetahui siapa dirimu? ".


" Tidak. " Balas singkat Lewis dengan memilih pergi dan dibuntuti oleh Emily


"Bolehkah aku mengetahui siapa dia? ". Berhentinya langkah Lewis yang tiba-tiba membuat orang di belakangnya harus menabrakkan wajah cantiknya ke punggungnya.


💙💙💙


Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya

__ADS_1


Terimakasih


Love you❤


__ADS_2