Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Sakit


__ADS_3

..."Bukankah lucu dunia ini? ketika memiliki badan besar harus terbaring lemah. ...


...bukankah lucu dunia ini? ketika memiliki rumah besar harus tinggal sendiri. ...


...lalu mengapa harus serius untuk hidup? ...


...Lewis Laurence...


Emily menurunkan dirinya dari bus dan langsung naik lift menuju ruangan Bella dirawat. Emily memilih untuk melihat keadaan Bella saat ini karena bagaimana pun Bella adalah orang yang berjasa untuk keluarganya. Langkah Emily terhenti ketika melihat ada orang laki-laki sedang beradu argumen di sudut ruangan. Emily mengenal salah satu dari mereka adalah suaminya Allen dan orang yang satunya adalah tadi pagi ditabrak olehnya ketika keluar dari ruangan Bella.


"Aku tidak mau tahu. Intinya aku mau kamu mendapatkan semua informasinya tanpa terkecuali. '' ujar Allen kepada orang yang di depannya dengan nada tinggi. Emily melihat kemarahan dalam wajah Allen yang belum pernah ia lihat. Mungkin Allen adalah orang yang tidak pernah menunjukkan ekspresi kepada orang yang tidak dekat dengannya. oleh karena itu Allen hanya menampilkan ekspresi datarnya ke Emily.


" Allen aku yakin orang yang terlibat dalam hal ini adalah orang yang terdekat dengan keluarga mu. Oleh karena itu aku kesulitan mencari informasinya. " Balas Alex melihat lawan bicaranya mengusap kasar wajahnya


"Berikan aku waktu dan ijinkan aku masuk keranah keluarga mu untuk menuntaskan kasus ini. " Lanjut Alex dengan menepuk pundak Allen.


Alex adalah orang satu-satunya kepercayaan Allen selama menyelesaikan masalah. Hal tersebut membuat Alex menganggap Allen sebagai saudaranya sendiri karena apapun yang menimpa Allen, Alex tidak akan membiarkan Allen terluka.


Alex yang ingin pergi meninggalkan Allen tiba-tiba berhenti karena bola matanya melihat perempuan yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Alex." Alex mengulurkan tangannya memperkenalkan diri kepada perempuan yang ia tahu adalah istri dari Allen karena Alex melihat penuh tanda tanya pada wajah Emily.


"Emily." Emily menerima uluran tangan Alex


"Aku pergi dulu. " Ujar Alex meninggalkan Emily dan Allen pun juga pergi meninggalkan Emily yang masih memiliki banyak tanda tanya.


"sebenarnya mas Allen punya masalah apa? " Gumam Emily dengan melihat Allen yang sudah melangkah jauh.


Dalam ruangan yang masih terisi Bella di atas ranjang dengan mata masih tertutup Allen mendudukkan dirinya di samping ranjang tersebut dengan tangan yang tidak mau melepaskan tangan Bella. Berharap orang yang sangat ia cintai kembali membuka matanya dan melihatnya bahwa ia benar-benar ingin selalu bersamanya.


Dilain sisi Allen sesekali melihat perempuan yang membaringkan tubuhnya di sofa warna senada ruangan. Allen yang tersenyum samar melihat Emily dengan nyamannya memejamkan matanya di sana dan memantik Allen untuk menyelimuti tubuh Emily. Allen mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih dekat wajah Emily yang sangat cantik bahkan lebih cantik dari Bella istrinya. Allen yang mendaratkan ciuman lama di pucuk kepala Emily dan mengelus rambut pirang Emily.

__ADS_1


Allen tersenyum manis ke orang yang masih memejamkan matanya karena tingkah Emily yang menolak untuk kembali bersama Dawson ke rumah dan lebih memilih menemani Allen dan Bella dengan tidur di sofa.


"Seperti anak kecil saja. " Ujar Allen dengan menyelimuti tubuh Emily agar tidak kedinginan.


Gerakan jari Bella yang digenggam Allen membuat Allen membukakan matanya yang sempat tertutup beberapa saat lalu.


"Bella." Ucap Allen dengan mengelus pipi tirus Bella


"Mas Allen, sepertinya aku sudah dekat dengan kematian ku. " Ujar Bella dengan senyuman kecut


"Tidak. kamu tidak akan mati Bella. " Allen memeluk tubuh Bella yang masih berbaring di atas ranjang.


