Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Siapa?


__ADS_3

..."Yang bersembunyi menampakkan diri dengan membawa kegundahan hati"...


...Emily Nelson...


Baru datang ke kantor, Emily dengan gugup menuju ke ruang Lewis karena sekarang status mereka yang hanya sebagai atasan dan bawahan tidak lebih. Emily pun jarang memasukkan dirinya ke ruangan Lewis karena Lewis sengaja meminta asisten Emily yang datang ke ruangannya bukan Emily tapi kali ini Lewis meminta Emily sendiri untuk datang ke ruangannya. Pastilah hal tersebut membuat kegelisahan bagi Emily terlebih ini adalah waktu yang sangat pagi untuk membicarakan pekerjaan.


"Selamat pagi pak. " Salam Emily yang baru memasukan dirinya ke ruangan Lewis.


"Apa maksud mu? Hah? ". Tanpa aba-aba Lewis dengan nada tinggi dan mengebrak meja membuat Emily terperanjat kaget.


" A-a-apa pak? ". Tanya Emily gagu melihat mata Lewis memerah dengan badan yang sudah menegang.


" Kamu masih bisa bertanya. " Ruangan Lewis dipenuhi dengan suaranya yang menggaung dan lantang jika semua mendengarnya pastilah akan menjadi gagu.


"A-aku tidak mengerti. " Emily menggelengkan kepalanya hingga membuat sebagian rambut panjangnya yang tidak di kuncir menutupi wajahnya yang ketakutan.

__ADS_1


"Lihat ini. " Lewis menarik kasar tangan Emily dan memperlihatkan layar laptop miliknya yang menampilkan berita peluncuran produk baru dari Nelson Group. Emily sangat tercengang melihat berita tersebut karena produk yang baru saja di luncurkan merupakan hasil dari desainnya yang seharusnya akan diluncurkan minggu depan. Emily baru menyadari kemarahan Lewis berasal dari semua ini.


"I-ini tidak mungkin. " Emily benar-benar tidak percaya dengan semua ini.


"Semua tidak akan mungkin jika kamu tidak memberikan filenya ke pamanmu. " Ujar Lewis dengan mengolok


"Tidak. Aku tidak memberikannya. " Bantah Emily dengan menghadap lawan bicaranya yang sedang tersulut emosi


"Oh ya? Lalu siapa? Bukankah kamu yang menyimpan filenya? ". Emily tidak menampik jika ia yang menyimpan filenya. Akan tetapi ia juga tidak pernah menjual ke siapapun itu termasuk pamannya dan ia juga menyimpan filenya kedalam brangkas yang hanya ia saja mengetahui password nya.


"Katakan saja bahwa kamu menginginkan kehancuran dalam bisnis ku. " Lewis benar-benar tidak bisa menahan emosinya ketika melihat berita peluncuran produk baru milik Nelson group yang sangat mirip dengan miliknya dan hal tersebut membuat Emily menanggung semuanya.


"Lewis, berikan aku kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini. " Meskipun dengan emosi melihat berita tersebut Emily menahannya untuk meyakinkan Lewis bahwa bukan dia yang melakukan semuanya ini.


Lewis meninggalkan Emily sendiri tanpa mengatakan apapun sedangkan Emily dengan berpegangan meja kerja Lewis ia menumpahkan semua air matanya yang sudah tidak bisa ia bendung lagi.

__ADS_1


"Apa semua ini? ". Tanya Emily pada dirinya sendiri yang sepertinya sangat menyedihkan hidup di dunia ini.


Dengan mencoba menenangkan dirinya Emily berpikir bagaimana kejadian ini bisa terjadi sedangkan ia tidak memberikan filenya kepada siapapun yang saat ini masih terkunci rapat dan hanya ia sendiri yang mengetahui kata sandinya.


" Siapa yang melakukan ini ?Dan bagaimana ini bisa terjadi? " Gumam Emily dengan menopang kan kepalanya di atas meja kerja.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


...Halo semuanya, ...


...jangan lupa berikan dukungan pada author ya, dengan meninggalkan jejak πŸ‘£πŸ‘£kalian ketika selesai membaca cerita ini. Caranya berikan like vote komentar ya...


...love you...


...Aisyah Ahmad...

__ADS_1


...ig\=@xymmxy_❀...


__ADS_2