"Emily . " Panggil Bella yang masih dipeluk Allen melihat Emily bangun dari tidurnya.


"Kak Bella. " Emily tersenyum manis dan mendekatkan dirinya ke Bella


"Bagaimana keadaan kak Bella saat ini? . " Tanya Emily yang sudah berada di samping Bella


"Baik." Balas Bella dengan ingin duduk yang dibantu oleh Allen


" Iya kak. "


"Apa tadi malam kamu mimpi indah? "


"Em.. Aku lupa tadi malam mimpi apa kak. " Emily mencoba berpikir dengan telunjuknya ditaruh di kepalanya


"Memangnya kenapa? " Tanya Emily balik dengan mengangkat satu alisnya


"Aku kira kamu mimpi ada seorang pangeran sedang mencium tuan putri tidur. " Ujar Bella dengan melirik Allen yang pipinya menjadi merona karena yang dimaksud Bella adalah Allen mencium Emily waktu masih tidur.


Bella sebenarnya sudah sadar ketika Allen mencium kening dan menyelimuti tubuh Emily tapi ia berpura-pura masih belum sadar agar membuat Allen menikmati waktu dengan Emily.

__ADS_1


"Mungkin Allen yang bermimpi seperti itu. " Ujar Bella dengan tersenyum menggoda ke Allen. Emily masih bingung dengan apa yang Bella katakan memilih pamit undur diri untuk berangkat kerja dengan naik kereta bawah tanah yang sudah sesak manusia.


Di ruangan yang memang didesain senyaman mungkin agar membuat orang yang di dalamnya betah untuk berlama-lama di sana.


"Ini bu desainnya. " Ujar pegawai membawa gambar ke Emily.


"Menarik." Ujar Emily yang masih meneliti gambar desain rumah


"Lebih baik kamu tunjukan ini ke pak Lewis sekarang. " Lanjut Emily dengan menggulung kembali kertas


"Maaf Bu, saat ini pak Lewis tidak datang ke kantor. " Balas pegawai yang statusnya dibawah Emily


"Tidak datang? Kenapa? ". Tanya Emily dengan mengernyitkan dahinya


" Kata pak David, pak Lewis sedang sakit saat ini bu. " Balas Andreas dengan mengambil gambarnya dari Emily.


"Ya sudah bu saya ijin keluar dulu. " Emily menganggukkan kepalanya ke Andreas yang pamit.


"Lewis sakit apa?. " Gumam Emily dalam hati


Emily yang memasukkan dirinya ke dalam rumah mewah Lewis dengan mata yang menjelajah setiap sudut yang menampilkan hiasan-hiasan mewah bahkan limit id edition.


Emily yang pernah masuk ke rumah Lewis dan tahu letak kamar Lewis langsung menuju tempat tersebut. Emily tahu jika Lewis sakit dan sedang di rumah setelah memastikan semua itu dengan menemui David teman sekaligus rekan kerja Lewis dan membuatnya untuk memutuskan menjenguk Lewis terlebih dahulu sebelum pulang.


"Lewis." Dengan ragu-ragu Emily memasukkan dirinya ke kamar Lewis yang gelap dan hal itu membuat Emily mengeluarkan keringat dingin di badannya. Emily memencet tombol untuk menghidupkan lampu di ruangan tersebut. Mata Emily langsung tertuju pada laki-laki yang menggigil dibalik selimut mahalnya.


"Lewis." Emily menuju ranjang yang memuat Lewis


"Panas." Emily mengibaskan tangannya yang menempel di dahi Lewis


Emily yang baru kembali dari dapur mengambil mangkuk berisi air hangat untuk mengompres Lewis mendudukkan dirinya di ranjang samping Lewis. Emily mengambil tangan Lewis dan menggesekkan dengan tangannya agar menjadi hangat karena berbeda dengan dahinya yang sedang dikompres.

__ADS_1


"Seharusnya yang takut kegelapan kamu bukan aku Lewis. " Ujar Emily yang mengelus pipi Lewis dengan tersenyum kecut


Emily melihat kesepian yang ada dalam kehidupan Lewis. oleh karena itu Emily mencoba memahami bahwa kebencian cinta tercipta karena hal itu juga.


__ADS_2